Perempuan Oh Perempuan

“Perempuan Oh Perempuan”
(Refleksi Atas Tafsir Ideologis Matius 15: 21-28)

Pdt Victor Hamel

• Untuk seorang Ibu yang sedang yang hamil dan “menanggung beban berat” di Airsanih Singaraja

* Perempuan! Ia sering dianggap seorang yang tak berarti. Dalam tradisi dimana laki-laki menjadi sangat dominan, seorang perempuan seperti dia bukanlah apa-apa. Hanya seorang perempuan, dengan harapan dan angan-angan. Haknya sering di tiadakan, kemampuannya sering diabaikan, bahkan hidupnya tercampakkan.
Perempuan…ia sering dianggap tak berarti!

* Kanaan! Ia adalah negri tak bertuan. Sebuah perselingkuhan budaya dan peradaban yang menghasilkan kemurkaan. Ia hanya remah-remah tak berharga dan teraniaya, yang jatuh ke tanah dan dimakan oleh anjing-anjing lapar dan dahaga. Padanya segala sesuatu dianggap berdosa, tak berarti dan hampa. Kenajisan adalah buah hidupnya, kemurkaan adalah bagian nafasnya. Orang berkata, “di Kanaan kutuk adalah takdirnya”.
Kanaan! Ia negri tak bertuan, tak berarti dan dianggap tiada.

* Perempuan Kanaan! Ia adalah seorang najis yang tak berarti apa-apa. Sangat hina dan dianggap tak berguna. Tersesat dalam keangkuhan laki-laki dan cemooh manusia yang menganggap dirinya sejati. Perempuan Kanaan adalah sosok kematian tanpa makna. Hidupnya adalah kematian masa lalu, kini dan sepanjang masa! Lahir, hidup dan mati hanyalah seperti angin yang tidak pernah bertujuan, menghembus sepoi tetapi terasa panas. Panas, karena api yang selalu membakar sang jiwa perempuan dengan keangkuhan: Keangkuhan laki-laki, keangkuhan peradaban, keangkuhan budaya, keangkuhan dunia dan jagat raya.

* Perempuan Kanaan, tetapi ia mempunyai iman! Iman akan kuasa kebenaran yang mengalahkan kemunafikan peradaban, keangkuhan budaya, dan kebiadaban moral tradisi patriakal! Ia mempunyai semangat kehidupan dan tanpa takut keluar dari kesesatan dan kesombongan budaya laki-laki yang sudah dianggap sebagai budaya Ilahi. Ia mempunyai iman yang mengalahkan dunia: dunia yang menganggap perempuan tak berdaya. Ia mempunyai iman yang mengalahkan dunia: dunia yang menganggap keselamatan hanya milik kita saja.

* Perempuan Kanaan, ia adalah sosok perempuan masa depan! Mampu mengatasi kekerasan dengan kelembutan, mengatasi kemunafikan dengan kebenaran, mengatasi keangkuhan dengan kerendahan hati, mengatasi keinginan dengan kesabaran, mengatasi cercaan dengan senyuman, mengatasi tangisan tanpa air mata dan mengatasi seluruh kesulitan dengan Cahaya Keuripan-Cahaya Kristus-Dian Kristawati.

* Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki”!
* Hai Ibu Indonesia: besar imanmu, jadilah seperti yang kau kehendaki, atas persamaan hak mu, hidup keluargamu, hidup suami dan anak-anakmu dan hidup keluarga gereja Tuhan di sini dan sepanjang masa!

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on February 3, 2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: