SERI CHRISTIANITY LEADERSHIP

cropped-lukisan-kotbah-di-atas-bukit1.jpgSERI CHRISTIANITY LEADERSHIP

Santapan Harian
Pribadi yang Visioner
Nehemia 2:11-20

Perencanaan matang sangatlah penting. Misalnya, melakukan survei, penyelidikan, hingga ajakan untuk ikut berpartisipasi. Hal inilah yang dilakukan oleh Nehemia karena ia memiliki beban dan misi membangun kembali tembok-tembok Yerusalem. Dalam mewujudkan visinya, Nehemia mengalami berbagai rintangan dan tantangan, baik pihak yang mendukung atau menentangnya. Namun, dengan keyakinan penuh pada pemeliharaan Tuhan, ia berhasil mewujudkan semuanya itu.

Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia, visioner adalah orang yang memiliki khayalan atau wawasan ke depan. Status visioner patut diberikan kepada Nehemia. Karena ia memiliki harapan besar untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Setibanya di Yerusalem, tanpa diketahui orang lain, ia meneliti tembok-tembok kota dan ia keluar melalui pintu gerbak Lebak (13), berlanjut ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja (14), naik melalui wadi dan pulang kembali melalui pintu gerbang Lebak (15).Tindakan ini dilakukan Nehemia setelah ia meneliti semua sisi tembok.

Nehemia mengajak umat Tuhan untuk menyadari makna kemalangan. Kemalangan yang bisa saja menimpa Yerusalem karena kota itu tidak lagi dilindungi oleh tembok-temboknya. Demi keamanan seluruh bangsa di masa depan, tembok-tembok Yerusalem mesti dibangun kembali. Keyakinan Nehemia pada karya pertolongan Tuhan ia sampaikan kepada umat Tuhan. Sebagai responsnya, mereka sepenuh hati menyatakan kesediaannya untuk ikut terlibat dalam proyek tersebut (18). Nehemia melihat respons positif tersebut sebagai campur tangan Allah atas ketulusan niat mereka (20).

Saat ini kita dipanggil meneladani Nehemia, yang merupakan pribadi yang visioner dan inovatif dalam menghadapi rintangan masa kini dan mengantisipasi tantangan masa depan. Dengan kualitas dan mentalitas visioner, kita tidak akan mudah menyerah dalam menghadapi permasalahan kehidupan ini. Tentunya juga dengan percaya dan memercayai visi kita pada Tuhan. [WLD]

7 Keajaiban Dunia

Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..

Isinya seperti ini :

*Tujuh Keajaiban Dunia:*
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
*Kemudian menundukkan kepalanya berdo’a…*

_Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:_

*Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban…*

*Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita ” SYUKURI ” !!!*

_*Apa yang kita cari dalam Hidup ini…?*_

◆ *Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota …*

◆ *Kita hidup di kota, merindukan kebun…*

◆ *Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?*

◆ *Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?*

◆ *Diam di rumah, inginnya pergi…*

◆ *Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah…*

◆ *Waktu tenang, cari keramaian…*

◆ *Waktu ramai, cari ketenangan…*

◆ *Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan…*

_*Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki…*_

◆ *Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki…*

*Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR*
*dengan rahmat yang sudah kita miliki…*

*Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??*

*Menutupi telapak tangan saja sulit…*

*Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI” dengan Daun,*

*Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana*
*Bumi ini pun akan tampak buruk…*

*Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…*

*Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…*

*SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…*

_*Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,*_
_*dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan…*_

_*Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.*
*Jadi… Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki…*

*Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki…*

*Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki…*

*Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.*

*Berlombalah dalam berbuat kebaikan*

THE LAST LECTURE

Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul
“THE LAST LECTURE”
(Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007.””

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK,

terdiri atas
–Personality,
–Community and
–Life.

Berikut penjelasannya:

A. PERSONALITY:

1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.

2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif

3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.

4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.

6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).

7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.

8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.

9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.

10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa ini.

11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.

12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.

13. Senyumlah dan tertawalah.

14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.

B. COMMUNITY:

15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin

16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.

17. Ampuni setiap orang untuk segala hal

18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

19. Coba untuk membuat…………. paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.

21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

C. LIFE:

22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.

23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.

24. Lakukan hal yang benar.

25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.

27. Yang terbaik belumlah tiba.

28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.

30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tdk menunggu Tua….Mati tidak menunggu sakit…nikmati hidup….sebelum hidup tidak bisa di nikmati.

Sahabatku !,
Saat membaca dan selesai menyimak semua hal di atas, kami mohon kepada sahabatku untuk membagikan tulisan ini kepada “orang” yang kita cintai, sahabat2 kita saat sekolah, “teman” sepermainan kita, “teman” kantor, teman dimasa kecil/remaja maupun “orang” yang tinggal dengan kita.

Tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak Anda

*Pada detik2 kematiannya, seorang pria, Tom Smith, memanggil anak-anaknya dan ia menasehati mereka untuk mengikuti jejak hidupnya sehingga mereka dapat memiliki ketenangan jiwa dalam semua hal yang mereka lakukan.*

Putrinya, Sara, mengatakan, “Ayah, saya kecewa Anda meninggalkan kami tanpa uang sepeser pun di bank.

Para ayah lain yang Ayah katakan sebagai koruptor & pencuri dana publik bisa mewariskan rumah dan properti untuk anak-anak mereka; kita bahkan tinggal dlm apartemen sewaan.

Maaf, saya tidak bisa mengikuti jejak hidup Anda. Pergilah Ayah, biarkan kami mencari jalan hidup sendiri…

Beberapa saat kemudian, ayah mereka menutup mata utk selama lamanya.

Tiga tahun kemudian, Sara pergi untuk wawancara pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional.
Saat wawancara Ketua panitia bertanya, “Saudara ini punya nama Smith yang mana?”

Sara menjawab: “Saya Sara Smith. Ayah sy adalah Tom Smith yg sdh meninggal”.

Ketua Panitia memotong, “Ya Tuhan, Anda ini putrinya Tom Smith?”

Dia berbalik bicara kepada anggota2 lain dan berkata, “Pak Smith ini adalah salah satu yang menandatangani formulir keanggotaan saya di Institut Administrator dan rekomendasinya tsb membuat sy diterima bekerja di posisi saya sekarang ini. Dia melakukan semua ini dgn gratis. Saya bahkan tidak tahu alamatnya, dan dia tidak pernah tahu saya. Dia hanya melakukannya untuk keprofesionalan saya “.

Dia lalu berbalik ke Sara, “Saya tidak punya pertanyaan untuk Anda lagi, Anda sdh mendapat pekerjaan ini. Silahkan datang besok, semua surat penugasan Anda akan sy siapkan untuk Anda”.

Setelah bertahun-tahun bekerja, Sara Smith menjadi Corporate Affairs Manager perusahaan dengan dua mobil dan drivernya. Apartment dua lantai disediakan kantornya, dan gaji besar di luar tunjangan dan biaya2 lainnya.

Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan, Pimpinan perusahaan datang dari Amerika mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dan mencari penggantinya. Orang dgn Kepribadian dan integritas yang tinggi adalah yg dicari. Lagi2 para konsultan perusahaan menominasikan Sara Smith.

*Dalam sebuah wawancara, Sara Smith ditanya rahasia kesuksesannya*.

*Dengan air mata berlinang, dia menjawab, “Ayah telah membuka jalan bagiku. HANYA setelah ia meninggal, aku baru sadar bahwa dia secara finansial miskin tapi ia luar biasa kaya akan integritas, disiplin dan kejujuran”.*

*Dia ditanya lagi, “Mengapa Anda menangis? Kan Anda skrg bukan lagi sbg seorang anak yg merindukan ayahnya yg sdh pergi dlm waktu yang lama?*

*Dia menjawab, “Pada saat kematiannya, aku menghina ayah krn menjadi orang yang jujur dan ber​​integritas tinggi. Aku berharap dia akan memaafkanku dalam kuburnya sekarang. Aku sebenarnya tidak akan bisa sesukses ini. Ayah yg tlh melakukannya untuk ku. Dan aku tinggal berjalan meraih suksesku”.*

Akhirnya dia ditanya, “Apakah Anda akan mengikuti jejak kaki ayahmu spt yg ia dhl minta?”

Dan Sara menjawab dg sederhana, “Aku sekarang mengagumi Ayah, Aku memiliki foto besar yg tergantung di ruang tamu dan di pintu masuk rumahku. Dia layak memperoleh apa pun yang saya miliki … setelah TUHAN”.

Apakah Anda seperti Tom Smith?

Ia membayar mahal untuk membangun sebuah nama baik, buahnya tidak datang dengan cepat tetapi akan datang walaupun mungkin diperlukan waktu yg lama. Tapi buah itu akan berlangsung lebih lama lagi.

*Moral cerita:*

*Integritas, disiplin, kontrol diri dan takut akan Tuhan membuat manusia jadi kaya, bukan rekening bank yg gemuk.*

*Tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak Anda.*

Copas dari grup WA 3i The Next Quadrant

https://web.facebook.com/renungankesaksiankristen/

MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM BERGEREJA

MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM BERGEREJA

(Sebuah Kajian Humaniora)

Telah diterbitkan pada Majalah Galang Kangin Edisi 2 Tahun 2016

Oleh

[i]Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, MA.

[i] Penulis adalah Dosen Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Humaniora dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, berdomisili di Desa Sading, Mengwi, Badung. dan berjemaat di GKPB Jemaat Kudus Sading.

Menurut Plato, keadilan dimaknai sebagai seseorang membatasi dirinya pada kerja dan tempat dalam hidupnya disesuaikan dengan panggilan kecakapan “talenta” dan kesanggupan atau kemampuannya. Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dapat dikatakan adil adalah seseorang yang mampu mengendalikan diri dan perasaannya oleh akalnya (Plato 427-347 SM). Jauh sebelum lahirnya demokrasi modern, konsep keadilan telah lama berkembang dan hingga saat ini belum pernah terwujud secara sempurna, termasuk dalam kehidupan bergereja.

Menurut Plato, untuk mewujudkan keadilan adalah dengan cara mengembalikan masyarakat pada struktur aslinya, dimana metode untuk mewujudkan keadilan ini adalah dengan mengembalikan masyarakat pada struktur aslinya, misalnya jika seseorang sebagai guru baiklah tugasnya hanya mengajar saja, jika seseorang sebagai prajurit baiklah tugasnya hanya menjaga kedaulatan negara, jika seseorang sebagai pedagang baiklah tugasnya hanya dibidang perniagaan saja. Jika seseorang sebagai gubernur atau presiden baiklah tugasnya hanya untuk memimpin negara dengan adil dan bijaksana. Pendapat ini sejalan dengan Roma 12:7 yakni: “Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar”, bukan dibolakbalik atau dicampuradukkan.

Metode berikutnya adalah Gereja sebagai organisasi dapat melakukan pengawasan terhadap fungsi struktur organisasi gereja untuk mengembalikan jemaat pada struktur aslinya sehingga mampu menciptakan stabilitas, dan tidak terjadinya penyimpangan struktur organisasi. Pada keadaan demikian, keadilan bukan mengenai hubungan antara individu, melainkan hubungan antara individu dengan organisasinya. Ada istilah yang lahir dalam kehidupan bergereja yakni “Organisasi gereja adalah tempat untuk memberi, bukan untuk menerima. Ada juga motto yang berkembang di USA yakni “jangan tanyakan apa yang dapat diberikan gerejamu kepadamu, namun tanyakan!, apa yang dapat engkau berikan kepada gerejamu?” artinya kekaryaan dan karya seseorang harusnya dapat dipersembahkan untuk gereja sesuai dengan karya talenta dan karunia hidupnya. Konsep ini sejalan dengan Roma 12:1 yang berbunyi “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”.

Gereja yang hidup adalah gereja yang jemaat-jemaatnya mampu menjadi berkat dan terang bagi sesamanya, namun demikian peran pemimpin juga sangat menentukan kehidupan bergereja. Keadilan dapat juga diwujudkan dengan memilih pemimpin dari putra terbaik dalam masyarakat gereja, sebaiknya tidak dilakukannya melalui pemilihan langsung atau “voting”, melainkan dengan kesepakatan tertentu sehingga dapat ditentukan pemimpin yang benar-benar “manusia super” dari masyarakat tersebut, yang juga berarti yang memimpin gereja seharusnya manusia super “the king of philosopher” karena keadilan juga dipahami secara metafisis keberadaannya tidak dapat diamati oleh manusia. Konsep ini mengakibatnya terjadi pergeseran konsep keadilan kepada dunia lain di luar pengalaman manusia, dan akal manusia yang esensial bagi keadilan yang harus tunduk pada cara-cara Tuhan yang keputusanNya berlaku absolute atau tidak bisa diubah dan tidak bisa diduga. Ayat yang tepat untuk melihat konsep ini adalah Kisah Para Rasul 14:23 yang berbunyi “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka”. Sangat jelas dikatakan, bukan memilih/voting tetapi menetapkan. Tentu saja penetapan seorang pemimpin, apalagi seorang pemimpin gereja mesti harus tetap berpadanan dengan Tata Gereja yang semestinya berpadanan juga dengan Alkitab sebagai hukum yang dapat dipertanggungjawabkan secara sorgawi maupun duniawi.

Bagaimana keadaan kehidupan masyarakat gereja yang adil?. Keadaan kehidupan masyarakat yang adil akan terlihat jika struktur yang ada dalam masyarakatnya dapat menjalankan fungsinya masing-masing, dan elemen-elemen prinsipal dalam masyarakat tetap dapat dipertahankan, elemen-elemen dasar tersebut adalah: (1) adanya pemilahan tugas dan fungsi yang tegas dalam masyarakat gereja, para pemimpin dalam masyarakat harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kecakapan untuk menjadi pemimpin dan kesanggupan untuk memimpin dengan adil. (2) adanya pengawasan yang ketat atas dominasi serta kolektivitas kepentingan-kepentingan kelompok tertentu dalam masyarakat gereja sehingga fungsi-fungsi masyarakat gereja tetap berjalan sesuai struktur aslinya. (3) kelompok pada golongan penguasa (rohaniawan) tidak berpartisipasi atau turut campur dalam aktivitas perekonomian, terutama dalam mencari penghasilan, namun kelompok tersebut tetap memiliki otoritas yang kuat atas semua tri panggilan gereja, sehingga  dalam hal ini gereja harus “self-sufficient” atau mandiri jika tidak demikian, para rohaniawan akan bergantung pada para pedagang atau justru para rohaniawan itu sendiri menjadi pedagang. (4) Harus ada sensor terhadap semua aktivitas intelektual kelas rohaniawan, dan propaganda terus-menerus untuk menyeragamkan pikiran-pikiran mereka sehingga kesatuan dalam masyarakat gereja tetap dapat dipertahankan artinya kontrol sosial berjalan dengan baik.

Untuk apa seseorang mesti bergereja?. Satu jawabannya adalah untuk mencapai tujuan akhir. Menurut Aristoteles (384-322 BC), tujuan tertinggi sebagai makna terakhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia) karena apabila sudah bahagia, seseorang tidak memerlukan apa-apa lagi. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang baik pada dirinya sendiri. Kebahagiaan akan bernilai bukan karena demi nilai lain yang lebih tinggi, melainkan karena demi dirinya sendiri. Semua tujuan yang lain bermuara pada kebahagiaan sebagai tujuan terakhir. Keadaan manusia yang telah mencapai tujuan akhir adalah mereka telah memiliki kebijaksanaan, hidup sempurna dengan mencintai kebenaran-kebenaran abadi, mampu merasakan cukup dalam sagala hal atau tidak rakus dan tamak. Unsur kebijaksanaan adalah unsur tujuan akhir yang paling utama. Keadaan manusia yang hidup dalam berkeutamaan ”arete” mampu bertindak adil dan berani, melakukan tindakan yang telah dijanjikan atau ”satya wacana”  dan melaksanakan kewajiban sesuai dan berkaitan dengan janji serta melakukan semua tindakan yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Unsur berkeutamaan adalah unsur kedua dalam tujuan akhir manusia.

Kehidupan bergereja yang menjadi berkat dan terang adalah tatkala jemaatnya hidup mampu merasakan kenikmatan atau rasa senang, karena menikmati rasa senang merupakan buah hasil hidup berkeutamaan artinya orang yang baik akan senang hidupnya. Unsur rasa senang adalah unsur ketiga dari tujuan akhir hidup manusia. Keadaan jemaat yang hidup memiliki banyak sahabat, sehat jasmani dan rohani atau tidak sakit-sakitan, memiliki kekayaan yang cukup (jika orang hidup dalam kemiskinan maka tidak bahagia), dan keadaan manusia yang telah mencapai tujuan akhir juga ditunjukkan bahwa manusia tersebut dipenuhi keberuntungan serta nasib baik dan selanjutnya unsur ini disebutkan sebagai unsur turunan atau tambahan dari tiga unsur lain  di atas yakni, kebijaksanaan, berkeutamaan, dan rasa bahagia (sukacita).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mampu mewujudkan tujuan akhir tatkala seseorang: (1) memiliki ambisi yang berlebihan: karena tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan, dan kebahagiaan tersebut terpusat pada diri sendiri dan sangat subyektif serta bersifat relatif bagi setiap manusia, jika manusia tidak mampu mengontrol ambisi diri yang berlebeihan maka seseorang tidak mampu bersikap adil, selalu merasa kurang, tidak pernah merasa puas diri, dan akhirnya seseorang manjadi sangat rakus dan tamak dan pastinya dia tidak akan mendapatkan kebijaksanaan tersebut. Artinya jika penafsiran kebahagiaan bersifat subyektif maka manusia tidak mencapai tujuan akhir kebahagiaan karena mereka tidak pernah ”merasa” bahagia. (2) terlalu mementingkan diri sendiri: kebahagiaan ala Arestoteles, menurutnya dapat dicapai pada saat manusia masih hidup dan sifat dari kebahagiaan tersebut bersifat amanen atau duniawi. Kontemplasi dalam pemikiran Aristoteles tidak berarti pertemuan atau persatuan dengan sesuatu di luar atau di atas manusia, melainkan pemenuhan bakat atau kemampuan manusia yang paling tinggi, kemampuannya untuk melakukan kegiatan yang sifatnya mencukupi pada dirinya sendiri (self-sufficient) artinya seseorang bisa terjebak pada hal-hal yang bersifat mementingkan diri sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan tersebut, jika manusia terjebak pada sifat mementingkan diri sendiri seseorang akan dengan mudah tidak memenuhi janji-janji yang pernah dikontrakkan atau  dikrarkan dan cenderung berpihak pada hal-hal yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Pada saat inilah seseorang tidak dapat merasakan kebahagiaan. (3) sakit-sakitan, kurang bisa bergaul, hidup miskin, kurang beruntung: Ironis sekali, Arestoteles memandang kebahagiaan juga dapat digambarkan bahwa seseorang yang sakit-sakitan tidak akan merasa bahagia, orang yang tidak memiliki banyak teman akan merasa tidak bahagia, orang yang kehidupannya miskin tidak akan merasa bahagia, dan seseorang yang sering mendapat musibah atau bencana atau kurang beruntung dianggap tidak akan merasa bahagia. Artinya tujuan akhir manusia tidak akan tercapai jika mereka sakit-sakitan, tidak banyak teman, miskin, atau bernasib buruk karena dalam kondisi seperti ini tidak mungkin seseorang merasa bahagia. Bagian ketiga dari tujuan akhir ini mungkin dapat menimbulkan perdebatan yang sengit, namun ini adalah sebuah kenyataan yang telah ada sejak manusia ini dijadikan. Konsep ini telah melahirkan beberapa motto hidup seperti misalnya “uang bukan segala-galanya, namun segala-galanya perlu uang”, “teman adalah orang yang selalu ada pada kesulitan yang kita alami”, “seseorang yang berlimpah harta bendanya dapat membeli obat bahkan rumah sakit semahal apapun, namun dia tidak pernah mampu membeli kesehatan itu”.

Peran gereja kekinian semestinya dapat diarahkan untuk mewujudkan keadilan bermasyarakat gerejanya walaupun gereja itu sendiri tidak pernah mendapatkan keadilan dari masyarakat yang heterogen ini. Makna lainnya adalah bahwa gereja tidak gampang meniru cara-cara duniawi untuk mengatur tatakelola kehidupan bergereja. Untuk dapat mewujudkan kehidupan bergereja yang adil, semestinya pemimpinnya adalah seseorang yang tidak memiliki ambisi yang berlebihan, tidak mementingkan diri sendiri atau golongannya, dan juga sehat secara jasmani, mental, dan rohani pastinya. Alangkah baiknya jika kehendak sorgawi dapat tercapai dan terwujud dalam kehidupan bergereja seperti doa yang setiap hari kita ucapkan “jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga”. Struktur masyarakat gereja yang mengerti dan menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan talenta dan karunia, sesuai dengan tugas panggilan yang diberikan baik secara formal maupun informal. Tulisan ini tidak memiliki tendensi pada objek dan subjek seseorang tetapi menyajikan sebuah konsep keadilan yang telah lama dilupakan dalam usaha untuk mewujudkan makna sebuah keadilan dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

 

[i] Penulis adalah Dosen Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Humaniora dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, berdomisili di Desa Sading, Mengwi, Badung. dan berjemaat di GKPB Jemaat Kudus Sading.

Belajar dari 5 Ekor Monyet

Belajar dari 5 Ekor Monyet

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan? seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. ?Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?? protes keduanya?.

Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh? jelas monyet C.

Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. ?Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas ? Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?? tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik ?

Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya?..

***

Renungan:

Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?

Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini?,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya? atau mungkin kalimat ?Kamu mau gagal kayak si X ? lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh?. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?

Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. ?Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal? adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.

Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.

Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata ?Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho?.

Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.

Berapa orang yang akan menjawab ?Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-2 kaya ?? Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.

Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?

Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

“Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda.”

https://kudussading.wordpress.com/2016/06/16/belajar-dari-5-ekor-monyet/

Puisi Paskah Chairil Anwar

Puisi Paskah Chairil Anwar

Puisi Paskah

MAKNA SEPASANG SEPATU

“MAKNA SEPASANG SEPATU”
Seorg bapak tua hendak menaiki bus, pd saat ia menginjakkan kakinya ketangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan.

Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, shg si bapak tua tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.
Dgn tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkan nya keluar jendela.
Seorg pemuda yg duduk dlm bus melihat kejadian itu dan bertanya kpd si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga?”.
Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan, “Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya. Itu sepatu baru dan bagus.
Jgn sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja:

• Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.

• Saat dipakai berjalan, gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama.
Kiri-kanan ! kiri-kanan !

• Tak pernah menuntut utk berganti posisi, namun saling melengkapi, yg satu loncat, yg lain mengikuti.

• Selalu sederajat tak ada yg lebih rendah atau lebih tinggi. Satu naik tangga, pasangannya mengikuti.

• Bila yg satu hilang, yg lain tak memiliki arti.
Si Anak muda msh penasaran. “Tapi bapak koq tdk kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yg tinggi?”.
Si Bapak tersenyum santai. “Ah, Anak muda ketahuilah, “HARTA cuma TITIPAN, NYAWA cuma PINJAMAN. TUHAN bisa mengambilnya sewaktu².”

✝ Pesan moral: Kehilangan tdk bisa pilih². Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA SAJA dan KAPAN SAJA.
~Musibah, Rejeki dan berbuat Salah itu pasti kita alami.
~Syukurlah bagi kita org beriman diberikan cara utk menghadapinya:
~Dapat “Musibah” supaya BERSABAR…..
~Dapat “Rejeki” supaya BERSYUKUR….
~Berbuat “Salah” supaya segera BERTOBAT….
Semoga bermanfaat …

Artikel Cerdas

Artikel Cerdas

Filosofi Angsa Mengajarkan Kita untuk Kompak

Filosofi Angsa Mengajarkan Kita untuk Kompak

Date : 03 August 2014

Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”, dan hikmat pelajaran yang dapat kita ambil darinya. Fakta Ilmiah 1. Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu… read more


Akhiri Dengan Penuh Rasa Syukur

Akhiri Dengan Penuh Rasa Syukur

Date : 02 August 2014

Pernahkah Anda memberikan sesuatu kepada orang lain, membantu orang lain dan kemudian mereka yang menerimanya mengucapkan terimakasih kepada Anda? Bagaimana perasaan Anda sewaktu dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, menolong orang lain yang memerlukan bantuan dan mereka mengucapkan terimakasih atas bantuan Anda? Perasaan Anda tentu senang dan bahagia, bukan. Meskipun sekedar ucapan terimakasih, namun itu dapat menyempurnakan kebahagiaan Anda dalam… read more


Perjuangan Sang Kupu-Kupu, Perlu di Contoh nih!

Perjuangan Sang Kupu-Kupu, Perlu di Contoh nih!

Date : 01 August 2014

“Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tsb berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.” Kemudian, tampaknya usaha tersebut sia-sia, berhenti, dan tidak ada perkembangan yang berarti. Seolah-olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, dimana tidak bisa dilanjutkan lagi. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya Tapi apa yg terjadi? Kupu-kupu itu memiliki… read more


Sebaiknya Kerjakan Sekarang atau Nanti Saja Ya?

Sebaiknya Kerjakan Sekarang atau Nanti Saja Ya?

Date : 31 July 2014

Setiap hari Selasa, Sinta mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Untuk tugasnya ini, tentunya Sinta perlu mempersiapkan materi yang akan dikuliahkan. Nah, sekarang adalah hari Senin malam, besok Sinta harus mengajar. Sinta memperkirakan bahwa ia bisa menyelesaikan persiapan ini dalam dua jam. Ternyata, buku teks belum ia baca, contoh-contoh dan ilustrasi untuk menunjang penjelasan masih harus dicari, presentasi di powerpoint… read more


Sukses Hidup Kita dimulai dari Impian Besar Kita Sendiri

Sukses Hidup Kita dimulai dari Impian Besar Kita Sendiri

Date : 30 July 2014

Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka? Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati… read more


Tips Mudah Menjadi Karyawan Sukses!

Tips Mudah Menjadi Karyawan Sukses!

Date : 29 July 2014

Ingin menjadi karyawan sukses? Disenangi oleh atasan? Meraih karir dengan cepat, naik pangkat terus menerus? Ingin gaji naik cepat? Ingin juga disenangi oleh rekan kerja dan bawahan? Ingin lingkungan kerja terasa nyaman dan selalu bergairah? Silahkan baca dan terapkan beberapa tips berikut ini di tempat kerja Anda. 1. Sikap Pondasi utama yang harus Anda lakukan adalah menata sikap diri anda… read more


3 Langkah Praktis agar Mendapat Jawaban

3 Langkah Praktis agar Mendapat Jawaban “YA” untuk Apapun dari Siapapun

Date : 28 July 2014

”Ya, produk Bapak akan saya beli. Ya, Ibu akan saya bantu. Ya, gaji Anda akan saya naikkan. Ya, Anda akan mendapatkan kenaikan jabatan seperti yang Anda minta. Ya, Anda akan memperoleh pelayanan yang terbaik. Ya, permintaan Anda pasti saya luluskan.” Betapa merdunya kata ”ya” yang didengungkan untuk memenuhi permintaan kita. Untuk memperoleh jawaban merdu tersebut seringkali kita harus melewati berbagai… read more


Apa Itu Neurological Levels Dalam Pikiran Kita?

Apa Itu Neurological Levels Dalam Pikiran Kita?

Date : 27 July 2014

Neurological Levels memiliki beberapa level. Ia mengacu pada sistem proses berpikir kita dan terjadi pada berbagai tingkatan level. Sistem kerja setiap tingkat tidak berdiri sendiri. Sistem itu saling mempengaruhi di mana level yang lebih tinggi selalu mempengaruhi level-level di bawahnya. Begitu juga level-level dibawahnya-pun dapat mempengaruhi level-level diatasnya. Untuk mempermudah pemahaman, berikut contoh tentang perilaku dan sikap kita. Perilaku dan… read more


Ingin Tujuan Anda Cepat Tercapai? Gunakan Pendekatan Outcome Thinking!

Ingin Tujuan Anda Cepat Tercapai? Gunakan Pendekatan Outcome Thinking!

Date : 26 July 2014

Outcome thinking adalah satu dari empat filosofi Neuro Linguistic Programming (NLP). Dasar pemikiran utamanya adalah :  1. Bila seseorang berada pada kondisi yang tidak diinginkan (present/problem state), ia harus merespon dengan bertanya: “Kondisi seperti apa yang saya inginkan? (desired state). Kita harus tau betul apa yang kita inginkan, kemudian mencari solusi untuk mengatasi masalah. Berpikir dalam mengatasi masalah adalah seperti berpikir diluar kotak, berusaha berpikir “zoom out” dan tidak terjebak… read more


Ingin Sukses? Basmi Mental Pecundang dan Rintangan dalam Hidupmu!

Ingin Sukses? Basmi Mental Pecundang dan Rintangan dalam Hidupmu!

Date : 25 July 2014

There are winners, there are losers and there are people who have not yet learned how to win. — Leslie C. Brown Jika kamu sudah berani menginginkan kesuksesan, berani merancang sebuah gol besar, belumlah menjadi jaminan untuk mencapai kesuksesan. Karena perjalanan ribuan mil yang sudah diputuskan, harus dimulai selangkah demi selangkah, tentu saja perjalanan itu masih panjang. Berapa lama kita… read more

 

Artikel Cerdas

Berteman dengan Nasib Baik dan Selalu Menjadi Pemenang di Setiap Waktu

Berteman dengan Nasib Baik dan Selalu Menjadi Pemenang di Setiap Waktu

Date : 24 July 2014

“Luck is what happens when preparation meets opportunity.” – Darryl Royal Apa yang aku inginkan? Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat penting – the ultimate question. Seorang yang bermental pemenang pasti bisa menjawab pertanyaan diatas. Bahkan seorang pemenang bertanya: “Kehidupan seperti apa yang akan aku usahakan? Bagaimana aku dapat membuat hal itu terjadi untuk diriku? Apa yang dapat aku berikan pada kehidupan ini,… read more


Anda Gentle? Jangan Kabur dari Masalah dong!

Anda Gentle? Jangan Kabur dari Masalah dong!

Date : 23 July 2014

Situasi yang tampaknya bagaikan sebuah ketidak-beruntungan dapat menimpa siapa saja. Namun, kita harus menyikapinya sebagai pengalaman hidup yang akan menempa ketangguhan jiwa dalam menghadapi masa depan yang jauh lebih menantang. Tegar, itulah satu kata yang mewakili semuanya. Pelajaran penting: Jika kita melarikan diri dari penderitaan, maka kita akan berlari sepanjang hidup dan tak pernah benar-benar matang sebagai manusia. Melarikan diri… read more


Punya Goal banyak dan besar, mimpikah aku? mampukah aku?

Punya Goal banyak dan besar, mimpikah aku? mampukah aku?

Date : 22 July 2014

Orang sukses selalu menentukan tempat tujuan sebelum memulai perjalanan. Sekarang, giliran Anda merancang VISI, dan MISI untuk mencapai tujuan-tujuan (goals) Anda, berapapun banyaknya, dan sebesar apapun jumlahnya. Tidak Ada Gol yang Terlalu Besar Perjalanan dari present state menuju desired outcome memang perjalanan panjang, terjal, dan berliku-liku. Namun barang siapa yang tidak berhenti ditengah jalan, ia akan meraihnya. Perjalanan dan rintangan… read more


Bekal Wajib agar Siap Tempur dalam Bekerja

Bekal Wajib agar Siap Tempur dalam Bekerja

Date : 21 July 2014

Kenali Kekuatan dan Potensi Diri Sebelum memulai memilih dan melakukan pekerjaan, kenali kekuatan dan potensi diri Anda terlebih dahulu, apakah Anda: 1. Thinker, orang yang menyukai konsep. 2. Checker, orang yang sudah mengontrol dan mengaudit sesuatu. 3. Talker, orang yang suka berbicara. 4. Actor, orang yang lebih suka bertindak daripada berbicara. Setelah Anda tahu, Anda dominan di tipe apa, ini… read more


Langkah Mudah Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Langkah Mudah Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Date : 16 July 2014

Semua orang pasti punya satu atau dua kebiasaan buruk, atau bahkan lebih. Namun jangan khawatir. Meski sudah menjadi kebiasaan, bukan berarti selamanya tak bisa diubah. Berikut adalah tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam 6 langkah: 1. Spesifik Semakin spesifik hal yang ingin Anda capai, semakin baik. Jangan buat tujuan yang terlalu umum, seperti “tidak jorok” tapi buatlah yang lebih spesifik, misalkan… read more


Kiat Sukses Hidup Ala Nabi Sulaiman AS

Kiat Sukses Hidup Ala Nabi Sulaiman AS

Date : 15 July 2014

Berikut adalah ringkasan kiat – kiat sukses untuk mencapai kehidupan yang bahagia, berkecukupan, dan berkah menurut Nabi Sulaiman. 1. Hanya orang rajin dan cekatan yang diingat oleh pimpinannya. 2. Tangan orang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin dan cekatan membuat kaya raya. 3. Berlakulah jujur, adil, dan benar. 4. Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya. Tetapi siapa kotor kelakuannya, gelisah,… read more


Kepemimpinan, Prinsip, dan Rahasia Bisnis Nabi Sulaiman AS

Kepemimpinan, Prinsip, dan Rahasia Bisnis Nabi Sulaiman AS

Date : 14 July 2014

Kehidupan para Nabi merupakan contoh yang patut diteladani oleh siapa saja. Perjalanan hidup mereka merupakan gambaran dari perjuangan melawan kekufuran, kejahatan, dan hawa nafsu duniawi. Para Nabi memiliki teknik kepemimpinan, yang disebut kepemimpinan spiritual. Kepemimpinan spiritual adalah kepemimpinan yang membawa dimensi keduniawian kepada dimensi spiritual. Kepemimpinan spiritual merupakan pemahaman dan penginternalisasian sifat Allah, menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya dan meneladani… read more


Pendidikan yang Perlu Anda Tahu

Pendidikan yang Perlu Anda Tahu

Date : 13 July 2014

“Beri tahu aku dan akan aku lupakan. Tunjukkan aku dan mungkin akan kuingat. Libatkan aku dan aku akan paham.” Pepatah Tiongkok Jenjang pendidikan dasar SD, SMP, SMA, dan pendidikan lanjutan D1, D2, D3, D4, S1, S2, S3 merupakan pendidikan formal dalam negara ini. Banyak yang mempercayai bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka ia akan memperoleh kecerdasan intelektualitas, pekerjaan semakin… read more


Ayo Tingkatkan Produktivitas Tim Kerja Kita!

Ayo Tingkatkan Produktivitas Tim Kerja Kita!

Date : 12 July 2014

“Sering kali, melakukan terlalu banyak hal sekaligus justru akan mendapat terlalu sedikit hasil.” Menurut Adam Smith, melakukan pembagian tugas, membagi-bagi proses kerja dan tugas hingga yang terkecil, serta memiliki orang-orang yang tepat untuk melakukan tugas itu, akan menghasilkan kecepatan kerja dan hasil yang terbaik. Ekstrim-nya, jika seorang pekerja hanya melakukan satu tugas, maka tidak ada waktu terbuang dengan berpindah dari… read more


Tingkat Kesuksesan Anda = Tingkat Kemampuan Anda

Tingkat Kesuksesan Anda = Tingkat Kemampuan Anda

Date : 11 July 2014

“Untuk menonjol dalam profesi apapun, dibutuhkan bakat.” Adam Smith Di dunia ini terdapat dua sektor yang menentukan perekonomian seseorang, kelompok, negara, bahkan dunia. Yaitu sektor riil dan sektor moneter. Menurut pandangan Islam murni, sektor riil adalah satu-satunya jalan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Namun, berbeda dengan kenyataan yang ada di dunia pada saat ini. Kesuksesan orang-orang yang berada… read more

– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/any/10#sthash.RA7Gt1li.dpuf

Artikel Cerdas

Batasi Pengeluaran dan Bayarlah Hutang

Batasi Pengeluaran dan Bayarlah Hutang

Date : 10 July 2014

“Jika pengeluaran tidak dibatas, modal akan berkurang hingga habis tak bersisa.” Hampir seluruh negara di dunia ini memiliki hutang. Sederhananya, hutang tersebut akibat dari lebih banyak tindakan serta kegiatan konsumtif dibandingkan dengan produtif (yang menghasilkan uang). Hutang ini semakin lama semakin menggelembung, dan generasi penerus, generasi mendatanglah yang akan terbebani dengan hutang tersebut, pajak meningkat. Herannya, sebenarnya kemana larinya uang… read more


Ingin Menjadi Pribadi yang Lebih Baik? Tingkatkan Kesadaranmu!

Ingin Menjadi Pribadi yang Lebih Baik? Tingkatkan Kesadaranmu!

Date : 09 July 2014

Kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran jiwa jauh melebihi kemampuan pancaindra sebagai alat dari otak. Berbagai kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran jiwa dapat memberi Anda berbagai kekuatan psikis. Dengan dimilikinya kekuatan ini, kita akan memahami diri kita sepenuhnya, yaitu mempelajari kelebihan dan kekurangan kita. Kita dapat mengetahui pelajaran yang harus diambil dalam hidup ini. Kesadaran jiwa amat berguna untuk lebih memahami… read more


Manfaat Meditasi yang Jarang Orang Tahu

Manfaat Meditasi yang Jarang Orang Tahu

Date : 08 July 2014

Banyak orang sedang dalam pencarian. Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Padahal, seluruh jawaban dapat diperoleh dalam diri masing-masing, dengan cara mencapai kesadaran sejati. Pada kesadaran ini seluruh jawaban dapat diperoleh dengan mudah dan gamblang. Jalan hidup yang harus ditempuh juga dapat diketahui dengan jelas, seakan-akan peta lengkap sudah ada di tangan. Namun, hanya dengan mengalami, pengertian dan jawaban yang terdalam… read more


Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anda?

Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anda?

Date : 07 July 2014

“Segalanya mudah, jika kita tahu caranya.” Begitu juga menyadap proses berpikir otak kita, agar kita menjadi pribadi yang kreatif.   Model Kreatif Empat-Tahap Model Wallas (didasarkan kajiannya tentang proses berpikir para sarjana, ilmuwan, dan ahli matematika tersohor)  Tahap Persiapan Pada tahap persiapan otak mengumpulkan informasi dan data yang berfungsi sebagai dasar atau riset… read more


Menjadi Lebih Kreatif Yuk!

Menjadi Lebih Kreatif Yuk!

Date : 06 July 2014

Terdapat tujuh jenis kreativitas (Dr. Howard Gardner) : 1. Verbal/linguistis : kemampuan memanipulasi kata secara lisan atau tertulis. 2. Matematis/logis : kemampuan memanipulasi sistem nomor dan konsep logis. 3. Spasial : kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan desain 4. Musikal : kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik, seperti nada, irama, dan keselarasan 5. Kinestetis-tubuh : kemampuan memanfaatkan tubuh dan gerakan,… read more


Tips Agar Dapat Ikhlas

Tips Agar Dapat Ikhlas

Date : 05 July 2014

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada… read more


11 Kelalaian yang Dapat Mengapus Amalan

11 Kelalaian yang Dapat Mengapus Amalan

Date : 04 July 2014

Tidak sedikit di antara kita yang menulis pada statusnya di FB: “Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur’an sudah. Sekarang apalagi ya?” Atau, menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan puasa, atau mengatakan: “Wahh, jalanan macet banget, bisa telat berbuka di rumah nih”. Wahai para hamba Allah yang sedang… read more

– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/any/20#sthash.CNqvLHxj.dpuf


– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas#sthash.aIO7tq3J.dpuf

Apakah hidup ini sulit atau mudah?

Apakah hidup ini sulit atau mudah? simak dialog berikut ini:

Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.

Jawab Om: He he…

Lho khoq ketawa?

Jawab Om: Yah memang itu perasaanmu, masa’ saya ikut campur.

Tapi benar gak itu Om?

Jawab Om: Apa?

Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.

Jawab Om: Bagi siapa?

Hmm…

Jawab Om: Hayoo, tidak mudah bagi siapa?

Hmmm… bagi aku kali ya?

Jawab Om: Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?

Hmm… kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?

Jawab Om: He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.

Maksudnya Om?

Jawab Om: Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.

Terus?

Jawab Om: Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.

Terus aku harus bagaimana?

Jawab Om: Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.

Yah, aku ngak suka dinasihati.

Jawab Om: Kenapa?

Itu khan cuman omongan.

Jawab Om: Hmm… tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.

Tapi khan jalaninya sulit Om?

Jawab Om: Memang.

Terus bagaimana?

Jawab Om: Jalani saja.

Tapi khan sulit Om?

Jawab Om: Memang.

Terus gimana?

Jawab Om: Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.

Tapi khan sulit Om?

Jawab Om: Sini sini… aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.

Memangnya ada yang hidupnya mudah?

Jawab Om: Hmm… kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa – tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah – jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.

Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?

Jawab Om: Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.

Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?

Jawab Om: Ya.

Mulai kapan ya Om?

Jawab Om: Segera.

Tapi gak tahu caranya?

Jawab Om: Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?

Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om?

Jawab Om: (Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)… yah mungkin seperti itulah?!

Om khoq kelihatan sedih?

Jawab Om: Yah begitulah…

Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.

Jawab Om: He eh…

OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.

Jawab Om: Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!

Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.

Jawab Om: Kenapa begitu?

Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!

Jawab Om: Terus saya harus bilang wow! gitu?

Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.

Jawab Om: He he… you are so cute. I love you.

I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.

Jawab Om: He he… you remind me of myself. The best of success ya?

Aamiin. Bye Om…

Jawab Om: Wa’alaikum salaam.