Apakah kamu tidak mau pergi juga

Mg Biasa XXI : Yos 24:1-2a.15-17.18b; Ef 5:21-32; Yoh 6:60-69

“Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Maju kena, mundur kena”, itulah kiranya yang menjadi motto Nordin M Top bersama anak buah yang telah direkrutnya. Mereka yang telah berhasil dikuasai oleh Nordin sungguh maju dan percaya kepadanya, sehingga rela untuk mati, menjadi korban bunuh diri. Namun, konon juga ada di antara mereka yang mengundurkan diri dari Nordin, karena berbagai alasan. Jika dicermati memang Nordin sungguh cerdas dan luar biasa, karena dapat meyakinkan orang sedemikian rupa sehingga orang yang bersangkutan rela mati dengan bunuh diri sambil meledakkan bom, yang mencelakakan banyak orang. Apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nordin bagi para pengikutnya merupakan kekuatan luar biasa yang dapat mempengaruhi hidup mereka. Mereka rela meninggalkan isteri dan anak-anaknya serta keluarganya. Mungkin kata-kata atau tindakan yang dilakukan oleh Nordin sangat keras, dan kiranya sulit dipahami oleh banyak orang. Apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Yesus juga dinilai keras oleh para pendengarNya, maka mereka berkata :”Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?“(Yoh 6:60), dan memang banyak orang, yang semula mengikuti Yesus, mengundurkan diri. Melihat banyak orang mengundurkan diri Yesus bertanya kepada para rasul: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67), dan Petrus atas nama para rasul menjawab: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”(Yoh 6:69-69).

Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67).

Pertanyaan Yesus kepada para rasul ini kiranya baik kita pakai sebagai pertanyaan kepada diri kita masing-masing atau saudara-saudari kita, terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan yang telah dihayati dan diterimanya. Hidup terpanggil, entah sebagai suami-isteri, imam, bruder atau suster atau wadat/tidak menikah, kiranya sarat dengan tantangan, hambatan dan godaan yang dapat membuat orang tidak setia pada panggilan atau meninggalkannya. Berbagai tantangan, godaan dan rayuan duniawi rasanya telah membuat beberapa pastor, bruder, suster, bapak/ibu, pelajar, mahasiswa/, pekerja dst.. kurang setia pada panggilan dan tugas pengutusannya, atau bahkan mengundurkan diri dari panggilan dan tugas. Maka, meskipun ada ketidak-jelasan atau keragu-raguan, marilah kita meneladan Petrus, yang berkata :”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah”.

Panggilan dan tugas pengutusan kita adalah berasal dari Allah, yang kita terima melalui saudara-saudari kita yang baik hati: sentuhan, sapaan dan kebersamaan yang kita alami. “Perkataan Tuhan” antara lain telah diterjemahkan ke dalam aneka janji yang pernah kita ikrarkan, antara lain janji baptis, dimana kita berjanji untuk “hanya mau mengabdi Tuhan saja dan menolak semua godaan setan”, maka marilah kita mawas diri perihal janji ini:

1) Hanya mau mengabdi Tuhan saja”. Tuhan hidup dan berkarya dalam semua ciptaanNya, terutama dalam diri manusia, ciptaan terluhur dan termulia di dunia ini. Maka ‘mengabdi Tuhan’ antara lain berarti saling mengabdi atau melayani antar kita dimanapun dan kapanpun. Jika dalam hidup dan bekerja bersama kita dapat saling melayani dengan baik satu sama lain kiranya tidak ada seorangpun yang akan mengundurkan diri dari panggilan dan tugas pengutusan atau kewajibannya. Memang hidup atau bertindak melayani berarti harus bekerja keras tanpa kenal lelah dengan ceria, gembira, dinamis, cekatan, cermat, teliti, dst.. , dengan kata lain memang cukup berat. Namun ketika kita dapat selalu gembira dan ceria semuanya akan menjadi ringan adanya. Kebahagiaan sejati akan kita alami atau nikmati jika kita dapat melayani sesama dengan baik.

2) “Menolak semua godaan setan”. Godaan setan pada masa kini antara lain menggejala dalam aneka bentuk tawaran atau rayuan kenikmatan dunia yang terkait dengan harta benda/uang, seks, pangkat, jabatan atau kehormatan duniawi. Karena atau oleh harta benda/uang atau seks orang menjadi tidak setia pada panggilan dan pengutusan, antara lain dengan bekerja seenaknya dan korupsi. Orang yang melakukan hubungan seks bebas atau di luar nikah, pada umumnya yang bersangkutan juga tidak beres dalam hal pengurusan harta benda atau uang, dan dengan demikian juga dengan pekerjaan atau tugas pengutusan. Maka marilah kita tolak godaan setan yang menggejala dalam bentuk tawaran atau rayuan harta benda, uang atau seks, yang marak pada masa kini.

Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (Ef 5:32).

Paulus menggambarkan ‘hubungan Kristus dan jemaat’ bagaikan hubungan antar suami-isteri yang baik, setia satu sama lain dalam saling mengasihi sampai mati. “Tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya” (Ef 5:29), demikian gambaran Paulus perihal hubungan suami-isteri yang baik dan setia. Bukankah dalam hal ini anda para suami-isteri punya pengalaman: saling mengasuh dan merawat tubuh masing-masing, sehingga menjadi satu tubuh dalam persetubuhan atau hubungan seks? Saling telanjang satu sama lain dan tidak ada yang bagian tubuh luar yang ditutupi, dan juga tiada malu, ragu-ragu maupun sedih. Hubungan yang terbuka, apa adanya, jujur, polos, dst. itulah yang terjadi antar suami-isteri.

Sebagai umat Allah atau orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk berhubungan mesra denganNya. Kita semua adalah anggota tubuh Kristus, yang memang berbeda satu sama lain, sebagaimana anggota tubuh kita juga berbeda satu sama lain. Sebagai sesama anggota tubuh kita dipanggil untuk saling mengasuh dan merawat dengan penuh kasih, lemah lembut dan rendah hati. Berbicara perihal ‘mengasuh dan merawat’ kiranya kita perlu mencermati pengasuh atau perawat yang baik, entah merawat manusia, binatang maupun tanaman. Pengalaman menunjukkan bahwa fungsi perawat di rumah sakit, yang mengasuh dan merawat para pasien setiap hari cukup menentukan proses penyembuhan pasien yang bersangkutan. Perawat yang baik memang selalu rendah hati, lemah lembut, ceria, penuh senyuman, cekatan, tanggap alias tidak pernah marah, menggerutu atau mengeluh ketika dimintai tolong oleh pasien atau harus merawat pasien yang cerewet atau ‘bawel’.

Sebagai tanda atau gejala bahwa kita berhubungan mesra dengan Tuhan berarti dalam hidup bersama kita dimanapun dan kapanpun senantiasa dijiwai oleh rendah hati, lemah lembut, ceria, penuh senyuman, cekatan dan tanggap, tidak mengeluh, menggerutu atau marah-marah, dan dengan demikian kebersamaan hidup kita senantiasa menarik dan memikat. Cara hidup dan bertindak yang demikian itu dapat menjadi bentuk ‘pewartaan ataui marketing’ dan kiranya merupakan bentuk utama dan terutama yang tak dapat digantikan dengan bentuk lain. Mereka yang melihat kebersamaan hidup kita akan tergerak untuk semakin berbakti kepada Tuhan atau memperdalam hidup beriman, dan kiranya dari hati dan mulutnya keluar kata-kata ini:”Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!”(Yos 24:16)

Wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman. TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman” (Mzm 34:17-23)

Jakarta, 23 Agustus 2009

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on August 24, 2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: