Renungan: Krisis Pede

Renungan: Krisis Pede

Posted by Rai Utama at 17:11

 

Krisis Pede

Posted: 13 Mar 2011 08:51 AM PDT

II Korintus 11:30
“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.”

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 74; Roma 2; Bilangan 31-32

Banyak orang berpikir bahwa krisis percaya diri hanya mendera mereka yang berusia remaja dan tidak bagi mereka yang sudah berusia diatas 25 tahun. Benarkah seperti itu? Jelas, pendapat itu salah besar. Kepercayaan diri bukanlah bergantung kepada usia seseorang, tetapi bagaimana ia melihat dirinya sendiri dan lingkungan keluarga yang membentuknya.

Akibat dari ketidakpercayaan diri begitu banyak potensi, bakat, atau kemampuan yang tersia-siakan karena tidak disadari oleh pemiliknya. Ini sebetulnya persoalan klasik. Bisa ditemui di segala zaman dari generasi ke generasi.

Musa adalah salah satu tokoh besar di Alkitab yang begitu jelas mengalami krisis percaya diri. Sewaktu Allah berfirman dan memberinya tugas untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa berusaha mengelak dengan alasan-alasan yang sebenarnya masuk akal. Ia berkata kepada Allah bahwa ia bukanlah seorang yang pandai berbicara sehingga ia merasa kurang pantas memimpin bangsa Israel. Namun, Allah tetap tidak bergeming. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Musa pun taat pada panggilan-Nya. Musa mengambil keputusan ‘menutup matanya’ pada kekurangan di dalam dirinya, ia mempercayai Allah dan mengizinkan Allah bekerja atas hidupnya.

Sebagai manusia, kita pasti banyak kekurangan. Namun, Allah pasti menaruhkan talenta, bakat, atau kemampuan kepada masing-masing orang. Dia mempunyai satu maksud dan rencana atas setiap kelebihan yang kita miliki. Allah ingin kita mempergunakan dan memaksimalkan talenta, bakat, atau kemampuan itu untuk menggenapi rencana mulia-Nya atas hidup kita dan dunia ini.

Allah tidak ingin kita fokus pada kekurangan-kekurangan atau kelemahan kita yang pada akhirnya hanya akan membuat kita minder, merasa tidak berguna, tidak berharga dan putus asa. Ini bukanlah ciri dari anak-anak Tuhan yang dewasa. Dan tentunya Allah tidak bisa mengerjakan karya-Nya jika kita pesimis dan rendah diri. Sekarang saatnya Anda memohon kemurahan-Nya, lalu kerahkanlah seluruh kemampuan yang Anda miliki untuk Tuhan.

Sekecil apapun yang kita miliki akan menjadi besar jika diserahkan kepada Allah.

Renungan terkait
* Kekuatan atau kelemahan
* Tuhan bekerja di atas kelemahan kita
* Jangan kalah atas masalah
* Orang lemah yang kuat
* Dalam segala perkara Tuhan bekerja

 

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on March 15, 2011, in Renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: