Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya

Mg Biasa XX : Ams 9:1-6; Ef 5:15-20; Yoh 6: 51-58

“Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

“Ketika masih anak-anak dan tinggal di desa mau makan enak tidak ada, dan setelah dewasa seperti saat ini serta menjadi pastor cukup banyak makanan enak tersedia tetapi tidak boleh makan”, demikian komentar salah seorang rekan komunitas. Maklum rekan kami tersebut sesuai dengan hasil laboratorium rumah sakit berkolesterol tinggi alias terlalu memiliki lemak jahat cukup banyak di dalam darahnya. Maka demi masa depan alias hidup lebih panjang yang bersangkutan harus bermatiraga dalam hal makanan dan minuman. Makanan-makanan yang enak pada masa kini memang pada umum berlemak dan tentu saja kurang sehat atau baik bagi mereka yang berkolesterol tinggi. Cukup banyak orang kiranya mendambakan berusia panjang alias jangan segera mati atau dipanggil Tuhan, maka untuk itu mereka dengan berbagai upaya dan usaha berusaha agar dirinya tetap sehat wal’afiat, segar-bugar alias tidak mudah jatuh sakit, agar diperkenankan hidup di dunia ini lebih lama. Jika orang berhasil dalam mengusahakan hidup yang baik, sehat dan segar-bugar di dunia ini kiranya yang bersangkutan untuk mendambakan atau berharap kelak ketika dipanggil Tuhan alias setelah meninggal dunia akan hidup selama-lamannya, mulia di sorga bersama Tuhan.

“Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”(Yoh 6:58)

“Roti” yang dimaksudkan di dalam Warta Gembira hari ini bagi kita masa kini kita imani dalam rupa ‘roti tak beragi’ yang setiap kali kita terima di dalam Perayaan Ekaristi, yaitu ‘komuni suci’. Setiap kali menyambut komuni kita mengatakan ‘Amin’ atas kata-kata dari pemberi komuni “Tubuh Kristus”, yang berarti kita mengimani dan menghayati bahwa yang kita terima adalah ‘Tubuh Kristus’. Makanan sedikit banyak atau secara dominan menentukan kwalitas pribadi yang bersangkutan, apa yang biasa dimakan akan menentukan kwalitas pribadi yang bersangkutan. Maka jika kita menyantap ‘Tubuh Kristus” berarti hidup dan cara bertindak kita dijiwai oleh Yesus Kristus, kita memiliki cara hidup dan cara bertindak sesuai cara hidup dan cara bertindak Yesus Kristus, dan dengan demikian kelak kita layak untuk menikmati hidup selama-lamanya di sorga.

Jika kita meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus Kristus, maka kita tidak hanya akan hidup selamanya di sorga tetapi selama hidup di dunia ini kita juga tetap hidup dengan gairah, ceria, dinamis, penuh harapan, dst.. meskipun harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan; kita dapat mengatasi atau mengalahkan aneka macam godaan atau rayuan setan yang merajalela di sana-sini dalam kehidupan masa kini. Dengan kata lain kita memiliki budi pekerti luhur, yang antara lain menghayati keutamaan-keutamaan “bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gigih, hemat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, sikap adil, sikap hormat, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, tangguh, tegas, tekun, tetap janji, terbuka dan ulet “(Prof.Dr.Sedyawati: Pedoman Penananam Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka, Jakarta 1997)

Kami berharap dan mendambakan para orangtua atau bapak-ibu dapat menjadi teladan hidup berbudi pekerti luhur bagi anak-anaknya. Mungkin anda juga akan bertanya “Bagaimana mungkin?”. Ingat bahwa anda telah saling berjanji untuk saling mengasihi baik dalam untung dan malang, sehat maupun sakit sampai mati, maka agar anda menjadi mungkin sebagai teladan berbudi pekerti luhur bagi anak-anak anda, hendaknya anda saling membantu dan mengingatkan jika di antara anda lalai dalam menghayati janji tersebut. Hendaknya anda sungguh bekerjasama atau bergotong-royong dalam menjadi teladan berbudi pekerti luhur. Anak-anak hendaknya sedini mungkin dilibatkan atau diajak untuk berpartisipasi di dalam Perayaan Ekaristi, dan ketika saat menyambut komuni suci mohonkan berkat bagi anak anda melalui yang menerimakan komuni suci. Kebersamaan anda dalam satu keluarga dalam berpartisipasi di dalam Perayaan Ekaristi akan menjadi pengalaman yang indah bagi anak-anak anda dan tentu saja juga bagi anda berdua sendiri.

“Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati”(Ef 5:17-19)

Kita semua dipanggil untuk “bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan dengan segenap hati” baik di dalam ibadat maupun hidup sehari-hari, dan rasanya terutama dan pertama-tama di dalam hidup sehari-hari. Ibadat atau doa dan kerja bagaikan mata uang bermuka dua, sebagaimana dikatakan dalam sebuah motto “Ora et labora” = Berdoa dan bekerja. Doa menjiwai kerja dan kerja memperdalam hidup doa. Dengan kata lain semakin mendunia, semakin berpartisipasi dalam seluk-beluk duniawi hendaknya semakin beriman dan mendalam dalam doa-doanya.

Dalam hidup, bekerja atau sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun diharapkan senantiasa dalam keadaan gembira dan ceria. Di dalam kegembiraan dan keceriaan ketika harus menghadapi tantangan, masalah dan hambatan pasti dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan untuk mengatasi dan menyelesaikannya. Kegembiraan dan keceriaan yang ada adalah dalam dan bersama Tuhan, karena Tuhan senantiasa hidup dan bekerja dalam diri kita yang lemah dan rapuh, maka tantangan, masalah dan hambatan macam apapun pasti akan dapat kita atasi atau selesaikan. Pada umumnya orang yang senantiasa gembira dan ceria juga memiliki keteguhan hati.

“Selama kita memiliki kemauan, keuletan, dan keteguhan hati, besi batangan pun bila digosok terus-menerus, pasti akan menjadi sebatang jarum …Miliki keteguhan hati” , demikian salah satu motto dari Bapak Andrie Wongso, promoter Indonesia. Keteguhan hati rasanya merupakan salah satu bentuk keutamaan dari penghayatan hidup yang penuh dengan Roh, yang bersifat abadi atau kekal. Berapa lama menggosok besi batangan sehingga menjadi sebatang jarum? Sulit dijawah dan dibayangkan. Soal gosok-menggosok ini kiranya perlu dan selayaknya dihayati oleh para orangtua atau bapak-ibu di dalam mendidik dan mendampingi anak-anaknya. Bekerjasamalah sebagai orangtua/bapak-ibu dalam mendidik dan mendampingi anak-anak anda, ‘gosok terus’ anak-anak anda dengan kemauan, keuletan dan keteguhan hati agar mereka tumbuh berkembang menjadi pribadi cerdas spiritual atau berbudi pekerti luhur. Orangtua atau bapak-ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, sedangkan berbagai pendidikan formal dan informal di luar keluarga merupakan bantuan bagi para orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Maka sebagai pendidik utama dan pertama, kami berharap para bapak-ibu atau orangtua dapat menjadi teladan dalam hal kemauan, keuletan dan keteguhan hati.

“Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik. Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya” (Mzm 34:10-15)

Jakarta, 16 Agustus 2009 .

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on August 18, 2009, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: