MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM BERGEREJA

MEWUJUDKAN KEADILAN DALAM BERGEREJA

(Sebuah Kajian Humaniora)

Telah diterbitkan pada Majalah Galang Kangin Edisi 2 Tahun 2016

Oleh

[i]Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, MA.

foto-wm

[i] Penulis adalah Dosen Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Humaniora dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, berdomisili di Desa Sading, Mengwi, Badung. dan berjemaat di GKPB Jemaat Kudus Sading.

Menurut Plato, keadilan dimaknai sebagai seseorang membatasi dirinya pada kerja dan tempat dalam hidupnya disesuaikan dengan panggilan kecakapan “talenta” dan kesanggupan atau kemampuannya. Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dapat dikatakan adil adalah seseorang yang mampu mengendalikan diri dan perasaannya oleh akalnya (Plato 427-347 SM). Jauh sebelum lahirnya demokrasi modern, konsep keadilan telah lama berkembang dan hingga saat ini belum pernah terwujud secara sempurna, termasuk dalam kehidupan bergereja.

Menurut Plato, untuk mewujudkan keadilan adalah dengan cara mengembalikan masyarakat pada struktur aslinya, dimana metode untuk mewujudkan keadilan ini adalah dengan mengembalikan masyarakat pada struktur aslinya, misalnya jika seseorang sebagai guru baiklah tugasnya hanya mengajar saja, jika seseorang sebagai prajurit baiklah tugasnya hanya menjaga kedaulatan negara, jika seseorang sebagai pedagang baiklah tugasnya hanya dibidang perniagaan saja. Jika seseorang sebagai gubernur atau presiden baiklah tugasnya hanya untuk memimpin negara dengan adil dan bijaksana. Pendapat ini sejalan dengan Roma 12:7 yakni: “Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar”, bukan dibolakbalik atau dicampuradukkan.

Metode berikutnya adalah Gereja sebagai organisasi dapat melakukan pengawasan terhadap fungsi struktur organisasi gereja untuk mengembalikan jemaat pada struktur aslinya sehingga mampu menciptakan stabilitas, dan tidak terjadinya penyimpangan struktur organisasi. Pada keadaan demikian, keadilan bukan mengenai hubungan antara individu, melainkan hubungan antara individu dengan organisasinya. Ada istilah yang lahir dalam kehidupan bergereja yakni “Organisasi gereja adalah tempat untuk memberi, bukan untuk menerima. Ada juga motto yang berkembang di USA yakni “jangan tanyakan apa yang dapat diberikan gerejamu kepadamu, namun tanyakan!, apa yang dapat engkau berikan kepada gerejamu?” artinya kekaryaan dan karya seseorang harusnya dapat dipersembahkan untuk gereja sesuai dengan karya talenta dan karunia hidupnya. Konsep ini sejalan dengan Roma 12:1 yang berbunyi “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”.

Gereja yang hidup adalah gereja yang jemaat-jemaatnya mampu menjadi berkat dan terang bagi sesamanya, namun demikian peran pemimpin juga sangat menentukan kehidupan bergereja. Keadilan dapat juga diwujudkan dengan memilih pemimpin dari putra terbaik dalam masyarakat gereja, sebaiknya tidak dilakukannya melalui pemilihan langsung atau “voting”, melainkan dengan kesepakatan tertentu sehingga dapat ditentukan pemimpin yang benar-benar “manusia super” dari masyarakat tersebut, yang juga berarti yang memimpin gereja seharusnya manusia super “the king of philosopher” karena keadilan juga dipahami secara metafisis keberadaannya tidak dapat diamati oleh manusia. Konsep ini mengakibatnya terjadi pergeseran konsep keadilan kepada dunia lain di luar pengalaman manusia, dan akal manusia yang esensial bagi keadilan yang harus tunduk pada cara-cara Tuhan yang keputusanNya berlaku absolute atau tidak bisa diubah dan tidak bisa diduga. Ayat yang tepat untuk melihat konsep ini adalah Kisah Para Rasul 14:23 yang berbunyi “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka”. Sangat jelas dikatakan, bukan memilih/voting tetapi menetapkan. Tentu saja penetapan seorang pemimpin, apalagi seorang pemimpin gereja mesti harus tetap berpadanan dengan Tata Gereja yang semestinya berpadanan juga dengan Alkitab sebagai hukum yang dapat dipertanggungjawabkan secara sorgawi maupun duniawi.

Bagaimana keadaan kehidupan masyarakat gereja yang adil?. Keadaan kehidupan masyarakat yang adil akan terlihat jika struktur yang ada dalam masyarakatnya dapat menjalankan fungsinya masing-masing, dan elemen-elemen prinsipal dalam masyarakat tetap dapat dipertahankan, elemen-elemen dasar tersebut adalah: (1) adanya pemilahan tugas dan fungsi yang tegas dalam masyarakat gereja, para pemimpin dalam masyarakat harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kecakapan untuk menjadi pemimpin dan kesanggupan untuk memimpin dengan adil. (2) adanya pengawasan yang ketat atas dominasi serta kolektivitas kepentingan-kepentingan kelompok tertentu dalam masyarakat gereja sehingga fungsi-fungsi masyarakat gereja tetap berjalan sesuai struktur aslinya. (3) kelompok pada golongan penguasa (rohaniawan) tidak berpartisipasi atau turut campur dalam aktivitas perekonomian, terutama dalam mencari penghasilan, namun kelompok tersebut tetap memiliki otoritas yang kuat atas semua tri panggilan gereja, sehingga  dalam hal ini gereja harus “self-sufficient” atau mandiri jika tidak demikian, para rohaniawan akan bergantung pada para pedagang atau justru para rohaniawan itu sendiri menjadi pedagang. (4) Harus ada sensor terhadap semua aktivitas intelektual kelas rohaniawan, dan propaganda terus-menerus untuk menyeragamkan pikiran-pikiran mereka sehingga kesatuan dalam masyarakat gereja tetap dapat dipertahankan artinya kontrol sosial berjalan dengan baik.

Untuk apa seseorang mesti bergereja?. Satu jawabannya adalah untuk mencapai tujuan akhir. Menurut Aristoteles (384-322 BC), tujuan tertinggi sebagai makna terakhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia) karena apabila sudah bahagia, seseorang tidak memerlukan apa-apa lagi. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang baik pada dirinya sendiri. Kebahagiaan akan bernilai bukan karena demi nilai lain yang lebih tinggi, melainkan karena demi dirinya sendiri. Semua tujuan yang lain bermuara pada kebahagiaan sebagai tujuan terakhir. Keadaan manusia yang telah mencapai tujuan akhir adalah mereka telah memiliki kebijaksanaan, hidup sempurna dengan mencintai kebenaran-kebenaran abadi, mampu merasakan cukup dalam sagala hal atau tidak rakus dan tamak. Unsur kebijaksanaan adalah unsur tujuan akhir yang paling utama. Keadaan manusia yang hidup dalam berkeutamaan ”arete” mampu bertindak adil dan berani, melakukan tindakan yang telah dijanjikan atau ”satya wacana”  dan melaksanakan kewajiban sesuai dan berkaitan dengan janji serta melakukan semua tindakan yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Unsur berkeutamaan adalah unsur kedua dalam tujuan akhir manusia.

Kehidupan bergereja yang menjadi berkat dan terang adalah tatkala jemaatnya hidup mampu merasakan kenikmatan atau rasa senang, karena menikmati rasa senang merupakan buah hasil hidup berkeutamaan artinya orang yang baik akan senang hidupnya. Unsur rasa senang adalah unsur ketiga dari tujuan akhir hidup manusia. Keadaan jemaat yang hidup memiliki banyak sahabat, sehat jasmani dan rohani atau tidak sakit-sakitan, memiliki kekayaan yang cukup (jika orang hidup dalam kemiskinan maka tidak bahagia), dan keadaan manusia yang telah mencapai tujuan akhir juga ditunjukkan bahwa manusia tersebut dipenuhi keberuntungan serta nasib baik dan selanjutnya unsur ini disebutkan sebagai unsur turunan atau tambahan dari tiga unsur lain  di atas yakni, kebijaksanaan, berkeutamaan, dan rasa bahagia (sukacita).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mampu mewujudkan tujuan akhir tatkala seseorang: (1) memiliki ambisi yang berlebihan: karena tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan, dan kebahagiaan tersebut terpusat pada diri sendiri dan sangat subyektif serta bersifat relatif bagi setiap manusia, jika manusia tidak mampu mengontrol ambisi diri yang berlebeihan maka seseorang tidak mampu bersikap adil, selalu merasa kurang, tidak pernah merasa puas diri, dan akhirnya seseorang manjadi sangat rakus dan tamak dan pastinya dia tidak akan mendapatkan kebijaksanaan tersebut. Artinya jika penafsiran kebahagiaan bersifat subyektif maka manusia tidak mencapai tujuan akhir kebahagiaan karena mereka tidak pernah ”merasa” bahagia. (2) terlalu mementingkan diri sendiri: kebahagiaan ala Arestoteles, menurutnya dapat dicapai pada saat manusia masih hidup dan sifat dari kebahagiaan tersebut bersifat amanen atau duniawi. Kontemplasi dalam pemikiran Aristoteles tidak berarti pertemuan atau persatuan dengan sesuatu di luar atau di atas manusia, melainkan pemenuhan bakat atau kemampuan manusia yang paling tinggi, kemampuannya untuk melakukan kegiatan yang sifatnya mencukupi pada dirinya sendiri (self-sufficient) artinya seseorang bisa terjebak pada hal-hal yang bersifat mementingkan diri sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan tersebut, jika manusia terjebak pada sifat mementingkan diri sendiri seseorang akan dengan mudah tidak memenuhi janji-janji yang pernah dikontrakkan atau  dikrarkan dan cenderung berpihak pada hal-hal yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Pada saat inilah seseorang tidak dapat merasakan kebahagiaan. (3) sakit-sakitan, kurang bisa bergaul, hidup miskin, kurang beruntung: Ironis sekali, Arestoteles memandang kebahagiaan juga dapat digambarkan bahwa seseorang yang sakit-sakitan tidak akan merasa bahagia, orang yang tidak memiliki banyak teman akan merasa tidak bahagia, orang yang kehidupannya miskin tidak akan merasa bahagia, dan seseorang yang sering mendapat musibah atau bencana atau kurang beruntung dianggap tidak akan merasa bahagia. Artinya tujuan akhir manusia tidak akan tercapai jika mereka sakit-sakitan, tidak banyak teman, miskin, atau bernasib buruk karena dalam kondisi seperti ini tidak mungkin seseorang merasa bahagia. Bagian ketiga dari tujuan akhir ini mungkin dapat menimbulkan perdebatan yang sengit, namun ini adalah sebuah kenyataan yang telah ada sejak manusia ini dijadikan. Konsep ini telah melahirkan beberapa motto hidup seperti misalnya “uang bukan segala-galanya, namun segala-galanya perlu uang”, “teman adalah orang yang selalu ada pada kesulitan yang kita alami”, “seseorang yang berlimpah harta bendanya dapat membeli obat bahkan rumah sakit semahal apapun, namun dia tidak pernah mampu membeli kesehatan itu”.

Peran gereja kekinian semestinya dapat diarahkan untuk mewujudkan keadilan bermasyarakat gerejanya walaupun gereja itu sendiri tidak pernah mendapatkan keadilan dari masyarakat yang heterogen ini. Makna lainnya adalah bahwa gereja tidak gampang meniru cara-cara duniawi untuk mengatur tatakelola kehidupan bergereja. Untuk dapat mewujudkan kehidupan bergereja yang adil, semestinya pemimpinnya adalah seseorang yang tidak memiliki ambisi yang berlebihan, tidak mementingkan diri sendiri atau golongannya, dan juga sehat secara jasmani, mental, dan rohani pastinya. Alangkah baiknya jika kehendak sorgawi dapat tercapai dan terwujud dalam kehidupan bergereja seperti doa yang setiap hari kita ucapkan “jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga”. Struktur masyarakat gereja yang mengerti dan menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan talenta dan karunia, sesuai dengan tugas panggilan yang diberikan baik secara formal maupun informal. Tulisan ini tidak memiliki tendensi pada objek dan subjek seseorang tetapi menyajikan sebuah konsep keadilan yang telah lama dilupakan dalam usaha untuk mewujudkan makna sebuah keadilan dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

 

[i] Penulis adalah Dosen Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Humaniora dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, berdomisili di Desa Sading, Mengwi, Badung. dan berjemaat di GKPB Jemaat Kudus Sading.

Belajar dari 5 Ekor Monyet

Belajar dari 5 Ekor Monyet

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan? seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. ?Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?? protes keduanya?.

Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh? jelas monyet C.

Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. ?Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas ? Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?? tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik ?

Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya?..

***

Renungan:

Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?

Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini?,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya? atau mungkin kalimat ?Kamu mau gagal kayak si X ? lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh?. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?

Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. ?Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal? adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.

Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.

Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata ?Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho?.

Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.

Berapa orang yang akan menjawab ?Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-2 kaya ?? Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.

Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?

Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

“Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda.”

https://kudussading.wordpress.com/2016/06/16/belajar-dari-5-ekor-monyet/

Puisi Paskah Chairil Anwar

Puisi Paskah Chairil Anwar

Puisi Paskah

MAKNA SEPASANG SEPATU

“MAKNA SEPASANG SEPATU”
Seorg bapak tua hendak menaiki bus, pd saat ia menginjakkan kakinya ketangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan.

Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, shg si bapak tua tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.
Dgn tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkan nya keluar jendela.
Seorg pemuda yg duduk dlm bus melihat kejadian itu dan bertanya kpd si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga?”.
Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan, “Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya. Itu sepatu baru dan bagus.
Jgn sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja:

• Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.

• Saat dipakai berjalan, gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama.
Kiri-kanan ! kiri-kanan !

• Tak pernah menuntut utk berganti posisi, namun saling melengkapi, yg satu loncat, yg lain mengikuti.

• Selalu sederajat tak ada yg lebih rendah atau lebih tinggi. Satu naik tangga, pasangannya mengikuti.

• Bila yg satu hilang, yg lain tak memiliki arti.
Si Anak muda msh penasaran. “Tapi bapak koq tdk kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yg tinggi?”.
Si Bapak tersenyum santai. “Ah, Anak muda ketahuilah, “HARTA cuma TITIPAN, NYAWA cuma PINJAMAN. TUHAN bisa mengambilnya sewaktu².”

✝ Pesan moral: Kehilangan tdk bisa pilih². Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA SAJA dan KAPAN SAJA.
~Musibah, Rejeki dan berbuat Salah itu pasti kita alami.
~Syukurlah bagi kita org beriman diberikan cara utk menghadapinya:
~Dapat “Musibah” supaya BERSABAR…..
~Dapat “Rejeki” supaya BERSYUKUR….
~Berbuat “Salah” supaya segera BERTOBAT….
Semoga bermanfaat …

Artikel Cerdas

Artikel Cerdas

Filosofi Angsa Mengajarkan Kita untuk Kompak

Filosofi Angsa Mengajarkan Kita untuk Kompak

Date : 03 August 2014

Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”, dan hikmat pelajaran yang dapat kita ambil darinya. Fakta Ilmiah 1. Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu… read more


Akhiri Dengan Penuh Rasa Syukur

Akhiri Dengan Penuh Rasa Syukur

Date : 02 August 2014

Pernahkah Anda memberikan sesuatu kepada orang lain, membantu orang lain dan kemudian mereka yang menerimanya mengucapkan terimakasih kepada Anda? Bagaimana perasaan Anda sewaktu dapat memberikan sesuatu kepada orang lain, menolong orang lain yang memerlukan bantuan dan mereka mengucapkan terimakasih atas bantuan Anda? Perasaan Anda tentu senang dan bahagia, bukan. Meskipun sekedar ucapan terimakasih, namun itu dapat menyempurnakan kebahagiaan Anda dalam… read more


Perjuangan Sang Kupu-Kupu, Perlu di Contoh nih!

Perjuangan Sang Kupu-Kupu, Perlu di Contoh nih!

Date : 01 August 2014

“Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tsb berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.” Kemudian, tampaknya usaha tersebut sia-sia, berhenti, dan tidak ada perkembangan yang berarti. Seolah-olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, dimana tidak bisa dilanjutkan lagi. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya Tapi apa yg terjadi? Kupu-kupu itu memiliki… read more


Sebaiknya Kerjakan Sekarang atau Nanti Saja Ya?

Sebaiknya Kerjakan Sekarang atau Nanti Saja Ya?

Date : 31 July 2014

Setiap hari Selasa, Sinta mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Untuk tugasnya ini, tentunya Sinta perlu mempersiapkan materi yang akan dikuliahkan. Nah, sekarang adalah hari Senin malam, besok Sinta harus mengajar. Sinta memperkirakan bahwa ia bisa menyelesaikan persiapan ini dalam dua jam. Ternyata, buku teks belum ia baca, contoh-contoh dan ilustrasi untuk menunjang penjelasan masih harus dicari, presentasi di powerpoint… read more


Sukses Hidup Kita dimulai dari Impian Besar Kita Sendiri

Sukses Hidup Kita dimulai dari Impian Besar Kita Sendiri

Date : 30 July 2014

Apakah saat ini kita memiliki impian yang sangat tinggi yang ingin diraih, yaitu sebuah impian yang mungkin mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang ini? Apakah mungkin sekarang kita sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua ketika kita menceritakan impian kita kepada mereka? Jika kita menjawab ya, janganlah kita merasa kecil hati… read more


Tips Mudah Menjadi Karyawan Sukses!

Tips Mudah Menjadi Karyawan Sukses!

Date : 29 July 2014

Ingin menjadi karyawan sukses? Disenangi oleh atasan? Meraih karir dengan cepat, naik pangkat terus menerus? Ingin gaji naik cepat? Ingin juga disenangi oleh rekan kerja dan bawahan? Ingin lingkungan kerja terasa nyaman dan selalu bergairah? Silahkan baca dan terapkan beberapa tips berikut ini di tempat kerja Anda. 1. Sikap Pondasi utama yang harus Anda lakukan adalah menata sikap diri anda… read more


3 Langkah Praktis agar Mendapat Jawaban

3 Langkah Praktis agar Mendapat Jawaban “YA” untuk Apapun dari Siapapun

Date : 28 July 2014

”Ya, produk Bapak akan saya beli. Ya, Ibu akan saya bantu. Ya, gaji Anda akan saya naikkan. Ya, Anda akan mendapatkan kenaikan jabatan seperti yang Anda minta. Ya, Anda akan memperoleh pelayanan yang terbaik. Ya, permintaan Anda pasti saya luluskan.” Betapa merdunya kata ”ya” yang didengungkan untuk memenuhi permintaan kita. Untuk memperoleh jawaban merdu tersebut seringkali kita harus melewati berbagai… read more


Apa Itu Neurological Levels Dalam Pikiran Kita?

Apa Itu Neurological Levels Dalam Pikiran Kita?

Date : 27 July 2014

Neurological Levels memiliki beberapa level. Ia mengacu pada sistem proses berpikir kita dan terjadi pada berbagai tingkatan level. Sistem kerja setiap tingkat tidak berdiri sendiri. Sistem itu saling mempengaruhi di mana level yang lebih tinggi selalu mempengaruhi level-level di bawahnya. Begitu juga level-level dibawahnya-pun dapat mempengaruhi level-level diatasnya. Untuk mempermudah pemahaman, berikut contoh tentang perilaku dan sikap kita. Perilaku dan… read more


Ingin Tujuan Anda Cepat Tercapai? Gunakan Pendekatan Outcome Thinking!

Ingin Tujuan Anda Cepat Tercapai? Gunakan Pendekatan Outcome Thinking!

Date : 26 July 2014

Outcome thinking adalah satu dari empat filosofi Neuro Linguistic Programming (NLP). Dasar pemikiran utamanya adalah :  1. Bila seseorang berada pada kondisi yang tidak diinginkan (present/problem state), ia harus merespon dengan bertanya: “Kondisi seperti apa yang saya inginkan? (desired state). Kita harus tau betul apa yang kita inginkan, kemudian mencari solusi untuk mengatasi masalah. Berpikir dalam mengatasi masalah adalah seperti berpikir diluar kotak, berusaha berpikir “zoom out” dan tidak terjebak… read more


Ingin Sukses? Basmi Mental Pecundang dan Rintangan dalam Hidupmu!

Ingin Sukses? Basmi Mental Pecundang dan Rintangan dalam Hidupmu!

Date : 25 July 2014

There are winners, there are losers and there are people who have not yet learned how to win. — Leslie C. Brown Jika kamu sudah berani menginginkan kesuksesan, berani merancang sebuah gol besar, belumlah menjadi jaminan untuk mencapai kesuksesan. Karena perjalanan ribuan mil yang sudah diputuskan, harus dimulai selangkah demi selangkah, tentu saja perjalanan itu masih panjang. Berapa lama kita… read more

 

Artikel Cerdas

Berteman dengan Nasib Baik dan Selalu Menjadi Pemenang di Setiap Waktu

Berteman dengan Nasib Baik dan Selalu Menjadi Pemenang di Setiap Waktu

Date : 24 July 2014

“Luck is what happens when preparation meets opportunity.” – Darryl Royal Apa yang aku inginkan? Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat penting – the ultimate question. Seorang yang bermental pemenang pasti bisa menjawab pertanyaan diatas. Bahkan seorang pemenang bertanya: “Kehidupan seperti apa yang akan aku usahakan? Bagaimana aku dapat membuat hal itu terjadi untuk diriku? Apa yang dapat aku berikan pada kehidupan ini,… read more


Anda Gentle? Jangan Kabur dari Masalah dong!

Anda Gentle? Jangan Kabur dari Masalah dong!

Date : 23 July 2014

Situasi yang tampaknya bagaikan sebuah ketidak-beruntungan dapat menimpa siapa saja. Namun, kita harus menyikapinya sebagai pengalaman hidup yang akan menempa ketangguhan jiwa dalam menghadapi masa depan yang jauh lebih menantang. Tegar, itulah satu kata yang mewakili semuanya. Pelajaran penting: Jika kita melarikan diri dari penderitaan, maka kita akan berlari sepanjang hidup dan tak pernah benar-benar matang sebagai manusia. Melarikan diri… read more


Punya Goal banyak dan besar, mimpikah aku? mampukah aku?

Punya Goal banyak dan besar, mimpikah aku? mampukah aku?

Date : 22 July 2014

Orang sukses selalu menentukan tempat tujuan sebelum memulai perjalanan. Sekarang, giliran Anda merancang VISI, dan MISI untuk mencapai tujuan-tujuan (goals) Anda, berapapun banyaknya, dan sebesar apapun jumlahnya. Tidak Ada Gol yang Terlalu Besar Perjalanan dari present state menuju desired outcome memang perjalanan panjang, terjal, dan berliku-liku. Namun barang siapa yang tidak berhenti ditengah jalan, ia akan meraihnya. Perjalanan dan rintangan… read more


Bekal Wajib agar Siap Tempur dalam Bekerja

Bekal Wajib agar Siap Tempur dalam Bekerja

Date : 21 July 2014

Kenali Kekuatan dan Potensi Diri Sebelum memulai memilih dan melakukan pekerjaan, kenali kekuatan dan potensi diri Anda terlebih dahulu, apakah Anda: 1. Thinker, orang yang menyukai konsep. 2. Checker, orang yang sudah mengontrol dan mengaudit sesuatu. 3. Talker, orang yang suka berbicara. 4. Actor, orang yang lebih suka bertindak daripada berbicara. Setelah Anda tahu, Anda dominan di tipe apa, ini… read more


Langkah Mudah Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Langkah Mudah Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Date : 16 July 2014

Semua orang pasti punya satu atau dua kebiasaan buruk, atau bahkan lebih. Namun jangan khawatir. Meski sudah menjadi kebiasaan, bukan berarti selamanya tak bisa diubah. Berikut adalah tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam 6 langkah: 1. Spesifik Semakin spesifik hal yang ingin Anda capai, semakin baik. Jangan buat tujuan yang terlalu umum, seperti “tidak jorok” tapi buatlah yang lebih spesifik, misalkan… read more


Kiat Sukses Hidup Ala Nabi Sulaiman AS

Kiat Sukses Hidup Ala Nabi Sulaiman AS

Date : 15 July 2014

Berikut adalah ringkasan kiat – kiat sukses untuk mencapai kehidupan yang bahagia, berkecukupan, dan berkah menurut Nabi Sulaiman. 1. Hanya orang rajin dan cekatan yang diingat oleh pimpinannya. 2. Tangan orang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin dan cekatan membuat kaya raya. 3. Berlakulah jujur, adil, dan benar. 4. Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya. Tetapi siapa kotor kelakuannya, gelisah,… read more


Kepemimpinan, Prinsip, dan Rahasia Bisnis Nabi Sulaiman AS

Kepemimpinan, Prinsip, dan Rahasia Bisnis Nabi Sulaiman AS

Date : 14 July 2014

Kehidupan para Nabi merupakan contoh yang patut diteladani oleh siapa saja. Perjalanan hidup mereka merupakan gambaran dari perjuangan melawan kekufuran, kejahatan, dan hawa nafsu duniawi. Para Nabi memiliki teknik kepemimpinan, yang disebut kepemimpinan spiritual. Kepemimpinan spiritual adalah kepemimpinan yang membawa dimensi keduniawian kepada dimensi spiritual. Kepemimpinan spiritual merupakan pemahaman dan penginternalisasian sifat Allah, menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya dan meneladani… read more


Pendidikan yang Perlu Anda Tahu

Pendidikan yang Perlu Anda Tahu

Date : 13 July 2014

“Beri tahu aku dan akan aku lupakan. Tunjukkan aku dan mungkin akan kuingat. Libatkan aku dan aku akan paham.” Pepatah Tiongkok Jenjang pendidikan dasar SD, SMP, SMA, dan pendidikan lanjutan D1, D2, D3, D4, S1, S2, S3 merupakan pendidikan formal dalam negara ini. Banyak yang mempercayai bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka ia akan memperoleh kecerdasan intelektualitas, pekerjaan semakin… read more


Ayo Tingkatkan Produktivitas Tim Kerja Kita!

Ayo Tingkatkan Produktivitas Tim Kerja Kita!

Date : 12 July 2014

“Sering kali, melakukan terlalu banyak hal sekaligus justru akan mendapat terlalu sedikit hasil.” Menurut Adam Smith, melakukan pembagian tugas, membagi-bagi proses kerja dan tugas hingga yang terkecil, serta memiliki orang-orang yang tepat untuk melakukan tugas itu, akan menghasilkan kecepatan kerja dan hasil yang terbaik. Ekstrim-nya, jika seorang pekerja hanya melakukan satu tugas, maka tidak ada waktu terbuang dengan berpindah dari… read more


Tingkat Kesuksesan Anda = Tingkat Kemampuan Anda

Tingkat Kesuksesan Anda = Tingkat Kemampuan Anda

Date : 11 July 2014

“Untuk menonjol dalam profesi apapun, dibutuhkan bakat.” Adam Smith Di dunia ini terdapat dua sektor yang menentukan perekonomian seseorang, kelompok, negara, bahkan dunia. Yaitu sektor riil dan sektor moneter. Menurut pandangan Islam murni, sektor riil adalah satu-satunya jalan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Namun, berbeda dengan kenyataan yang ada di dunia pada saat ini. Kesuksesan orang-orang yang berada… read more

– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/any/10#sthash.RA7Gt1li.dpuf

Artikel Cerdas

Batasi Pengeluaran dan Bayarlah Hutang

Batasi Pengeluaran dan Bayarlah Hutang

Date : 10 July 2014

“Jika pengeluaran tidak dibatas, modal akan berkurang hingga habis tak bersisa.” Hampir seluruh negara di dunia ini memiliki hutang. Sederhananya, hutang tersebut akibat dari lebih banyak tindakan serta kegiatan konsumtif dibandingkan dengan produtif (yang menghasilkan uang). Hutang ini semakin lama semakin menggelembung, dan generasi penerus, generasi mendatanglah yang akan terbebani dengan hutang tersebut, pajak meningkat. Herannya, sebenarnya kemana larinya uang… read more


Ingin Menjadi Pribadi yang Lebih Baik? Tingkatkan Kesadaranmu!

Ingin Menjadi Pribadi yang Lebih Baik? Tingkatkan Kesadaranmu!

Date : 09 July 2014

Kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran jiwa jauh melebihi kemampuan pancaindra sebagai alat dari otak. Berbagai kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran jiwa dapat memberi Anda berbagai kekuatan psikis. Dengan dimilikinya kekuatan ini, kita akan memahami diri kita sepenuhnya, yaitu mempelajari kelebihan dan kekurangan kita. Kita dapat mengetahui pelajaran yang harus diambil dalam hidup ini. Kesadaran jiwa amat berguna untuk lebih memahami… read more


Manfaat Meditasi yang Jarang Orang Tahu

Manfaat Meditasi yang Jarang Orang Tahu

Date : 08 July 2014

Banyak orang sedang dalam pencarian. Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Padahal, seluruh jawaban dapat diperoleh dalam diri masing-masing, dengan cara mencapai kesadaran sejati. Pada kesadaran ini seluruh jawaban dapat diperoleh dengan mudah dan gamblang. Jalan hidup yang harus ditempuh juga dapat diketahui dengan jelas, seakan-akan peta lengkap sudah ada di tangan. Namun, hanya dengan mengalami, pengertian dan jawaban yang terdalam… read more


Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anda?

Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Anda?

Date : 07 July 2014

“Segalanya mudah, jika kita tahu caranya.” Begitu juga menyadap proses berpikir otak kita, agar kita menjadi pribadi yang kreatif.   Model Kreatif Empat-Tahap Model Wallas (didasarkan kajiannya tentang proses berpikir para sarjana, ilmuwan, dan ahli matematika tersohor)  Tahap Persiapan Pada tahap persiapan otak mengumpulkan informasi dan data yang berfungsi sebagai dasar atau riset… read more


Menjadi Lebih Kreatif Yuk!

Menjadi Lebih Kreatif Yuk!

Date : 06 July 2014

Terdapat tujuh jenis kreativitas (Dr. Howard Gardner) : 1. Verbal/linguistis : kemampuan memanipulasi kata secara lisan atau tertulis. 2. Matematis/logis : kemampuan memanipulasi sistem nomor dan konsep logis. 3. Spasial : kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan desain 4. Musikal : kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik, seperti nada, irama, dan keselarasan 5. Kinestetis-tubuh : kemampuan memanfaatkan tubuh dan gerakan,… read more


Tips Agar Dapat Ikhlas

Tips Agar Dapat Ikhlas

Date : 05 July 2014

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada… read more


11 Kelalaian yang Dapat Mengapus Amalan

11 Kelalaian yang Dapat Mengapus Amalan

Date : 04 July 2014

Tidak sedikit di antara kita yang menulis pada statusnya di FB: “Tahajjud sudah, dzikir sudah, baca al-Qur’an sudah. Sekarang apalagi ya?” Atau, menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan minum itu untuk sahur, agar diketahui orang lain bahwa dia sedang mengerjakan puasa, atau mengatakan: “Wahh, jalanan macet banget, bisa telat berbuka di rumah nih”. Wahai para hamba Allah yang sedang… read more

– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas/any/20#sthash.CNqvLHxj.dpuf


– See more at: http://www.deepublish.co.id/penerbit/artikel-cerdas#sthash.aIO7tq3J.dpuf

Apakah hidup ini sulit atau mudah?

Apakah hidup ini sulit atau mudah? simak dialog berikut ini:

Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.

Jawab Om: He he…

Lho khoq ketawa?

Jawab Om: Yah memang itu perasaanmu, masa’ saya ikut campur.

Tapi benar gak itu Om?

Jawab Om: Apa?

Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.

Jawab Om: Bagi siapa?

Hmm…

Jawab Om: Hayoo, tidak mudah bagi siapa?

Hmmm… bagi aku kali ya?

Jawab Om: Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?

Hmm… kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?

Jawab Om: He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.

Maksudnya Om?

Jawab Om: Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.

Terus?

Jawab Om: Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.

Terus aku harus bagaimana?

Jawab Om: Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.

Yah, aku ngak suka dinasihati.

Jawab Om: Kenapa?

Itu khan cuman omongan.

Jawab Om: Hmm… tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.

Tapi khan jalaninya sulit Om?

Jawab Om: Memang.

Terus bagaimana?

Jawab Om: Jalani saja.

Tapi khan sulit Om?

Jawab Om: Memang.

Terus gimana?

Jawab Om: Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.

Tapi khan sulit Om?

Jawab Om: Sini sini… aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.

Memangnya ada yang hidupnya mudah?

Jawab Om: Hmm… kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa – tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah – jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.

Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?

Jawab Om: Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.

Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?

Jawab Om: Ya.

Mulai kapan ya Om?

Jawab Om: Segera.

Tapi gak tahu caranya?

Jawab Om: Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?

Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om?

Jawab Om: (Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)… yah mungkin seperti itulah?!

Om khoq kelihatan sedih?

Jawab Om: Yah begitulah…

Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.

Jawab Om: He eh…

OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.

Jawab Om: Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!

Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.

Jawab Om: Kenapa begitu?

Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!

Jawab Om: Terus saya harus bilang wow! gitu?

Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.

Jawab Om: He he… you are so cute. I love you.

I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.

Jawab Om: He he… you remind me of myself. The best of success ya?

Aamiin. Bye Om…

Jawab Om: Wa’alaikum salaam.

Tiga Pintu Kebijaksanaan

Kumpulan Inspirasi & Motivasi

Tiga Pintu Kebijaksanaan

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, terampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

“Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku” Sang Pangeran meminta.

“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, ujar Pertapa.

“Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.”

Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”

“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang Pangeran. “Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku”

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.

“Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?” Tanya sang Pertapa

“Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran

“Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU”

“Ini memang keinginanku” pikirnya. “Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi”

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

“Apa yang engkau pelajari kali ini?”

“Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar”

“Engkau benar” Kata sang Pertapa. “Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh”

Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH DIRIMU”

“Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya”. Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.

“Kini apa yang engkau pelajari ?”

“Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah”

“Itu bagus” ujar sang pertapa. “Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !”

“Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh”. Dan ia pun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi “TERIMALAH DIRIMU”.

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.

“Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta” katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.”

“Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan” , ujar Pertapa. “Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua”

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”

Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku belajar” ujarnya “Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

“Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa,

“Sekarang pergilah ke Pintu Pertama”

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan “TERIMALAH DUNIA”

“Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri “Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya”. Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.

Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : “Apa yang engkau pelajari sekarang ?”

“Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

“Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa. “Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia” Sang pertapa pun menghilang.

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

sumber: http://www.nomor1.com/igbuta599/tiga-pintu-kebijaksanaan.htm

Anjing Cerdas

Anjing Cerdas

Seorang tukang daging heran ketika melihat ada anjing yang masuk ke tokonya, dia beberapa kali mencoba mengusir anjing itu, tetapi beberapa kali juga anjing itu selalu kembali lagi ke tokonya.

“Dengan penuh tanda tanya, akhirnya tukang daging tersebut mulai mendekati dan mengamati anjing tersebut. Penjual daging itu terkejut ketika ia mendapati bahwa ada sebuah kertas kecil yang tergantung di leher anjing itu dan bertuliskan : “Berikan aku 12 sosis dan 1 paha kambing”. Penjual daging itupun makin terkejut lagi ketika ia mendapati bahwa anjing itu juga menggigit uang 20 dollar – jumlah yang cukup untuk membeli ‘pesanan’ anjing itu.

“Dengan merasa agak aneh, penjual daging itu mengambil uang dari mulut anjing itu, menyiapkan ‘pesanannya’, membungkus 12 sosis dan 1 paha kambing ke dalam sebuah tas plastik, lalu memberikannya kepada anjing itu. Anjing itu pun dengan sigap menggigit pegangan tas plastik itu … lalu ngeloyor pergi.

“Penjual daging sangat penasaran dengan anjing tersebut. Kebetulan saat itu sekitar pukul 5 sore.. “Waktu tutup toko !” penjual daging itu berkata. Ia lalu bergegas menutup tokonya secepat mungkin, dan segera mengikuti ke mana anjing itu pergi.

“Saat anjing itu akan menyeberangi jalan – penjual daging mengamatinya – anjing itu meletakkan tas plastiknya, lalu melompat untuk menekan Tombo Penyeberangan. Sesaat, anjing itu menunggu lalu-lintas aman, dan anjing itu pun menyeberang jalan bersama tas plastiknya.

“Disudut jalan, anjing itu berhenti di sebuah halte bus, lalu mengamati Jadwal Bus yang ada di situ. Lalu dengan sabar, anjing itu duduk di kursi tunggu – menunggu bus datang.

” Sebuah bus pun datang, anjing itu segera berlari-lari berusaha melihat bagian belakang bus – yang biasanya terpampang no seri tujuannya, rupanya itu bukan bus yang ia cari, dan anjing itu pun kembali duduk di kursi tunggu.

“Beberapa menit kemudian, bus lain datang. Seperti tadi, anjing itu langsung berlari ke belakang bus untuk melihat nomor serinya. Dan dengan segera, anjing – dengan tas plastik yang masih dimulutnya – segera bergegas masuk ke dalam bus. Si tukang daging pun ikut-ikutan masuk ke dalam bus – kali ini dengan mulut melongo.

“Setelah sekitar 20 menit perjalanan, Anjing itu pun lalu turun di depan sebuah rumah megah, sambil berlari-lari kecil dengan barang bawaannya, anjing itu masuk ke pelataran rumah itu. Sang tukang daging pun juga ikut turun dari bus dan mengamatinya.

“Saat sampai di depan pintu depan, anjing itu lalu meletakkan barang bawaannya di tangga – mundur beberapa langkah – lalu lari dan membenturkan badannya ke pintu. Hal ini dilakukannya beberapa kali.

“Merasa tidak berhasil membuka pintu depan, anjing itu lalu berlari ke samping rumah – memanjat tembok kecil yang ada di situ – lalu membentur-benturkan kepalanya pada sebuah jendela. Lalu ia turun dan segera berlari ke depan pintu depan lagi.

“Beberapa saat kemudian seorang pria gemuk keluar dari pintu depan, sambil berteriak, “Dasar anjing bodoh !” Pria itu pun membentak-bentak anjing itu, memukulnya, dan menendangnya, sambil mengumpat beberapa kali.

“Merasa ‘tidak terima’ , si tukang daging itu pun menghampiri si pemilik rumah sambil berseru, “Hey ! apa yang kau lakukan ? anjing ini jenius, bahkan anjingmu ini layak untuk muncul di TV !”

Tidak mau kalah, Pria pemilik rumah itu pun menjawab, “Apa kau bilang ? jenius ?” Pria gemuk itu melanjutkan, “Sudah dua kali dalam seminggu – anjing ini lupa membawa kunci pintu depan ! benar-benar bodoh ! dasar anjing tolol !”

INTI DARI CERITA DI ATAS ADALAH?

SEBERAPA HEBAT DAN PINTARNYA ANDA, SELALU AKAN ADA YANG MENGANGGAP KITA BODOH. BERSABAR DAN BERTAHANLAH!

Tetesan Terakhir

Tetesan Terakhir

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : “Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. “Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan “ting!” setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh. Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” jawab wanita itu, “Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku”.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir.

Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

“Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya”, demikian kata seorang bijak.

SELALU ADA TETESAN TERAKHIR!

Sumber: http://www.nomor1.com/igbuta599/tetesan-terakhir.htm

Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?

Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?

Ceritanya Seorang Ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri. Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan.

Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.

“Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.”, demikian suara keras sang Ayah.

“Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing di negeri sendiri…Bapak sering merasa tolol diantara para pemeras rakyat yang sah dimata hukum. Jadi pengusaha itu lebih mulya, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain…”. Bentak bapak.

Si anak diam tidak menjawab dalam ketakutannya.

Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah.
Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada di rumah neneknya.

Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati kehati antara bapak dan anak.

“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”

“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja…Hidup lebih enak demikian”

“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”

“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”

Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.

“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”

Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.

Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.

Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.

Bapaknya kembali berkata dengan membentak. “Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin jadi pegawai negeri? “

Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.

“Bapak…bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”

Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”

Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka…”, sambil meneteskan airmata.

Bapaknya kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan bijak… “Anakku..Negeri kita tercinta ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa kesulitan. Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini nak…. Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Walaupun jadi pengusaha sangat kecil sekalipun tidak apa, itu jauh lebih mulia dari pada kamu mengemis uang pada rakyat yang miskin ini”….

Sang anak tertegun dan mengangguk.

 

EVERYONE IS NUMBER ONE


Info  dari NOMOR1.com