Renungan: Jika Bapak Tak Sanggup Mencintaiku

Walau tidak terlalu dekat mengenalnya, sebenarnya sudah cukup lama saya mengenal teman saya yang satu ini, seorang pria baik yang berhasil di dalam usahanya dan memiliki keluarga yang harmonis. Sampai suatu hari di suatu pertemuan dari pembicaraan biasa akhirnya ia berbicara mengenai ayahnya.

     “Menurutmu, apakah ada orangtua yang tidak mencintai anaknya?” Tanyanya.
     “Kalau pertanyaan itu ditanyakan padaku 20 tahun yang lalu sebelum aku berkecimpung di dunia keluarga, aku akan menjawab ‘tidak ada’. Tapi sekarang, aku harus menjawab ‘ya’ memang ada saja segelintir orangtua yang tidak mencintai anaknya.” Jawab saya.
     “Dan segelintir orangtua itu, termasuk bapakku di dalamnya.” Katanya.
     “Maksudnya?” Tanya saya agak kaget.
     “Ibuku hamil di luar nikah saat mengandung aku. Saat itu bapakku masih sekolah dan terpaksa berhenti sekolah untuk menikahi ibuku. Ia mau bertanggungjawab, tapi ia selalu melihat diriku sebagai kebodohan terbesarnya… Dan sampai mati pun, ia tidak bisa melepaskan pandangan kebodohan dirinya dari diriku.” Terang teman saya.
     “Perlakuan bapak terhadap aku dan dua adikku sangat berbeda. Setiap kali aku bicara, bapak akan menjauh atau bapak akan mengalihkan pembicaraan atau bapak akan membuang muka. Dari kecil aku mengalami hal itu… Syukurnya, aku bukan pribadi yang penyerah, aku tidak pernah iri dengan saudara-saudariku. Dan aku juga beruntung memiliki ibu yang sangat sayang padaku. Ia tahu benar perlakuan bapak terhadapku, jadi ibuku selalu menghiburku. Ibuku tidak pernah menjelekkan bapak, ia tetap meminta aku menghormati bapak.” Lanjutnya lagi.
     “Mungkin itu hanya asumsimu saja. Pernahkah kau bertanya pada bapakmu untuk menjernihkan asumsimu?” Tanya saya. Pertanyaan saya disambut dengan senyum singkat oleh temanku itu.
     “Sebelum bapak meninggal, ia memanggilku, minta bicara empat mata… Bapakku berkata, bapak minta maaf atas perlakuan bapak padamu. Tapi bapak harus jujur padamu dan pada diri bapak sendiri, bahwa sekalipun bapak diijinkan sembuh, bapak tidak yakin bisa benar-benar mencintaimu. Bapak adalah harapan orangtua untuk menyelesaikan sekolah saat itu, ketika mereka melihat bahwa bapak lebih memilih menikahi ibumu daripada pindah ke kota lain untuk meneruskan sekolah, mereka sakit hati sekali. Lima bulan setelah itu, nenekmu meninggal dunia. Kakekmu terus menyalahkan bapak yang telah membuat nenek sakit hati hingga meninggal dunia. Dan sejak dari kelahiranmu… bapak hanya melihat setumpuk kesalahan bapak setiap saat melihatmu.” Kata temanku lagi.
     “Selama mengenalmu, aku tidak pernah melihat sisi pribadi pemarah atau sakit hati. Padahal, aku prihatin sekali dengan kisahmu.” Saya berkomentar.
     “Oh tidak! Tidak sama sekali! Sungguh, aku memaafkan bapakku sepenuhnya. Aku malah bersyukur diberikan kejadian ini… Dari kecil, untuk memperoleh perhatian ayahku, aku selalu berusaha memberi yang terbaik. Aku belajar dan menjadi juara kelas, aku cukup berhasil di dalam pekerjaan dan hidupku, keluargaku pun baik-baik saja. Sampai saat ayah berkali-kali masuk rumah sakit, aku mampu membiayainya sampai berobat ke luar negri dan dirawat di kamar VIP… Aku sangat bersyukur dengan kejadian ini karena akhirnya, sepanjang hidupku, aku bisa jadi orang yang memberi. Dan… masih banyak yang dapat aku berikan selama aku hidup. Aku merasa hidupku sangat berarti.. Dunia ini ajaib! Saat kita memberi, ia pun tak pelit memberi lebih.” Katanya seraya tersenyum tulus.
Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
FB fanpage: Yacinta Senduk
Blogs:
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on November 10, 2011, in Renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: