Jangan berzinah

“Jangan berzinah”

(2Kor 4:7-15; Mat 5:27-32)

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah” (Mat 5:27-32), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Apa yang disabdakan oleh Yesus ini kiranya masih menggema atau berlaku di Negara Islam yang keras perihal perzinahan. Namun kiranya hukum tersebut baru berlaku jika sungguh terjadi perzinahan secara phisik, sedangkan Yesus mengajarkan lebih mendalam dengan bersabda: “Setiap orang yang memandang perempuan dan menginginkanya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. Menginginkan merupakan langkah awal untuk melakukan dan pada umumnya dalam hal perzinahan berarti laki-laki ingin menguasai dan menikmati tubuh perempuan demi kepuasan dan kenikmatan seksualnya. Tertarik kepada lawan jenis hemat saya wajar dan dikehendaki oleh Tuhan, tetapi bukan untuk menginginkan atau menguasai melainkan untuk memuji dan menghormatinya. Ketertarikan pada umumnya mulai dari mata dengan memandang atau melihat, maka baiklah kita memfungsikan indera mata kita sebagai wahana untuk memuji dan menghormati apa yang kita lihat. Ketika melihat lawan jenis yang cantik atau tampan marilah kita puji dan syukuri karya Allah, dengan kata lain hendaknya kita semakin beriman kepada Allah yang telah menciptakan perempuan cantik atau laki-laki tampan. Kepada rekan-rekan perempuan kami berharap hendaknya ketika tampil atau hadir di muka umum dengan sopan cara berpakaian sehingga tidak memancing atau merangsang kaum laki-laki untuk berbuat jahat; jauhkan cara hidup, cara menghadirkan diri yang merangsang orang lain untuk berbuat dosa. Sebaliknya hadirkan diri di hadapan pasangan atau suami anda sedemikian rupa sehingga merangsang pasangan atau suami untuk mengasihinya. Kepada rekan-rekan kaum laki-laki kami berharap dapat menjaga dan mengendalikan diri ketika melihat lawan jenis yang merangsang. Marilah kita saling membantu agar kita tidak berzinah di dalam hati kita masing-masing.

· “Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (2Kor 4:7). Yang dimaksud oleh Paulus dengan ‘harta’ di sini antara lain tubuh dengan segenap anggota atau bagiannya. Tubuhku adalah ciptaan atau karya Allah yang diciptakan dalam dan oleh kasih, maka hendaknya diperlakukan dalam dan oleh kasih juga alias untuk saling mengasihi satu sama lain. Masing-masing dari kita adalah bait Allah, sehingga semua anggota tubuh kita merupakan alat-alat Allah untuk mengasihi. Hendaknya kita memandang atau melihat dalam kacamata Allah atau sesuai dengan kehendak Allah, menyentuh orang lain dalam kasih Allah. Kepada mereka yang dianugerahi kecantikan atau ketampanan tubuh sehingga menarik dan memikat orang lain hendaknya semakin beriman kepada Allah, bersyukur dan berterima kasih kepada Allah. Fungsikan kecantikan atau ketampanan anda untuk membawa orang lain kepada Allah. Memang yang utama dan pertama kiranya bukan tubuh melainkan hati, kecantikan dan ketampanan terletak dalam hati yang suci. Maka mereka yang merasa tidak atau kurang cantik atau tampan hendaknya tidak merasa minder atau kecil hati; ingatlah bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang sama atau identik, dengan kata lain masing-masing dari kita adalah juara. Bukankah masing-masing dari kita berasal dari satu sel sperma di antara jutaan sel sperma yang berasul merebut atau menembus satu telor, dan hal itu terjadi karena kuasa atau karya Allah. Kepada siapapun yang memiliki harta berlimpah-ruah kami harap untuk semakin beriman kepada Allah, karena semuanya berasal dari Allah. Harta benda, uang, kesehatan, kecantikan, ketampanan, sahabat atau saudara , dst adalah berasal dari Allah, anugerah Allah, yang kita terima melalui orang-orang yang telah mengasihi kita dan berbuat baik kepada kita, maka tiada alasan bagi kita untuk menjadi sombong. Semakin beriman kepada Allah berarti semakin rendah hati.

“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku! Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya “(Mzm 116:15-18)

Jakarta, 12 Juni 2009

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on June 12, 2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: