Bukan Hati Tidak Penting

*cropped-lukisan-kotbah-di-atas-bukit1.jpg*

_Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan._
Maleakhi 3:10

Baca : Maleakhi 3:3-12

Tuhan mengukur hati kita dengan angka. Ya, tentu kita telah banyak belajar bahwa Tuhan mengukur hati kita dari perbuatan kita. Namun hari ini, kita akan belajar bagaimana Tuhan juga mengukur hati kita dengan angka. Suka-tidak-suka, siap-tidak-siap, Alkitab berkata bahwa Tuhan mengukur hati kita dengan ukuran tertentu.

Hukum persepuluhan adalah cara Tuhan mengukur hati kita. Kebutuhan rumah Tuhan adalah tanggung jawab seluruh umat Tuhan. Mendukung pelayanan rumah Tuhan adalah bagian dari setiap orang percaya. Perpuluhan yang Tuhan perintahkan adalah keadilan Tuhan.

Perhatikan baik-baik bahwa Tuhan tidak pernah memerintahkan satu orang tertentu yang banyak hartanya untuk mencukupi seluruh kebutuhan rumah Tuhan. Sebaliknya, Tuhan juga tidak pernah mendesak orang-orang berkekurangan untuk memaksa diri berkorban sampai mati untuk mendukung pelayanan di Bait Allah. Peraturan persembahan yang Tuhan ajarkan bisa berupa sapi, domba, kambing atau burung sesuai dengan kemampuan jemaat Tuhan (Im. 1).

Bagaimana Tuhan mengatur kecukupan bagi gereja Tuhan? Dia memerintahkan persembahan persepuluhan! Tuhan memberkati kita dan Dia meminta sepersepuluh dari segala penghasilan kita untuk rumah Tuhan. Ini sebuah perintah yang bernilai harus, bukan optional. Tuhan sangat serius dalam hal ini. Dia bahkan menyebut mereka yang tidak memberi persembahan sepersepuluh sebagai penipu, pencuri, dan perampok Tuhan.

Dia memberikan ukuran yang adil bagi semua orang dengan ukuran “sepersepuluh dari segala penghasilan” kita. Dengan ukuran inilah Tuhan yang mengukur hati kita. Dengan matematika ini, mereka yang menurut ukuran dunia kaya bisa jadi justru selalu memberikan yang paling sedikit. Dan mereka yang disebut miskin bisa jadi memberikan jauh lebih banyak daripada mereka yang kaya (Luk. 21:3-4).

Demikianlah dalam memberikan persembahan kepada Tuhan bukan hati tidak penting, tetapi ada ukuran tertentu yang Tuhan tuntut untuk menilai kesungguhan hati kita. Belajarlah taat untuk memberi perpuluhan dari setiap penghasilan kita karena dari sanalah sebetulnya hati kita diuji, apakah kita lebih mengasihi kekayaan atau Tuhan Yesus?

*UKURAN YANG TUHAN BERIKAN DALAM HAL MEMBERI PERPULUHAN ADALAH ADIL BAGI SETIAP ORANG.*

Selamat hari Minggu, selamat beribadah dan memasuki minggu Advent!

Advertisements

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on December 7, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: