Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga

“Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”

(Ul 31:1-8; Mat 18:1-5.10.12-14)

“Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”(Mat 18:1-5.10.12-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Klara, perawan, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· “Selamat tinggal ibu tersayang”, demikian kata-kata Klara sambil meninggalkan istana yang gemerlapan di Assisi, untuk mengkuti jejak Fransiskus, yang hidup miskin dan meninggalkan kemewahan duniawi serta hanya mau mengabdi Tuhan saja. Klara, gadis yang cantik dan perawan, berkehendak untuk mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dan kiranya menghayati sabda Yesus “Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga”. Dalam perkembangan selanjutnya Klara akhirnya mendirikan ‘Ordo’ yang kemudian dikenal dengan ‘Ordo Klaris’, para suster kontemplatif atau pertapa. Ia kiraanya juga meneladan Yesus “yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”(2Kor 8:9). Penghayatan keutamaan kemiskinan dan kerendahan hati bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Orang yang menghayati keutamaan kemiskinan akan diperkaya atau menjadi kaya akan keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang menyelamatkan dan membahagiakan. Maka dalam rangka mengenangkan St.Klara, yang telah mempersembahkan keperawanannya, harta yang paling berharga bagi remaja putri, kami mengharapkan rekan-rekan remaja putri dengan rendah hati berani meneladan St.Klara, mininggalkan aneka kemewahan dan gemerlapan dan kemudian hidup miskin serta mengikuti Tuhan Allah saja. Dengan kata lain kami berharap semoga banyak remaja putri yang tergerak untuk hidup membiara atau menjadi suster dan kemudian mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui aneka karya pelayanan bagi masyarakat umum, misalnya karya kesehatan atau pendidikan.

· “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”(Ul 31:6), demikian kutipan firman Tuhan kepada Musa. Kutipan ini kiranya baik menjadi bahan permenungan atau refleksi bagi siapapun yang telah menentukan atau memilih jalan hidup terpanggil, entah menjadi imam, biarawan, biarawati atau hidup tak menikah maupun hidup menikah atau berkelaurga. Apa yang telah dipilih atau ditentukan pada umumnya disadari dan dihayati sebagai anugerah atau panggilan Tuhan, maka hendaknya “janganlah takut dan jangan gemetar, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau”. Dengan kata lain hendaknya setia pada panggilan meskipun untuk itu harus menghadapi aneka tantangan dan hambatan serta menuntut pengorbanan dan perjuangan. “Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 24). Secara khusus kami mengingatkan dan mengajak rekan-rekan remaja putri untuk tetap setia sebagai perawan alias tidak berhungan seks sebelum hidup berkeluarga atau membiara. Maka hendaknya sering berdoa baik kepada Bunda Maria maupun dengan perantaraan St.Klara agar tetap sstia sebagai perawan. Kami juga berharap rekan-rekan remaja putri tidak menghadirkan atau menampilkan diri sedemikian rupa sehingga merangsang laki-laki mata keranjang untuk berbuat amoral atau jahat.

“Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia” (Ul 32:7-8)

Jakarta, 11 Agustus 2009

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on August 18, 2009, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Sekarang sudah susah utk mendapatkan org spt st. Dan santa itu. Kami manusia banyak berbuat dosa. Sudah jarang org yg menikah suci. Demikian pula banyak keluarga yg tdk bisa setia pada perkawinannya. Dan yg paling berbahaya adalah keperawanan yg tdk dijaga oleh beberapa pihak yg telah menerima imanat. Hanya pada Tuhan harapan n pertobatan kami serahkan. Amen:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: