sapi, monyet, anjing, dan manusia

*Renunga Sore menjelang Malam..*

Konon..
Pada suatu ketika..

Dulu.. ketika Tuhan menciptakan sapi, monyet, anjing n manusia, Tuhan Berkata…:

“Hari ini Kuciptakan kau sbg sapi 🐂
Engkau harus pergi ke padang rumput 🌾🌿
Bekerja dibwah terik 🌞
matahari spanjang hari…
Kutetapkan umurmu skitar 50th..”

Sang sapi kberatan,
“Kehidupanku akan sgt berat slama 50th,
Kiranya 20th cukuplah,
Kukmbalikan yg 30th”

Maka setujulah Tuhan..

Di hari ke-2 Tuhan Menciptakan
monyet 🐒.
“Monyet
Aku berikan kau umur 20th”

Sang monyet 🐵 menjawab
“What? Mnghibur mereka n membuat mreka tertawa?
10th cukuplah, kukembalikan 10th “.

Maka setujulah Tuhan..

Di hari ke3, Tuhan menciptakan anjing 🐩
“Apa yg harus kau lakukan adalah
menjaga pintu rmh majikanmu.
Setiap org yg mndekat, kau hrs
mnggonggongnya,
Utk itu Kuberikan hidupmu slama 20th”

Sang anjing 🐕 mnolak,”Mnjaga pintu spanjang hari slama 20th? No way!
Kukmbalikan 10th”

Maka setujulah Tuhan..

Di hari ke4, Tuhan mnciptakan manusia 👶
Sabda Tuhan: “Tugasmu adalah makan, tidur n ber-senang2. Inilah khidupan,
Kau akan mnikmatinya,
akan Kuberikan engkau umur spanjang 25th”

Sang manusia 👨 kberatan,
Katanya “Mnikmati khidupan slama 25th?
Itu terlalu pendek Tuhan..Let’s make a deal..
Krn sapi mngembalikan 30th usianya,
lalu anjing 🐶 mngembalikan 10th,
& monyet🙊 mngembalikan
10th
Maka berikanlah smuanya itu pdku,
Smua itu akan mnambah masa hidupku mnjadi 75th, setuju ?”

Maka setujulah Tuhan..

AKIBATNYA:

Pd 25th pertama kehidupan sbg manusia kita makan, tidur n ber-senang2..

“Party ouii…” 🍹🍻🍧🎉🎊

30th brikutnya mnjalankan khidupan layaknya seekor sapi,
kita hrs bekerja keras sepanjang hari utk menopang kluarga kita..

10th kemudian kita membuat cucu kita tertawa dgn berperan sbg monyet yg mnghibur..
“Ciluk… ba”

Dan 10th brikutnya kita tinggal dirmh,
duduk (dikursi roda) didepan pintu n menggonggong
kpd org yg lewat,
Uhuk, uhuk (batuk)… Plus ngomel2…

“Makanya gunakanlah waktu se-baik2nya” ..

Lucu tapi maknanya dalam sekali..

Maksimalkan potensi diri. Kumpulkan amalan kebaikan. Ketahui tujuan akhir kita. Di dunia ini hanya sebentar. Lakukan yg terbaik.

Advertisements

Kemuliaan Palsu

20993055_1514772441920329_9193150519256176708_n

Aktor terkenal yang juga mantan gubernur California Arnold Schwarzenegger menghebohkan jagad sosial media setelah mengunggah foto dirinya yang sedang tidur di jalan di bawah patung perunggu dirinya di luar hotel, dan menulis dengan sedih, ‘How times changed’ (“Bagaimana waktu berubah”).

Melalui foto tersebut, dia menyampaikan sebuah pesan bahwa penghormatan orang terhadap Anda berubah seiring berjalannya waktu.

Seperti dilansir Trends Gulte (22/8/2017), alasan dia menuliskan kalimat tersebut bukan karena dia tua, tapi karena ketika dia jadi gubernur California meresmikan hotel tersebut dengan patung perunggu dirinya di depan hotel tersebut. Pihak hotel menyampaikan ke Arnold “Setiap saat Anda boleh datang dan ada kamar untuk Anda yang selalu tersedia”. Namun ketika Arnold sudah tidak menjabat gubernur lagi dan datang ke hotel tersebut, pihak hotel menolaknya dengan alasan bahwa kamar hotel sudah penuh.

Dia lalau membawa kantong tidur dan tidur di bawah patung dirinya dan berharap orang bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

Arnold dengan kekayaannya bisa membeli hotel yang dia inginkan, tapi dia ingin menyampaikan pesan kepada orang-orang melalui tindakannya.

Dia memposting foto tersebut di media sosial, dia menyampaikan sebuah pesan bahwa ketika dia berada dalam posisi yang kuat, semua orang termasuk manajemen hotel memuji dia, namun saat dia kehilangan posisinya sekarang, mereka dengan mudah melupakan janji mereka kepadanya.

‘How times changed’

Ya waktu terus berubah.

Jangan percaya pada semua atribut duniawi: jabatan anda, harta benda anda, atau kekuasaan atau kecerdasaan anda. Semua itu tidak ada yang abadi. Kecuali kehidupan setelah kematian

Benih Jagung

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorg petani yang menanam jagung2 unggulan & seringkali memenangkan penghargaan tingkat Nasional dengan kategori : _Jagung Terbaik Sepanjang Musim_*

_Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia Kesuksesan Petani Tersebut._

*_Wartawan itu menemukan bahwa ternyata Petani itu selalu Membagikan Benih Jagungnya kepada para Tetangganya._*

_”Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?”_
_tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub._

_”Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain._

_Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang._

_Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus_ jawab si Petani itu.

Petani ini sangat menyadari hukum _*”Saling Berhubungan” ( law Of Attraction)*_ dalam Kehidupan.

_Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya,_
_Jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama._
Itulah sebabnya sang petani memberi benih Kualitas Terbaik kepada para Tetangganya

Bukan malah memberi Benih Buruk dan Cacat untuk mempermainkan dan mengakali para Tetangganya

*_Dalam kehidupan ini,_*

_Jika kita ingin Menikmati Kebaikan, kita harus memulai dengan Menabur Kebaikan kepada Orang Orang di Sekitar Kita._

_Jika kita ingin Bahagia, maka kita harus Menabur Kebahagiaan Untuk Orang Lain._

_Jika kita ingin hidup dengan Kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan Taraf Hidup Orang Orang di Sekitar Kita._

*_Sebaliknya, jika kita menebar Keburukan dan Kejelekan kepada orang Orang di Sekitar Kita,_*

*_Maka percayalah, Keburukan dan Kejelekan itu niscaya akan Menyelimuti Hidup kita._*

Kita tidak akan mungkin menjadi Pribadi yang Sukses, jika kita tidak berhasil menabur dan Menebar Kebaikan pada orang orang di sekitar kita.

*Kualitas Kita Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar.*

_Orang yang Cerdas itu Sejatinya adalah orang yang Mencerdaskan Orang Lain,_

_Begitu pula orang yang Baik adalah orang yang mau berbuat Baik utk Orang lain._

*Menjadi orang penting itu Baik, tapi menjadi orang baik itu lebih Penting.*

_Semoga kita dapat terus berupaya untuk:_

_- Berhati Bersih dan Mulia tanpa mempermainkan orang lain dan menggunakan Akal Licik,_

_- *Berpikiran jernih*,_
_- *Berkata baik, dan*_
_- *Berperilaku positif*,_
_- *Memberi yg terbaik*._

Mat Hari Minggu …

Buah Kejujuran: Jujur itu Luar Biasa

Jujur itu Hebat…
*KEJUJURAN*

Seorang CEO bermaksud untuk Pensiun, dan ingin menyerahkan jabatan nya tersebut kepada salah Seorang Karyawan terbaiknya.

Untuk itu Ia memanggil Seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya dan berkata :

_”Rawat, Pupuk, Siram dengan teratur Benih ini dan kembalilah 3 bulan dari sekarang dengan membawa Tanaman yang tumbuh dari Benih ini”._

_”YANG TERBAIK, akan menjadi penggantiku sebagai CEO di Perusahaan ini.”_

Salah seorang karyawan, bernama Toni yang juga mendapat Benih tersebut, langsung pulang ke rumah dan merawat dengan penuh disiplin Benih tanaman tersebut. Setiap hari Benih itu ia siram dengan air dan diberinya pupuk.

Setelah 3 bulan, di Kantor, semua orang saling membicarakan kehebatan tanaman mereka yang tumbuh dari Benih tersebut.

Ternyata hanya Benih tanaman Toni yang tanamannya tidak tumbuh sama sekali.

Toni merasa telah gagal.

Setelah 3 bulan, seluruh Eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil Benih tersebut.

Toni berkata kepada istrinya bahwa ia tidak akan membawa Pot yang kosong karena Bibitnya busuk dan tidak bisa tumbuh.

Namun istrinya mendorong untuk tetap membawa Pot Kosong tersebut apa adanya untuk memenuhi janji kepada Sang CEO 3 bulan yang lalu.

_”Bawa saja Mas, meskipun Mas gagal untuk bisa menumbuhkan Benih tersebut, paling tidak Mas Toni sudah menunjukan itikad baik, sudah berusaha semaksimal mungkin merawatnya sesuai dengan permintaan dan arahan CEO”_, demikian kata Istrinya.

_”Baiklah”_, jawab Toni, meskipun dengan hati ciut karena merasa tidak bisa melaksanakan perintah sang CEO dengan sebaik-baiknya.

Masuk ruang meeting, Toni membawa pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.

Ketika CEO masuk ruangan, ia memandang keindahan seluruh Tanaman yang katanya Hasil dari Benih-benih yang diberikan sang CEO 3 bulan yang lalu itu, hingga akhirnya berhenti di depan Toni yang tertunduk malu.

Sang CEO memintanya ke depan & Toni disuruh menceritakan secara kronologis proses penanamannya kok sampai tidak bisa tumbuh?..

Ketika ia selesai cerita, CEO berkata dengan antusias, _”Beri tepuk tangan untuk Toni, CEO kita yang baru”_.

CEO tersebut kemudian menjelaskan:
_”Semua benih yang kuberikan kepada kalian, sebelumnya telah KUREBUS dengan AIR PANAS hingga mati & tidak mungkin tumbuh lagi. Jika Benih kalian dapat tumbuh, berarti kalian telah menukarnya & berbohong padaku. Kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR.”_

*MORAL STORY* :
_Taburlah KEJUJURAN, karena dengan menabur Kejujuran maka akan menuai Kepercayaan._
_Jangan pernah takut berbuat JUJUR._

*The Real Moral Story* :
_Yang hebat itu Isterinya Toni. Hanya perempuan hebatlah yang bisa memberi dorongan semangat suaminya untuk selalu menjaga kejujuran._

Awali Hidup Bersih dengan *KEJUJURAN*.
Selamat Pagi dan Tuhan memberkati

Hal memberi: CERITA LUAR BIASA

*CERITA LUAR BIASA*

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang dan lusuh.

Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

_Sang mahasiswa melihat kepada dosennya dan berkata :_
*Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya,* kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan. Nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget serta cemas karena kehilangan sepatunya…”

_Dosen itu menjawab:_
“Mahasiswaku, _*tidak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan org miskin.*_ *Kamu kan seorang yang kaya dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya…*
*Sekarang cobalah kamu masukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya,* _kemudian saksikan bagaimana respons dari tukang kebun miskin itu?_”

_Sang mahasiswa sangat takjub dengan usulan dosennya._
*Dia langsung memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu.* _Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun itu._

Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju ke tempat dia meninggalkan sepatunya.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan, ternyata, *uang…*
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi *uang…*
Dia memandangi *uang* itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya.

Iapun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorang pun.

_Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap :_
*“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang…*
_Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit dan anak-anakku kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini._
*Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan…”*

_Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi ke langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari *Allah Yang Maha Pemurah*._

Sang mahasiswa sangat terharu atas pemandangan yang dilihatnya dari balik persembunyian itu. Air matanya berlinang tanpa dapat ia bendung.

_Sang dosen yang bijak berkata kepada mahasiswanya :_
_“Bukankah sekarang kamu *merasakan kebahagiaan yg lebih* dari pada kamu melakukan ide pertama untuk menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”_

_Sang mahasiswa menjawab :_
*”Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku.”*

_Sekarang aku paham makna kalimat :_
*“Ketika kamu memberi,* _kamu akan memperoleh *kebahagiaan yg lebih banyak* daripada ketika kamu diberi”._

_Sang dosen melanjutkan nasehatnya, “Ketahuilah bahwa *bentuk pemberian itu bermacam-macam:*_
1. _Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam_,…adalah suatu *pemberian.*

2. _Mendoakan teman dan saudaramu di belakangnya_ (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga *pemberian.*

3. _Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk,_ juga suatu *pemberian.*

4. _Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya_ adalah *pemberian* juga.

Ini semua adalah *”pemberian”*

Marilah kita saling *”memberi & berbuat baik”*, niscaya _*hidup kita akan menjadi lebih indah.*

SERI CHRISTIANITY LEADERSHIP

cropped-lukisan-kotbah-di-atas-bukit1.jpgSERI CHRISTIANITY LEADERSHIP

Santapan Harian
Pribadi yang Visioner
Nehemia 2:11-20

Perencanaan matang sangatlah penting. Misalnya, melakukan survei, penyelidikan, hingga ajakan untuk ikut berpartisipasi. Hal inilah yang dilakukan oleh Nehemia karena ia memiliki beban dan misi membangun kembali tembok-tembok Yerusalem. Dalam mewujudkan visinya, Nehemia mengalami berbagai rintangan dan tantangan, baik pihak yang mendukung atau menentangnya. Namun, dengan keyakinan penuh pada pemeliharaan Tuhan, ia berhasil mewujudkan semuanya itu.

Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia, visioner adalah orang yang memiliki khayalan atau wawasan ke depan. Status visioner patut diberikan kepada Nehemia. Karena ia memiliki harapan besar untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Setibanya di Yerusalem, tanpa diketahui orang lain, ia meneliti tembok-tembok kota dan ia keluar melalui pintu gerbak Lebak (13), berlanjut ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja (14), naik melalui wadi dan pulang kembali melalui pintu gerbang Lebak (15).Tindakan ini dilakukan Nehemia setelah ia meneliti semua sisi tembok.

Nehemia mengajak umat Tuhan untuk menyadari makna kemalangan. Kemalangan yang bisa saja menimpa Yerusalem karena kota itu tidak lagi dilindungi oleh tembok-temboknya. Demi keamanan seluruh bangsa di masa depan, tembok-tembok Yerusalem mesti dibangun kembali. Keyakinan Nehemia pada karya pertolongan Tuhan ia sampaikan kepada umat Tuhan. Sebagai responsnya, mereka sepenuh hati menyatakan kesediaannya untuk ikut terlibat dalam proyek tersebut (18). Nehemia melihat respons positif tersebut sebagai campur tangan Allah atas ketulusan niat mereka (20).

Saat ini kita dipanggil meneladani Nehemia, yang merupakan pribadi yang visioner dan inovatif dalam menghadapi rintangan masa kini dan mengantisipasi tantangan masa depan. Dengan kualitas dan mentalitas visioner, kita tidak akan mudah menyerah dalam menghadapi permasalahan kehidupan ini. Tentunya juga dengan percaya dan memercayai visi kita pada Tuhan. [WLD]

7 Keajaiban Dunia

Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..

Isinya seperti ini :

*Tujuh Keajaiban Dunia:*
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
*Kemudian menundukkan kepalanya berdo’a…*

_Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:_

*Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban…*

*Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita ” SYUKURI ” !!!*

_*Apa yang kita cari dalam Hidup ini…?*_

◆ *Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota …*

◆ *Kita hidup di kota, merindukan kebun…*

◆ *Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?*

◆ *Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?*

◆ *Diam di rumah, inginnya pergi…*

◆ *Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah…*

◆ *Waktu tenang, cari keramaian…*

◆ *Waktu ramai, cari ketenangan…*

◆ *Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan…*

_*Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki…*_

◆ *Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki…*

*Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR*
*dengan rahmat yang sudah kita miliki…*

*Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??*

*Menutupi telapak tangan saja sulit…*

*Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI” dengan Daun,*

*Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana*
*Bumi ini pun akan tampak buruk…*

*Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…*

*Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…*

*SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…*

_*Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,*_
_*dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan…*_

_*Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.*
*Jadi… Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki…*

*Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki…*

*Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki…*

*Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.*

*Berlombalah dalam berbuat kebaikan*

THE LAST LECTURE

Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul
“THE LAST LECTURE”
(Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007.””

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK,

terdiri atas
–Personality,
–Community and
–Life.

Berikut penjelasannya:

A. PERSONALITY:

1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.

2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif

3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.

4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.

6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).

7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.

8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.

9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.

10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa ini.

11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.

12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.

13. Senyumlah dan tertawalah.

14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.

B. COMMUNITY:

15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin

16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.

17. Ampuni setiap orang untuk segala hal

18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

19. Coba untuk membuat…………. paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.

21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

C. LIFE:

22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.

23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.

24. Lakukan hal yang benar.

25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.

27. Yang terbaik belumlah tiba.

28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.

30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tdk menunggu Tua….Mati tidak menunggu sakit…nikmati hidup….sebelum hidup tidak bisa di nikmati.

Sahabatku !,
Saat membaca dan selesai menyimak semua hal di atas, kami mohon kepada sahabatku untuk membagikan tulisan ini kepada “orang” yang kita cintai, sahabat2 kita saat sekolah, “teman” sepermainan kita, “teman” kantor, teman dimasa kecil/remaja maupun “orang” yang tinggal dengan kita.

Tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak Anda

*Pada detik2 kematiannya, seorang pria, Tom Smith, memanggil anak-anaknya dan ia menasehati mereka untuk mengikuti jejak hidupnya sehingga mereka dapat memiliki ketenangan jiwa dalam semua hal yang mereka lakukan.*

Putrinya, Sara, mengatakan, “Ayah, saya kecewa Anda meninggalkan kami tanpa uang sepeser pun di bank.

Para ayah lain yang Ayah katakan sebagai koruptor & pencuri dana publik bisa mewariskan rumah dan properti untuk anak-anak mereka; kita bahkan tinggal dlm apartemen sewaan.

Maaf, saya tidak bisa mengikuti jejak hidup Anda. Pergilah Ayah, biarkan kami mencari jalan hidup sendiri…

Beberapa saat kemudian, ayah mereka menutup mata utk selama lamanya.

Tiga tahun kemudian, Sara pergi untuk wawancara pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional.
Saat wawancara Ketua panitia bertanya, “Saudara ini punya nama Smith yang mana?”

Sara menjawab: “Saya Sara Smith. Ayah sy adalah Tom Smith yg sdh meninggal”.

Ketua Panitia memotong, “Ya Tuhan, Anda ini putrinya Tom Smith?”

Dia berbalik bicara kepada anggota2 lain dan berkata, “Pak Smith ini adalah salah satu yang menandatangani formulir keanggotaan saya di Institut Administrator dan rekomendasinya tsb membuat sy diterima bekerja di posisi saya sekarang ini. Dia melakukan semua ini dgn gratis. Saya bahkan tidak tahu alamatnya, dan dia tidak pernah tahu saya. Dia hanya melakukannya untuk keprofesionalan saya “.

Dia lalu berbalik ke Sara, “Saya tidak punya pertanyaan untuk Anda lagi, Anda sdh mendapat pekerjaan ini. Silahkan datang besok, semua surat penugasan Anda akan sy siapkan untuk Anda”.

Setelah bertahun-tahun bekerja, Sara Smith menjadi Corporate Affairs Manager perusahaan dengan dua mobil dan drivernya. Apartment dua lantai disediakan kantornya, dan gaji besar di luar tunjangan dan biaya2 lainnya.

Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan, Pimpinan perusahaan datang dari Amerika mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dan mencari penggantinya. Orang dgn Kepribadian dan integritas yang tinggi adalah yg dicari. Lagi2 para konsultan perusahaan menominasikan Sara Smith.

*Dalam sebuah wawancara, Sara Smith ditanya rahasia kesuksesannya*.

*Dengan air mata berlinang, dia menjawab, “Ayah telah membuka jalan bagiku. HANYA setelah ia meninggal, aku baru sadar bahwa dia secara finansial miskin tapi ia luar biasa kaya akan integritas, disiplin dan kejujuran”.*

*Dia ditanya lagi, “Mengapa Anda menangis? Kan Anda skrg bukan lagi sbg seorang anak yg merindukan ayahnya yg sdh pergi dlm waktu yang lama?*

*Dia menjawab, “Pada saat kematiannya, aku menghina ayah krn menjadi orang yang jujur dan ber​​integritas tinggi. Aku berharap dia akan memaafkanku dalam kuburnya sekarang. Aku sebenarnya tidak akan bisa sesukses ini. Ayah yg tlh melakukannya untuk ku. Dan aku tinggal berjalan meraih suksesku”.*

Akhirnya dia ditanya, “Apakah Anda akan mengikuti jejak kaki ayahmu spt yg ia dhl minta?”

Dan Sara menjawab dg sederhana, “Aku sekarang mengagumi Ayah, Aku memiliki foto besar yg tergantung di ruang tamu dan di pintu masuk rumahku. Dia layak memperoleh apa pun yang saya miliki … setelah TUHAN”.

Apakah Anda seperti Tom Smith?

Ia membayar mahal untuk membangun sebuah nama baik, buahnya tidak datang dengan cepat tetapi akan datang walaupun mungkin diperlukan waktu yg lama. Tapi buah itu akan berlangsung lebih lama lagi.

*Moral cerita:*

*Integritas, disiplin, kontrol diri dan takut akan Tuhan membuat manusia jadi kaya, bukan rekening bank yg gemuk.*

*Tinggalkan warisan yang baik untuk anak-anak Anda.*

Copas dari grup WA 3i The Next Quadrant

https://web.facebook.com/renungankesaksiankristen/

MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM BERGEREJA

MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM BERGEREJA

(Sebuah Kajian Humaniora)

Telah diterbitkan pada Majalah Galang Kangin Edisi 2 Tahun 2016

Oleh

[i]Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, MA.

[i] Penulis adalah Dosen Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Humaniora dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, berdomisili di Desa Sading, Mengwi, Badung. dan berjemaat di GKPB Jemaat Kudus Sading.

Menurut Plato, keadilan dimaknai sebagai seseorang membatasi dirinya pada kerja dan tempat dalam hidupnya disesuaikan dengan panggilan kecakapan “talenta” dan kesanggupan atau kemampuannya. Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dapat dikatakan adil adalah seseorang yang mampu mengendalikan diri dan perasaannya oleh akalnya (Plato 427-347 SM). Jauh sebelum lahirnya demokrasi modern, konsep keadilan telah lama berkembang dan hingga saat ini belum pernah terwujud secara sempurna, termasuk dalam kehidupan bergereja.

Menurut Plato, untuk mewujudkan keadilan adalah dengan cara mengembalikan masyarakat pada struktur aslinya, dimana metode untuk mewujudkan keadilan ini adalah dengan mengembalikan masyarakat pada struktur aslinya, misalnya jika seseorang sebagai guru baiklah tugasnya hanya mengajar saja, jika seseorang sebagai prajurit baiklah tugasnya hanya menjaga kedaulatan negara, jika seseorang sebagai pedagang baiklah tugasnya hanya dibidang perniagaan saja. Jika seseorang sebagai gubernur atau presiden baiklah tugasnya hanya untuk memimpin negara dengan adil dan bijaksana. Pendapat ini sejalan dengan Roma 12:7 yakni: “Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar”, bukan dibolakbalik atau dicampuradukkan.

Metode berikutnya adalah Gereja sebagai organisasi dapat melakukan pengawasan terhadap fungsi struktur organisasi gereja untuk mengembalikan jemaat pada struktur aslinya sehingga mampu menciptakan stabilitas, dan tidak terjadinya penyimpangan struktur organisasi. Pada keadaan demikian, keadilan bukan mengenai hubungan antara individu, melainkan hubungan antara individu dengan organisasinya. Ada istilah yang lahir dalam kehidupan bergereja yakni “Organisasi gereja adalah tempat untuk memberi, bukan untuk menerima. Ada juga motto yang berkembang di USA yakni “jangan tanyakan apa yang dapat diberikan gerejamu kepadamu, namun tanyakan!, apa yang dapat engkau berikan kepada gerejamu?” artinya kekaryaan dan karya seseorang harusnya dapat dipersembahkan untuk gereja sesuai dengan karya talenta dan karunia hidupnya. Konsep ini sejalan dengan Roma 12:1 yang berbunyi “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”.

Gereja yang hidup adalah gereja yang jemaat-jemaatnya mampu menjadi berkat dan terang bagi sesamanya, namun demikian peran pemimpin juga sangat menentukan kehidupan bergereja. Keadilan dapat juga diwujudkan dengan memilih pemimpin dari putra terbaik dalam masyarakat gereja, sebaiknya tidak dilakukannya melalui pemilihan langsung atau “voting”, melainkan dengan kesepakatan tertentu sehingga dapat ditentukan pemimpin yang benar-benar “manusia super” dari masyarakat tersebut, yang juga berarti yang memimpin gereja seharusnya manusia super “the king of philosopher” karena keadilan juga dipahami secara metafisis keberadaannya tidak dapat diamati oleh manusia. Konsep ini mengakibatnya terjadi pergeseran konsep keadilan kepada dunia lain di luar pengalaman manusia, dan akal manusia yang esensial bagi keadilan yang harus tunduk pada cara-cara Tuhan yang keputusanNya berlaku absolute atau tidak bisa diubah dan tidak bisa diduga. Ayat yang tepat untuk melihat konsep ini adalah Kisah Para Rasul 14:23 yang berbunyi “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka”. Sangat jelas dikatakan, bukan memilih/voting tetapi menetapkan. Tentu saja penetapan seorang pemimpin, apalagi seorang pemimpin gereja mesti harus tetap berpadanan dengan Tata Gereja yang semestinya berpadanan juga dengan Alkitab sebagai hukum yang dapat dipertanggungjawabkan secara sorgawi maupun duniawi.

Bagaimana keadaan kehidupan masyarakat gereja yang adil?. Keadaan kehidupan masyarakat yang adil akan terlihat jika struktur yang ada dalam masyarakatnya dapat menjalankan fungsinya masing-masing, dan elemen-elemen prinsipal dalam masyarakat tetap dapat dipertahankan, elemen-elemen dasar tersebut adalah: (1) adanya pemilahan tugas dan fungsi yang tegas dalam masyarakat gereja, para pemimpin dalam masyarakat harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kecakapan untuk menjadi pemimpin dan kesanggupan untuk memimpin dengan adil. (2) adanya pengawasan yang ketat atas dominasi serta kolektivitas kepentingan-kepentingan kelompok tertentu dalam masyarakat gereja sehingga fungsi-fungsi masyarakat gereja tetap berjalan sesuai struktur aslinya. (3) kelompok pada golongan penguasa (rohaniawan) tidak berpartisipasi atau turut campur dalam aktivitas perekonomian, terutama dalam mencari penghasilan, namun kelompok tersebut tetap memiliki otoritas yang kuat atas semua tri panggilan gereja, sehingga  dalam hal ini gereja harus “self-sufficient” atau mandiri jika tidak demikian, para rohaniawan akan bergantung pada para pedagang atau justru para rohaniawan itu sendiri menjadi pedagang. (4) Harus ada sensor terhadap semua aktivitas intelektual kelas rohaniawan, dan propaganda terus-menerus untuk menyeragamkan pikiran-pikiran mereka sehingga kesatuan dalam masyarakat gereja tetap dapat dipertahankan artinya kontrol sosial berjalan dengan baik.

Untuk apa seseorang mesti bergereja?. Satu jawabannya adalah untuk mencapai tujuan akhir. Menurut Aristoteles (384-322 BC), tujuan tertinggi sebagai makna terakhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia) karena apabila sudah bahagia, seseorang tidak memerlukan apa-apa lagi. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang baik pada dirinya sendiri. Kebahagiaan akan bernilai bukan karena demi nilai lain yang lebih tinggi, melainkan karena demi dirinya sendiri. Semua tujuan yang lain bermuara pada kebahagiaan sebagai tujuan terakhir. Keadaan manusia yang telah mencapai tujuan akhir adalah mereka telah memiliki kebijaksanaan, hidup sempurna dengan mencintai kebenaran-kebenaran abadi, mampu merasakan cukup dalam sagala hal atau tidak rakus dan tamak. Unsur kebijaksanaan adalah unsur tujuan akhir yang paling utama. Keadaan manusia yang hidup dalam berkeutamaan ”arete” mampu bertindak adil dan berani, melakukan tindakan yang telah dijanjikan atau ”satya wacana”  dan melaksanakan kewajiban sesuai dan berkaitan dengan janji serta melakukan semua tindakan yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Unsur berkeutamaan adalah unsur kedua dalam tujuan akhir manusia.

Kehidupan bergereja yang menjadi berkat dan terang adalah tatkala jemaatnya hidup mampu merasakan kenikmatan atau rasa senang, karena menikmati rasa senang merupakan buah hasil hidup berkeutamaan artinya orang yang baik akan senang hidupnya. Unsur rasa senang adalah unsur ketiga dari tujuan akhir hidup manusia. Keadaan jemaat yang hidup memiliki banyak sahabat, sehat jasmani dan rohani atau tidak sakit-sakitan, memiliki kekayaan yang cukup (jika orang hidup dalam kemiskinan maka tidak bahagia), dan keadaan manusia yang telah mencapai tujuan akhir juga ditunjukkan bahwa manusia tersebut dipenuhi keberuntungan serta nasib baik dan selanjutnya unsur ini disebutkan sebagai unsur turunan atau tambahan dari tiga unsur lain  di atas yakni, kebijaksanaan, berkeutamaan, dan rasa bahagia (sukacita).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mampu mewujudkan tujuan akhir tatkala seseorang: (1) memiliki ambisi yang berlebihan: karena tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan, dan kebahagiaan tersebut terpusat pada diri sendiri dan sangat subyektif serta bersifat relatif bagi setiap manusia, jika manusia tidak mampu mengontrol ambisi diri yang berlebeihan maka seseorang tidak mampu bersikap adil, selalu merasa kurang, tidak pernah merasa puas diri, dan akhirnya seseorang manjadi sangat rakus dan tamak dan pastinya dia tidak akan mendapatkan kebijaksanaan tersebut. Artinya jika penafsiran kebahagiaan bersifat subyektif maka manusia tidak mencapai tujuan akhir kebahagiaan karena mereka tidak pernah ”merasa” bahagia. (2) terlalu mementingkan diri sendiri: kebahagiaan ala Arestoteles, menurutnya dapat dicapai pada saat manusia masih hidup dan sifat dari kebahagiaan tersebut bersifat amanen atau duniawi. Kontemplasi dalam pemikiran Aristoteles tidak berarti pertemuan atau persatuan dengan sesuatu di luar atau di atas manusia, melainkan pemenuhan bakat atau kemampuan manusia yang paling tinggi, kemampuannya untuk melakukan kegiatan yang sifatnya mencukupi pada dirinya sendiri (self-sufficient) artinya seseorang bisa terjebak pada hal-hal yang bersifat mementingkan diri sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan tersebut, jika manusia terjebak pada sifat mementingkan diri sendiri seseorang akan dengan mudah tidak memenuhi janji-janji yang pernah dikontrakkan atau  dikrarkan dan cenderung berpihak pada hal-hal yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Pada saat inilah seseorang tidak dapat merasakan kebahagiaan. (3) sakit-sakitan, kurang bisa bergaul, hidup miskin, kurang beruntung: Ironis sekali, Arestoteles memandang kebahagiaan juga dapat digambarkan bahwa seseorang yang sakit-sakitan tidak akan merasa bahagia, orang yang tidak memiliki banyak teman akan merasa tidak bahagia, orang yang kehidupannya miskin tidak akan merasa bahagia, dan seseorang yang sering mendapat musibah atau bencana atau kurang beruntung dianggap tidak akan merasa bahagia. Artinya tujuan akhir manusia tidak akan tercapai jika mereka sakit-sakitan, tidak banyak teman, miskin, atau bernasib buruk karena dalam kondisi seperti ini tidak mungkin seseorang merasa bahagia. Bagian ketiga dari tujuan akhir ini mungkin dapat menimbulkan perdebatan yang sengit, namun ini adalah sebuah kenyataan yang telah ada sejak manusia ini dijadikan. Konsep ini telah melahirkan beberapa motto hidup seperti misalnya “uang bukan segala-galanya, namun segala-galanya perlu uang”, “teman adalah orang yang selalu ada pada kesulitan yang kita alami”, “seseorang yang berlimpah harta bendanya dapat membeli obat bahkan rumah sakit semahal apapun, namun dia tidak pernah mampu membeli kesehatan itu”.

Peran gereja kekinian semestinya dapat diarahkan untuk mewujudkan keadilan bermasyarakat gerejanya walaupun gereja itu sendiri tidak pernah mendapatkan keadilan dari masyarakat yang heterogen ini. Makna lainnya adalah bahwa gereja tidak gampang meniru cara-cara duniawi untuk mengatur tatakelola kehidupan bergereja. Untuk dapat mewujudkan kehidupan bergereja yang adil, semestinya pemimpinnya adalah seseorang yang tidak memiliki ambisi yang berlebihan, tidak mementingkan diri sendiri atau golongannya, dan juga sehat secara jasmani, mental, dan rohani pastinya. Alangkah baiknya jika kehendak sorgawi dapat tercapai dan terwujud dalam kehidupan bergereja seperti doa yang setiap hari kita ucapkan “jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga”. Struktur masyarakat gereja yang mengerti dan menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan talenta dan karunia, sesuai dengan tugas panggilan yang diberikan baik secara formal maupun informal. Tulisan ini tidak memiliki tendensi pada objek dan subjek seseorang tetapi menyajikan sebuah konsep keadilan yang telah lama dilupakan dalam usaha untuk mewujudkan makna sebuah keadilan dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

 

[i] Penulis adalah Dosen Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Humaniora dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, berdomisili di Desa Sading, Mengwi, Badung. dan berjemaat di GKPB Jemaat Kudus Sading.