Artikel Cerdas

Artikel Cerdas

Filosofi Angsa Mengajarkan Kita untuk Kompak

Filosofi Angsa Mengajarkan Kita untuk Kompak

Date : 03 August 2014

Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”, dan hikmat pelajaran yang dapat kita ambil darinya. Fakta Ilmiah 1. Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu… read more


Akhiri Dengan Penuh Rasa Syukur

Akhiri Dengan Penuh Rasa Syukur

Date : 02 August 2014

Pernahkah Anda memberikan sesuatu kepada orang lain, membantu orang lain dan kemudian mereka yang menerimanya mengucapkan terimakasih kepada Anda? Bagaimana perasaan Anda sewaktu dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, menolong orang lain yang memerlukan bantuan dan mereka mengucapkan terimakasih atas bantuan Anda? Perasaan Anda tentu senang dan bahagia, bukan. Meskipun sekedar ucapan terimakasih, namun itu dapat menyempurnakan kebahagiaan Anda dalam… read more


Perjuangan Sang Kupu-Kupu, Perlu di Contoh nih!

Perjuangan Sang Kupu-Kupu, Perlu di Contoh nih!

Date : 01 August 2014

“Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tsb berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.” Kemudian, tampaknya usaha tersebut sia-sia, berhenti, dan tidak ada perkembangan yang berarti. Seolah-olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, dimana tidak bisa dilanjutkan lagi. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya Tapi apa yg terjadi? Kupu-kupu itu memiliki… read more


Sebaiknya Kerjakan Sekarang atau Nanti Saja Ya?

Sebaiknya Kerjakan Sekarang atau Nanti Saja Ya?

Date : 31 July 2014

Setiap hari Selasa, Sinta mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Untuk tugasnya ini, tentunya Sinta perlu mempersiapkan materi yang akan dikuliahkan. Nah, sekarang adalah hari Senin malam, besok Sinta harus mengajar. Sinta memperkirakan bahwa ia bisa menyelesaikan persiapan ini dalam dua jam. Ternyata, buku teks belum ia baca, contoh-contoh dan ilustrasi untuk menunjang penjelasan masih harus dicari, presentasi di powerpoint… read more


Sukses Hidup Kita dimulai dari Impian Besar Kita Sendiri

Sukses Hidup Kita dimulai dari Impian Besar Kita Sendiri

Date : 30 July 2014

Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka? Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati… read more


Tips Mudah Menjadi Karyawan Sukses!

Tips Mudah Menjadi Karyawan Sukses!

Date : 29 July 2014

Ingin menjadi karyawan sukses? Disenangi oleh atasan? Meraih karir dengan cepat, naik pangkat terus menerus? Ingin gaji naik cepat? Ingin juga disenangi oleh rekan kerja dan bawahan? Ingin lingkungan kerja terasa nyaman dan selalu bergairah? Silahkan baca dan terapkan beberapa tips berikut ini di tempat kerja Anda. 1. Sikap Pondasi utama yang harus Anda lakukan adalah menata sikap diri anda… read more


3 Langkah Praktis agar Mendapat Jawaban

3 Langkah Praktis agar Mendapat Jawaban “YA” untuk Apapun dari Siapapun

Date : 28 July 2014

”Ya, produk Bapak akan saya beli. Ya, Ibu akan saya bantu. Ya, gaji Anda akan saya naikkan. Ya, Anda akan mendapatkan kenaikan jabatan seperti yang Anda minta. Ya, Anda akan memperoleh pelayanan yang terbaik. Ya, permintaan Anda pasti saya luluskan.” Betapa merdunya kata ”ya” yang didengungkan untuk memenuhi permintaan kita. Untuk memperoleh jawaban merdu tersebut seringkali kita harus melewati berbagai… read more


Apa Itu Neurological Levels Dalam Pikiran Kita?

Apa Itu Neurological Levels Dalam Pikiran Kita?

Date : 27 July 2014

Neurological Levels memiliki beberapa level. Ia mengacu pada sistem proses berpikir kita dan terjadi pada berbagai tingkatan level. Sistem kerja setiap tingkat tidak berdiri sendiri. Sistem itu saling mempengaruhi di mana level yang lebih tinggi selalu mempengaruhi level-level di bawahnya. Begitu juga level-level dibawahnya-pun dapat mempengaruhi level-level diatasnya. Untuk mempermudah pemahaman, berikut contoh tentang perilaku dan sikap kita. Perilaku dan… read more


Ingin Tujuan Anda Cepat Tercapai? Gunakan Pendekatan Outcome Thinking!

Ingin Tujuan Anda Cepat Tercapai? Gunakan Pendekatan Outcome Thinking!

Date : 26 July 2014

Outcome thinking adalah satu dari empat filosofi Neuro Linguistic Programming (NLP). Dasar pemikiran utamanya adalah :  1. Bila seseorang berada pada kondisi yang tidak diinginkan (present/problem state), ia harus merespon dengan bertanya: “Kondisi seperti apa yang saya inginkan? (desired state). Kita harus tau betul apa yang kita inginkan, kemudian mencari solusi untuk mengatasi masalah. Berpikir dalam mengatasi masalah adalah seperti berpikir diluar kotak, berusaha berpikir “zoom out” dan tidak terjebak… read more


Ingin Sukses? Basmi Mental Pecundang dan Rintangan dalam Hidupmu!

Ingin Sukses? Basmi Mental Pecundang dan Rintangan dalam Hidupmu!

Date : 25 July 2014

There are winners, there are losers and there are people who have not yet learned how to win. — Leslie C. Brown Jika kamu sudah berani menginginkan kesuksesan, berani merancang sebuah gol besar, belumlah menjadi jaminan untuk mencapai kesuksesan. Karena perjalanan ribuan mil yang sudah diputuskan, harus dimulai selangkah demi selangkah, tentu saja perjalanan itu masih panjang. Berapa lama kita… read more

 

Artikel Cerdas

Berteman dengan Nasib Baik dan Selalu Menjadi Pemenang di Setiap Waktu

Berteman dengan Nasib Baik dan Selalu Menjadi Pemenang di Setiap Waktu

Date : 24 July 2014

“Luck is what happens when preparation meets opportunity.” – Darryl Royal Apa yang aku inginkan? Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat penting – the ultimate question. Seorang yang bermental pemenang pasti bisa menjawab pertanyaan diatas. Bahkan seorang pemenang bertanya: “Kehidupan seperti apa yang akan aku usahakan? Bagaimana aku dapat membuat hal itu terjadi untuk diriku? Apa yang dapat aku berikan pada kehidupan ini,… read more


Anda Gentle? Jangan Kabur dari Masalah dong!

Anda Gentle? Jangan Kabur dari Masalah dong!

Date : 23 July 2014

Situasi yang tampaknya bagaikan sebuah ketidak-beruntungan dapat menimpa siapa saja. Namun, kita harus menyikapinya sebagai pengalaman hidup yang akan menempa ketangguhan jiwa dalam menghadapi masa depan yang jauh lebih menantang. Tegar, itulah satu kata yang mewakili semuanya. Pelajaran penting: Jika kita melarikan diri dari penderitaan, maka kita akan berlari sepanjang hidup dan tak pernah benar-benar matang sebagai manusia. Melarikan diri… read more


Punya Goal banyak dan besar, mimpikah aku? mampukah aku?

Punya Goal banyak dan besar, mimpikah aku? mampukah aku?

Date : 22 July 2014

Orang sukses selalu menentukan tempat tujuan sebelum memulai perjalanan. Sekarang, giliran Anda merancang VISI, dan MISI untuk mencapai tujuan-tujuan (goals) Anda, berapapun banyaknya, dan sebesar apapun jumlahnya. Tidak Ada Gol yang Terlalu Besar Perjalanan dari present state menuju desired outcome memang perjalanan panjang, terjal, dan berliku-liku. Namun barang siapa yang tidak berhenti ditengah jalan, ia akan meraihnya. Perjalanan dan rintangan… read more


Bekal Wajib agar Siap Tempur dalam Bekerja

Bekal Wajib agar Siap Tempur dalam Bekerja

Date : 21 July 2014

Kenali Kekuatan dan Potensi Diri Sebelum memulai memilih dan melakukan pekerjaan, kenali kekuatan dan potensi diri Anda terlebih dahulu, apakah Anda: 1. Thinker, orang yang menyukai konsep. 2. Checker, orang yang sudah mengontrol dan mengaudit sesuatu. 3. Talker, orang yang suka berbicara. 4. Actor, orang yang lebih suka bertindak daripada berbicara. Setelah Anda tahu, Anda dominan di tipe apa, ini… read more


Langkah Mudah Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Langkah Mudah Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Date : 16 July 2014

Semua orang pasti punya satu atau dua kebiasaan buruk, atau bahkan lebih. Namun jangan khawatir. Meski sudah menjadi kebiasaan, bukan berarti selamanya tak bisa diubah. Berikut adalah tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam 6 langkah: 1. Spesifik Semakin spesifik hal yang ingin Anda capai, semakin baik. Jangan buat tujuan yang terlalu umum, seperti “tidak jorok” tapi buatlah yang lebih spesifik, misalkan… read more


Kiat Sukses Hidup Ala Nabi Sulaiman AS

Kiat Sukses Hidup Ala Nabi Sulaiman AS

Date : 15 July 2014

Berikut adalah ringkasan kiat – kiat sukses untuk mencapai kehidupan yang bahagia, berkecukupan, dan berkah menurut Nabi Sulaiman. 1. Hanya orang rajin dan cekatan yang diingat oleh pimpinannya. 2. Tangan orang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin dan cekatan membuat kaya raya. 3. Berlakulah jujur, adil, dan benar. 4. Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya. Tetapi siapa kotor kelakuannya, gelisah,… read more


Kepemimpinan, Prinsip, dan Rahasia Bisnis Nabi Sulaiman AS

Kepemimpinan, Prinsip, dan Rahasia Bisnis Nabi Sulaiman AS

Date : 14 July 2014

Kehidupan para Nabi merupakan contoh yang patut diteladani oleh siapa saja. Perjalanan hidup mereka merupakan gambaran dari perjuangan melawan kekufuran, kejahatan, dan hawa nafsu duniawi. Para Nabi memiliki teknik kepemimpinan, yang disebut kepemimpinan spiritual. Kepemimpinan spiritual adalah kepemimpinan yang membawa dimensi keduniawian kepada dimensi spiritual. Kepemimpinan spiritual merupakan pemahaman dan penginternalisasian sifat Allah, menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya dan meneladani… read more


Pendidikan yang Perlu Anda Tahu

Pendidikan yang Perlu Anda Tahu

Date : 13 July 2014

“Beri tahu aku dan akan aku lupakan. Tunjukkan aku dan mungkin akan kuingat. Libatkan aku dan aku akan paham.” Pepatah Tiongkok Jenjang pendidikan dasar SD, SMP, SMA, dan pendidikan lanjutan D1, D2, D3, D4, S1, S2, S3 merupakan pendidikan formal dalam negara ini. Banyak yang mempercayai bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka ia akan memperoleh kecerdasan intelektualitas, pekerjaan semakin… read more


Ayo Tingkatkan Produktivitas Tim Kerja Kita!

Ayo Tingkatkan Produktivitas Tim Kerja Kita!

Date : 12 July 2014

“Sering kali, melakukan terlalu banyak hal sekaligus justru akan mendapat terlalu sedikit hasil.” Menurut Adam Smith, melakukan pembagian tugas, membagi-bagi proses kerja dan tugas hingga yang terkecil, serta memiliki orang-orang yang tepat untuk melakukan tugas itu, akan menghasilkan kecepatan kerja dan hasil yang terbaik. Ekstrim-nya, jika seorang pekerja hanya melakukan satu tugas, maka tidak ada waktu terbuang dengan berpindah dari… read more


Tingkat Kesuksesan Anda = Tingkat Kemampuan Anda

Tingkat Kesuksesan Anda = Tingkat Kemampuan Anda

Date : 11 July 2014

“Untuk menonjol dalam profesi apapun, dibutuhkan bakat.” Adam Smith Di dunia ini terdapat dua sektor yang menentukan perekonomian seseorang, kelompok, negara, bahkan dunia. Yaitu sektor riil dan sektor moneter. Menurut pandangan Islam murni, sektor riil adalah satu-satunya jalan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Namun, berbeda dengan kenyataan yang ada di dunia pada saat ini. Kesuksesan orang-orang yang berada… read more

- See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/any/10#sthash.RA7Gt1li.dpuf

Artikel Cerdas

Batasi Pengeluaran dan Bayarlah Hutang

Batasi Pengeluaran dan Bayarlah Hutang

Date : 10 July 2014

“Jika pengeluaran tidak dibatas, modal akan berkurang hingga habis tak bersisa.” Hampir seluruh negara di dunia ini memiliki hutang. Sederhananya, hutang tersebut akibat dari lebih banyak tindakan serta kegiatan konsumtif dibandingkan dengan produtif (yang menghasilkan uang). Hutang ini semakin lama semakin menggelembung, dan generasi penerus, generasi mendatanglah yang akan terbebani dengan hutang tersebut, pajak meningkat. Herannya, sebenarnya kemana larinya uang… read more


Ingin Menjadi Pribadi yang Lebih Baik? Tingkatkan Kesadaranmu!

Ingin Menjadi Pribadi yang Lebih Baik? Tingkatkan Kesadaranmu!

Date : 09 July 2014

Kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran jiwa jauh melebihi kemampuan pancaindra sebagai alat dari otak. Berbagai kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran jiwa dapat memberi Anda berbagai kekuatan psikis. Dengan dimilikinya kekuatan ini, kita akan memahami diri kita sepenuhnya, yaitu mempelajari kelebihan dan kekurangan kita. Kita dapat mengetahui pelajaran yang harus diambil dalam hidup ini. Kesadaran jiwa amat berguna untuk lebih memahami… read more


Manfaat Meditasi yang Jarang Orang Tahu

Manfaat Meditasi yang Jarang Orang Tahu

Date : 08 July 2014

Banyak orang sedang dalam pencarian. Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Padahal, seluruh jawaban dapat diperoleh dalam diri masing-masing, dengan cara mencapai kesadaran sejati. Pada kesadaran ini seluruh jawaban dapat diperoleh dengan mudah dan gamblang. Jalan hidup yang harus ditempuh juga dapat diketahui dengan jelas, seakan-akan peta lengkap sudah ada di tangan. Namun, hanya dengan mengalami, pengertian dan jawaban yang terdalam… read more


Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anda?

Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anda?

Date : 07 July 2014

“Segalanya mudah, jika kita tahu caranya.” Begitu juga menyadap proses berpikir otak kita, agar kita menjadi pribadi yang kreatif.   Model Kreatif Empat-Tahap Model Wallas (didasarkan kajiannya tentang proses berpikir para sarjana, ilmuwan, dan ahli matematika tersohor)  Tahap Persiapan Pada tahap persiapan otak mengumpulkan informasi dan data yang berfungsi sebagai dasar atau riset… read more


Menjadi Lebih Kreatif Yuk!

Menjadi Lebih Kreatif Yuk!

Date : 06 July 2014

Terdapat tujuh jenis kreativitas (Dr. Howard Gardner) : 1. Verbal/linguistis : kemampuan memanipulasi kata secara lisan atau tertulis. 2. Matematis/logis : kemampuan memanipulasi sistem nomor dan konsep logis. 3. Spasial : kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan desain 4. Musikal : kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik, seperti nada, irama, dan keselarasan 5. Kinestetis-tubuh : kemampuan memanfaatkan tubuh dan gerakan,… read more


Tips Agar Dapat Ikhlas

Tips Agar Dapat Ikhlas

Date : 05 July 2014

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada… read more


11 Kelalaian yang Dapat Mengapus Amalan

11 Kelalaian yang Dapat Mengapus Amalan

Date : 04 July 2014

Tidak sedikit di antara kita yang menulis pada statusnya di FB: “Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur’an sudah. Sekarang apalagi ya?” Atau, menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan puasa, atau mengatakan: “Wahh, jalanan macet banget, bisa telat berbuka di rumah nih”. Wahai para hamba Allah yang sedang… read more

- See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/any/20#sthash.CNqvLHxj.dpuf


- See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas#sthash.aIO7tq3J.dpuf

Apakah hidup ini sulit atau mudah?

Apakah hidup ini sulit atau mudah? simak dialog berikut ini:

Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.

Jawab Om: He he…

Lho khoq ketawa?

Jawab Om: Yah memang itu perasaanmu, masa’ saya ikut campur.

Tapi benar gak itu Om?

Jawab Om: Apa?

Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.

Jawab Om: Bagi siapa?

Hmm…

Jawab Om: Hayoo, tidak mudah bagi siapa?

Hmmm… bagi aku kali ya?

Jawab Om: Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?

Hmm… kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?

Jawab Om: He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.

Maksudnya Om?

Jawab Om: Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.

Terus?

Jawab Om: Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.

Terus aku harus bagaimana?

Jawab Om: Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.

Yah, aku ngak suka dinasihati.

Jawab Om: Kenapa?

Itu khan cuman omongan.

Jawab Om: Hmm… tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.

Tapi khan jalaninya sulit Om?

Jawab Om: Memang.

Terus bagaimana?

Jawab Om: Jalani saja.

Tapi khan sulit Om?

Jawab Om: Memang.

Terus gimana?

Jawab Om: Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.

Tapi khan sulit Om?

Jawab Om: Sini sini… aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.

Memangnya ada yang hidupnya mudah?

Jawab Om: Hmm… kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa – tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah – jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.

Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?

Jawab Om: Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.

Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?

Jawab Om: Ya.

Mulai kapan ya Om?

Jawab Om: Segera.

Tapi gak tahu caranya?

Jawab Om: Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?

Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om?

Jawab Om: (Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)… yah mungkin seperti itulah?!

Om khoq kelihatan sedih?

Jawab Om: Yah begitulah…

Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.

Jawab Om: He eh…

OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.

Jawab Om: Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!

Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.

Jawab Om: Kenapa begitu?

Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!

Jawab Om: Terus saya harus bilang wow! gitu?

Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.

Jawab Om: He he… you are so cute. I love you.

I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.

Jawab Om: He he… you remind me of myself. The best of success ya?

Aamiin. Bye Om…

Jawab Om: Wa’alaikum salaam.

Tiga Pintu Kebijaksanaan

Kumpulan Inspirasi & Motivasi

Tiga Pintu Kebijaksanaan

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, terampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

“Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku” Sang Pangeran meminta.

“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, ujar Pertapa.

“Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.”

Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”

“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang Pangeran. “Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku”

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.

“Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?” Tanya sang Pertapa

“Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran

“Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU”

“Ini memang keinginanku” pikirnya. “Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi”

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

“Apa yang engkau pelajari kali ini?”

“Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar”

“Engkau benar” Kata sang Pertapa. “Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh”

Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH DIRIMU”

“Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya”. Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.

“Kini apa yang engkau pelajari ?”

“Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah”

“Itu bagus” ujar sang pertapa. “Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !”

“Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh”. Dan ia pun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi “TERIMALAH DIRIMU”.

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.

“Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta” katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.”

“Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan” , ujar Pertapa. “Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua”

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”

Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku belajar” ujarnya “Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

“Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa,

“Sekarang pergilah ke Pintu Pertama”

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan “TERIMALAH DUNIA”

“Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri “Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya”. Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.

Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : “Apa yang engkau pelajari sekarang ?”

“Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

“Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa. “Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia” Sang pertapa pun menghilang.

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

sumber: http://www.nomor1.com/igbuta599/tiga-pintu-kebijaksanaan.htm

Anjing Cerdas

Anjing Cerdas

Seorang tukang daging heran ketika melihat ada anjing yang masuk ke tokonya, dia beberapa kali mencoba mengusir anjing itu, tetapi beberapa kali juga anjing itu selalu kembali lagi ke tokonya.

“Dengan penuh tanda tanya, akhirnya tukang daging tersebut mulai mendekati dan mengamati anjing tersebut. Penjual daging itu terkejut ketika ia mendapati bahwa ada sebuah kertas kecil yang tergantung di leher anjing itu dan bertuliskan : “Berikan aku 12 sosis dan 1 paha kambing”. Penjual daging itupun makin terkejut lagi ketika ia mendapati bahwa anjing itu juga menggigit uang 20 dollar – jumlah yang cukup untuk membeli ‘pesanan’ anjing itu.

“Dengan merasa agak aneh, penjual daging itu mengambil uang dari mulut anjing itu, menyiapkan ‘pesanannya’, membungkus 12 sosis dan 1 paha kambing ke dalam sebuah tas plastik, lalu memberikannya kepada anjing itu. Anjing itu pun dengan sigap menggigit pegangan tas plastik itu … lalu ngeloyor pergi.

“Penjual daging sangat penasaran dengan anjing tersebut. Kebetulan saat itu sekitar pukul 5 sore.. “Waktu tutup toko !” penjual daging itu berkata. Ia lalu bergegas menutup tokonya secepat mungkin, dan segera mengikuti ke mana anjing itu pergi.

“Saat anjing itu akan menyeberangi jalan – penjual daging mengamatinya – anjing itu meletakkan tas plastiknya, lalu melompat untuk menekan Tombo Penyeberangan. Sesaat, anjing itu menunggu lalu-lintas aman, dan anjing itu pun menyeberang jalan bersama tas plastiknya.

“Disudut jalan, anjing itu berhenti di sebuah halte bus, lalu mengamati Jadwal Bus yang ada di situ. Lalu dengan sabar, anjing itu duduk di kursi tunggu – menunggu bus datang.

” Sebuah bus pun datang, anjing itu segera berlari-lari berusaha melihat bagian belakang bus – yang biasanya terpampang no seri tujuannya, rupanya itu bukan bus yang ia cari, dan anjing itu pun kembali duduk di kursi tunggu.

“Beberapa menit kemudian, bus lain datang. Seperti tadi, anjing itu langsung berlari ke belakang bus untuk melihat nomor serinya. Dan dengan segera, anjing – dengan tas plastik yang masih dimulutnya – segera bergegas masuk ke dalam bus. Si tukang daging pun ikut-ikutan masuk ke dalam bus – kali ini dengan mulut melongo.

“Setelah sekitar 20 menit perjalanan, Anjing itu pun lalu turun di depan sebuah rumah megah, sambil berlari-lari kecil dengan barang bawaannya, anjing itu masuk ke pelataran rumah itu. Sang tukang daging pun juga ikut turun dari bus dan mengamatinya.

“Saat sampai di depan pintu depan, anjing itu lalu meletakkan barang bawaannya di tangga – mundur beberapa langkah – lalu lari dan membenturkan badannya ke pintu. Hal ini dilakukannya beberapa kali.

“Merasa tidak berhasil membuka pintu depan, anjing itu lalu berlari ke samping rumah – memanjat tembok kecil yang ada di situ – lalu membentur-benturkan kepalanya pada sebuah jendela. Lalu ia turun dan segera berlari ke depan pintu depan lagi.

“Beberapa saat kemudian seorang pria gemuk keluar dari pintu depan, sambil berteriak, “Dasar anjing bodoh !” Pria itu pun membentak-bentak anjing itu, memukulnya, dan menendangnya, sambil mengumpat beberapa kali.

“Merasa ‘tidak terima’ , si tukang daging itu pun menghampiri si pemilik rumah sambil berseru, “Hey ! apa yang kau lakukan ? anjing ini jenius, bahkan anjingmu ini layak untuk muncul di TV !”

Tidak mau kalah, Pria pemilik rumah itu pun menjawab, “Apa kau bilang ? jenius ?” Pria gemuk itu melanjutkan, “Sudah dua kali dalam seminggu – anjing ini lupa membawa kunci pintu depan ! benar-benar bodoh ! dasar anjing tolol !”

INTI DARI CERITA DI ATAS ADALAH?

SEBERAPA HEBAT DAN PINTARNYA ANDA, SELALU AKAN ADA YANG MENGANGGAP KITA BODOH. BERSABAR DAN BERTAHANLAH!

Tetesan Terakhir

Tetesan Terakhir

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : “Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. “Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan “ting!” setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh. Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” jawab wanita itu, “Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku”.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir.

Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

“Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya”, demikian kata seorang bijak.

SELALU ADA TETESAN TERAKHIR!

Sumber: http://www.nomor1.com/igbuta599/tetesan-terakhir.htm

Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?

Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?

Ceritanya Seorang Ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri. Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan.

Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.

“Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.”, demikian suara keras sang Ayah.

“Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing di negeri sendiri…Bapak sering merasa tolol diantara para pemeras rakyat yang sah dimata hukum. Jadi pengusaha itu lebih mulya, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain…”. Bentak bapak.

Si anak diam tidak menjawab dalam ketakutannya.

Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah.
Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada di rumah neneknya.

Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati kehati antara bapak dan anak.

“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”

“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja…Hidup lebih enak demikian”

“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”

“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”

Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.

“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”

Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.

Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.

Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.

Bapaknya kembali berkata dengan membentak. “Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin jadi pegawai negeri? “

Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.

“Bapak…bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”

Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”

Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka…”, sambil meneteskan airmata.

Bapaknya kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan bijak… “Anakku..Negeri kita tercinta ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa kesulitan. Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini nak…. Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Walaupun jadi pengusaha sangat kecil sekalipun tidak apa, itu jauh lebih mulia dari pada kamu mengemis uang pada rakyat yang miskin ini”….

Sang anak tertegun dan mengangguk.

 

EVERYONE IS NUMBER ONE


Info  dari NOMOR1.com

DOA dan PERBUATAN

DOA

Ada seorang laki-laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Bulan-bulan musim penghujan sudah dimulai.

Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat.

Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras berkepanjangan, permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.

Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang-orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalau permukaan air semakin tinggi.

Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang tinggal dirumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

“Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakin tinggi”, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut.

Si lelaki menjawab, “Tidak, terima kasih, anda terus saja menolong yang lain. Saya pasti akan diselamatkan Tuhan. Saya ini kan sangat rajin berdoa.”

Setelah beberapa kali membujuk tidak bisa, akhirnya truk tersebut melanjutkan perjalanan untuk menolong yang lain.

Permukaan air semakin tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1,5 meter. Lelaki tersebut masih di rumah, duduk di atas almari.

Datanglah regu penolong dengan membawa perahu karet dan berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

“Pak, cepat kesini, naik perahu ini. Keadan semakin tidak terkendali. Kemungkinan air akan semakin meninggi.”

Lagi-lagi laki-laki tersebut berkata, ”Terima kasih, tidak usah menolong saya, saya orang yang beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari keadaan ini.”

Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawa lelaki tersebut.

Perkiraan banjir semakin besar ternyata menjadi kenyatan. Ketinggian air sudah sedemikian tinggi sehingga air sudah hampir menenggelamkan rumah-rumah disitu. Lelaki itu nampak di atas wuwungan rumahnya sambil terus berdoa.

Datanglah sebuah helikopter dan regu penolong. Regu penolong melihat ada seorang laki-laki duduk di wuwungan rumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atas terdengar suara dari pengeras suara, ”Pak, cepat pegang tali itu dan naiklah kesini.“

Tetapi lagi-lagi laki-laki tersebut menjawab dengan berteriak, ”Terima kasih, tapi anda tidak usah menolong saya. Saya orang yang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pasti akan menyelamatkan saya.”

Ketinggian banjir semakin lama semakin naik, dan akhirnya seluruh rumah di daerah tersebut sudah terendam seluruhnya.

Bagaimana nasib lelaki tersebut?

Lelaki tersebut akhirnya mati tenggelam.

Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes, ”Ya Tuhan, aku selalu berdoa padamu, selalu ingat padamu, tapi kenapa aku tidak engkau selamatkan dari banjir itu?”

Tuhan menjawab dengan singkat, “Aku selalu mendengar doa-doamu, untuk itulah aku telah mengirimkan truk, kemudian perahu dan terakhir helikopter. Tetapi kenapa kamu tidak ikut salah satupun?”

Sumber: http://www.nomor1.com/igbuta599/doa.htm

Nasib Seekor Burung

Nasib Seekor Burung

Sambil menggenggam seekor burung kecil dalam kepakan tangannya, seorang anak datang menghadap seorang kakek. Kakek ini amat terkenal tidak hanya di daerahnya, tetapi bahkan pula di seluruh pelosok negri. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang yang baik dan cerdas, namun lebih dari itu ia dipandang sebagai seorang yang amat bijaksana. Setiap kali berhadapan dengan persoalan yang paling rumit sekalipun, ia pasti akan mampu keluar dengan ide-ide yang cemerlang.

Anak kecil itu berdiri di hadapan kakek tua dan secara saksama memperhatikannya. Dalam hatinya ia berpikir bahwa saat ini akan berakhirlah reputasi bapak tua itu sebagai seorang bijak, karena ia amat yakin bahwa si kakek itu tak akan mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Setelah cukup lama memperhatikan kakek itu, dan sambil mengangkat tangannya yang tergenggam, anak itu mengajukan sebuah pertanyaan;

“Kakek yang bijaksana; katakanlah kepadaku, apakah burung kecil yang ada dalam genggaman tanganku ini masih hidup atau telah mati?” Anak itu berpikir, kalau dijawab sudah mati, maka ia akan melepaskan burung yang masih hidup dalam genggaman tangannya itu terbang. Sebaliknya, bila dijawab masih hidup maka ia akan meremuk keras burung tersebut hingga mati. Dengan itu pak tua tersebut akan kehilangan nama baiknya.

Anak itu semakin tidak sabar menanti, karena kakek tua tersebut tidak segera memberikan jawabannya. Setelah agak lama berpikir, kakek tua itu berkata;

“Secara jujur harus aku katakan bahwa aku tak tahu apakah burung kecil dalam genggamanmu itu masih hidup atau telah mati. Namun aku tahu satu hal, yakni bahwa nasib burung itu berada dalam genggaman tanganmu.”

Hidupkupun bagaikan nasib burung kecil itu, karena Tuhan menghargai kebebasanku untuk menentukan arah dan nasib hidupku sendiri.

Kumpulan Inspirasi & Motivasi

http://www.nomor1.com/igbuta599/nasib-seekor-burung.htm

Jenny dan Kalung Permata

Jenny dan Kalung Permata

Sebuah kisah kecil tentang seorang gadis mungil berumur lima tahun. Setelah menabung sekian waktu dan setelah menampung uang sebesar dua dollar, akhirnya ia berhasil membeli seutas kalung permata dari sebuah kios kecil di samping rumahnya, sebuah kalung tiruan.

Jenny, demikian nama gadis cilik ini, sungguh amat mencintai kalung permata tersebut. Ia merasa bahwa permata tersebut telah membuatnya nampak bagaikan seorang bidadari. Ia akan mengenakan kalung tersebut dalam kesempatan apapun, entah ke sekolah minggu, ke sekolah Taman Kanak-kanak, bahkan juga di saat tidur malam.

Jenny memiliki seorang ayah yang sangat mencintainya. Setiap malam saat Jenny siap tidur malam, ayahnya akan melepaskan kegiatan apa saja yang sedang dilakukannya dan duduk di samping ranjang Jenny membacakan cerita dongeng baginya. Suatu malam, setelah membacakan dongeng baginya, sang ayah bertanya;

“Jenny, apakah engkau mencintai daddy?”

“Oh Daddy…, daddy pasti tahu bahwa saya sungguh mencintai daddy.””

“Nah kalau Jenny mencintai daddy, berikan kalung “permata itu buat daddy.” Demikian pinta ayahnya.

“Oh… Tidak!! Daddy bisa ambil boneka kuda yang ada di atas meja sana, kuda dengan ekor berwarna pink itu. Kuda itu salah satu kesayangan saya, tapi saya rela berikan itu untuk daddy.” Demikian jawab Jenny.

“Oh sayang… Nggak apa-apa. Daddy mencintaimu! Selamat tidur yah!” Kata ayahnya samping mengecup pipi puterinya.

Kira-kira minggu berikutnya, setelah membacakan dongeng buat Jenny, sang ayah sekali lagi bertanya;

“Jenny, apakah engkau mencintai daddy?”

“Daddy, daddy tahu bahwa Jenny mencintai daddy?”

“Kalau demikian, berikan kalung permata itu buat daddy.”

“Oh tidak daddy. Daddy boleh ambil boneka atau apa saja yang lain tetapi bukan kalung ini. Ambil aja ‘baby-wawa’ yang berdiri di sana. Jangan lupa kenakan gaun merah muda buatnya karena ia nampak cantik mengenakan gaun itu.” Demikian jawab Jenny.

“Oh… Nggak apa-apa sayang. Daddy mencintaimu.” Kata sang ayah sambil mengecup keningnya.

Beberapa malam berikutnya. Ketika sang ayah memasuki kamar Jenny, didapatinya Jenny sedang duduk bersila di atas ranjangnya. Ketika ia datang mendekat, sang ayah bisa melihat bahwa dada Jenny kini berguncang keras dan sebutir air mata meluncur jatuh di pipinya.

“Jenny, apa yang sedang terjadi pada dirimu?”

Tanpa mengatakan sepatah katapun Jenny mengangkat kedua tangannya yang sedang terkatup ke arah ayahnya. Dan ketika ia membuka tangannya, terlihatlah gemerlapan kalung perak di tangannya. “Daddy, ambillah ini. Ini untukmu.” Kata Jenny di sela-sela tangisnya.

Dengan penuh haru sang ayah menerima kalung permata murahan itu sambil tangan yang lain mengeluarkan kalung permata sungguhan dari dalam sakunya dan memberikannya kepada puterinya. Ia tahu bahwa sang putrinya nampak cantik saat mengenakan kalung permata murahan itu dan sungguh mencintainya.

Sang ayah ingin memberikannya dengan kalung permata asli. Kalung tersebut senantiasa dibawanya dalam sakunya, namun ia hanya akan memberikan kalung itu kepada Jenny saat ia rela meninggalkan kalung tiruan dan murahan yang sedang dikenakannya.

Hanya ketika “Jenny” rela meninggalkan yang tidak real, ia akan diberi sesuatu yang real.

Sumber cerita: http://www.nomor1.com/igbuta599/jenny-dan-kalung-permata.htm

Mengapa Bebek Menguik dan Elang Terbang (Taxi Bintang Lima)

Kumpulan Inspirasi & Motivasi

Mengapa Bebek Menguik dan Elang Terbang (Taxi Bintang Lima)

Suatu ketika, Harvey Mackay sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.

Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.

Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,

“Nama saya Wally. Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya. “

Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengatar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.

Di belakang kemudi, Wally berkata

“Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”

Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” dan ternyata, Wally menjawab,

“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”

Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”

Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan

“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today.”

Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey.

Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut. Selama perjalanan, Harvey pun penasaran.

“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.

Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya.

“Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir. Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’. I

a mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi. Ia berkata, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda. Jangan menjadi bebek. Jadilah elang. Bebek menguik dan mengeluh. Elang membumbung tinggi di angkasa.’

Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang. Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”

“Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey. ‘

“Tentu saja,” Jawab Wally. “Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”

Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.

Sumber asli: http://www.nomor1.com/igbuta599/mengapa-bebek-menguik-dan-elang-terbang-taxi-bintang-lima.htm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.