Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia

“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

(Za 2:5-9.14-15a; Luk 9:43b-45)

“Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya” (Luk 9:43b-45), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Dengarlah dan camkanlah segala perkataanKu ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia’, demikian kata-kata Yesus khusus bagi para muridNya, bagi kita semua yang beriman atau percaya kepadaNya. Yesus datang ke dunia untuk mempersembahkan diri seutuhnya bagi dunia, demi keselamatan dunia seisinya, maka kita semua yang beriman kepadaNya juga dipanggil untuk meneladan Dia dengan hidup mendunia atau hidup dan bertindak demi keselamatan dunia. Mayoritas waktu dan tenaga kita terarah pada hal-hal duniawi yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Meneladan Yesus berarti mempersembahkan diri seutuhnya pada aneka tugas, kewajiban atau pekerjaan yang menjadi tanggunjawab kita masing-masing. Dengan kata lain entah belajar atau bekerja kita semua dipanggil untuk belajar atau bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga terampil dalam belajar atau bekerja, tumbuh berkembang menjadi orang professional dalam bidang kehidupan tertentu. Masa kini maaupun masa depan dibutuhkan orang-orang yang sungguh professional dan orang yang sungguh professional pada umumnya akan dicari orang alias tidak akan berkekurangan dalam hal pekerjaan atau bahkan berlebihan. Meskipun ia harus melaksanakan banyak tugas atau pekerjaan, orang professional akan mampu menyelesaikan semuanya dengan baik dan memuaskan bagi semuanya, dan iapun juga semakin professional dalam bidang kehidupan yang telah digelutinya; ia akan semakin hidup damai sejahtera lahir dan batin, jasmani dan rohani. Maka kepada rekan-rekan pelajar atau mahasiswa kami dambakan untuk sungguh belajar sehingga kelak professional dalam bidang kehidupan tertentu, sedangkan kepada para orangtua dan pendidik/guru kami dambakan sungguh mempersiapkan anak-anak/peserta didik ke arah professional tertentu sesuai dengan bakat anak-anak/peserta didik.

· “Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku”(Za 2:9). Semesta alam diciptakan oleh Tuhan dan tergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita, manusia, dapat hidup dan bergerak ke sana kemari hanya karena dan oleh Tuhan, maka baiklah kita hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan kata lain sebagai orang beriman kita dipanggil untuk tumbuh berkembang sehingga mahir dalam beriman. Orang yang mahir dalam beriman tak akan mungkin menjadi jarahan atau bahan pelecehan,  orang beriman akan handal dalam menghadapi aneka macam gelombang kehidupan, sehingga tidak akan karam.  Maka marilah dalam dan dengan iman kita hidup bersama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu mereka yang berpengaruh dalam hidup bersama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan menjadi teladan dalam kehidupan iman, secara konkret teladan dalam melaksanakan tugas atau kewajiban atau menghayati panggilan. Keteladanan para pemimpin, atasan atau petinggi diharapkan dapat menjadi modal dan kekuatan bagi semuanya sehingga semuanya semakin beriman dan ‘mengetahui bahwa semesta alam diciptakan oleh Tuhan’. Jika semuanya mengetahui dan menghayati bahwa semesta alam diciptakan oleh Tuhan, tergantung pada Tuhan, maka kiranya lingkungan hidup bersama menjadi nyaman, enak dan nikmat. Semua orang berfungsi secara professional dalam fungsi dan tugas masing-masing dalam hidup bersama, sebagaimana semua anggota tubuh kita sehat wal’afiat dan fungsional semua sehingga tubuh kita segar bugar, sehat wal’afiat. Hendaknya fungsi atau tugas pekerjaan apapun dihayati atau dilaksanakan secara sungguh-sungguh, professional. Hendaknya perbedaan fungsi atau tugas pekerjaan menjadi wahana untuk saling bekerja sama bukan menjadi bahan iri hati.

“Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana” (Yer 31:10-12)

Jakarta, 26 September 2009

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on September 25, 2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: