Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis yang pergi menyongsong mempelai laki-laki

“Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis yang pergi menyongsong mempelai laki-laki”

(1Tes 4:1-8; Mat 25:1-13)

“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.“(Mat 25:1-13), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Agustinus, uskup dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Ketika mempelai perempuan menyambut kedatangan mempelai laki-laki pada umum nampak cantik, menawan dan memikat, berpakaian seperti bidadari serta memakai parfum wangi dan penuh senyuman manis atau mesra. Persiapan untuk pertemuan tersebut kiranya sungguh lama dan dikerjakan dengan teliti, tekun dan cermat. Sebagai orang beriman kita semua dipanggil untuk meneladan mempelai perempuan tersebut, tentu saja bukan secara phisik melainkan lebih dan terutama secara rohani atau spiritual. St.Agustinus yang kita kenangkan atau rayakan hari ini adalah seorang pribadi yang ‘cantik dan menawan’ dalam hal hidup rohani atau spiritual, antara lain ia senantiasa berusaha untuk lebih mengenal Allah secara mendalam melalui permenungan maupun studinya. Dengan kata lain hati, jiwa, akal budi dan tubuh senantiasa terbuka terhadap kehendak Allah atau Penyelenggaraan Ilahi, terbuka terhadap aneka macam kemungkinan dan kesempatan untuk berubah atau tumbuh-berkembang semakin hidup mesra dengan Allah di dalam hidup sehari-hari. Marilah kita berusaha dengan keras dan rendah hati dalam memperdalam dan memperteguh hidup rohani atau spiritual kita, antara lain dengan rajin berdoa, saling tukar pengalaman atau curhat perihal pengalaman iman atau rohani, senantiasa berusaha berbuat baik atau membahagiakan orang lain, dst… Baiklah jika hal ini terutama dan pertama-tama terjadi di dalam keluarga, dengan teladan orangtua atau bapak-ibu: di dalam keluarga diusahakan berdoa bersama setiap hari dan curhat perihal pengalaman hidup, iman atau spiritual. Kebiasaan yang telah dialami dalam dan melalui keluarga akan menjadi modal kuat untuk hidup di masyarakat.

· Inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah” (1Tes 4:3-5). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi rekan-rekan muda-mudi khususnya remaja atau pemuda alias rekan laki-laki. Anda dipanggil untuk setia pada kekudusan, menjauhi aneka bentuk percabulan, dan tentu saja termasuk hubungan seks sebelum menikah. Maklum rekan laki-laki pada umumnya dalam berbuat cabul dan termasuk hubungan seks sebelum nikah kurang dapat dilihat akibatnya daripada rekan perempuan. Untuk mencek keperjakaan laki-laki kiranya tidak mudah, sedangkan mencek keperawanan gadis kiranya lebih mudah, yaitu selaput dara masih utuh. Maka ada rumor laki-laki berhubungan seks dengan perempuan lain kurang memperoleh dampak jelek akibatnya, sedangkan seorang gadis sekali berhubungan seks berarti kehilangan tanda keperawanan dengan pecahnya selaput dara serta ada kemungkinan menjadi hamil. Maka kami berharap kepada rekan-rekan laki-laki yang belum atau tidak menikah untuk menjaja kesuciannya. Sementara itu kami juga berharap kepada para suami/bapak juga tidak mudah menyeweng alias mengingakari isterinya dengan berhubungan seks dengan perempuan lain; dan tentu saja kami berharap kepada para isteri atau ibu ikut menjaga suami atau pasangannya sedemikian rupa sehingga tidak tergerak untuk menyeleweng dengan berhubungan seks dengan perempuan lain.

Hai, orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus” (Mzm 97:10-12)

Jakarta, 28 Agustus 2009

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on September 2, 2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: