TUJUH PRINSIP KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS

Why Jesus Died

TUJUH PRINSIP KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS
Oleh:
I Gusti Bagus Rai Utama, MMA
Siapa sajakah yang tergolong pemimpin besar di dunia ini? Kita tidak akan menyebutkannya satu persatu karena jika ditulis juga di sini maka halaman ini akan penuh dengan daftar nama saja. Ada banyak tipe kepemimpinan di dunia ini, dari yang paling otoriter sampai yang paling demokratis dan humanispun ada. Namun kali ini kita akan mengexplorasi kepemimpinan Yesus Kristus untuk memudahkan kaum awam dapat mengerti dan memahaminya. Bahasa yang digunakanpun bahasa sehari-hari atau bahasa pasaran, namun tetap bersumber pada Alkitab yang sejati.1. Identifikasi
Kalau kita lihat seseorang yang ingin menjadi anggota dewan atau pemimpin partai, begitu juga Yesus Kristus telah menyatakan BiodataNya agar pengikutnya tidak salah jika ingin mengikutinya. Namun pernyataan diri Yesus Kristus adalah hal yang benar, berbeda dengan para pemimpin dunia yang cenderung mengexplorasi hal-hal yang baik-baik saja dan penyembunyikan yang jelek yang ada pada dirinya. Misalnya, ada seorang anggota partai yang tidak pernah kuliah master menggunakan gelar master padahal mereka dapat beli atau pakai ijazah bodong. Yesus sangat tegas menyatakan siapa diriNya, dari mana asalNya. Lebih lanjut baca (Yoh 6: 35, 8:12, 14:6; Mark 14:61-62)
2. Misi
Bagi anda yang sering menonton kampaye partai politik atau bagi anda yang sering ikut serta dalam acara sidang sinode atau sidang pemilihan para pemimpin dunia tidak akan asing lagi dengan istilah misi ini. Terkadang dan sedikit para pemimpin yang telah menyatakan misinya akan menjalankan misinya jika ia kelak memimpin. Misi yang ia sampaikan sebelum ia terpilih akan sangat berbeda dengan apa ia lakukan hari ini. Namun sangat berbeda dengan kepemimpinan Yesus Kristus, apa yang Ia sampaikan dengan apa yang Ia lakukan adalah sudah dituliskan dalam Alkitab dan dilakukan juga sesuai dengan apa yang ada di dalam Alkitab. Ia telah melakukan dengan cara yang benar dan melakukan hal yang benar dalam hal ini Ia telah bertindak sebagai menejer dan sekaligus sebagai pemimpin. Ia sebagai manajer karena Ia sebagai utusan Bapa dan Ia harus melakukan hal-hal yang dititahkan Bapa. Ia juga sebagai pemimpin karena Ia juga dapat dan mampu menjalankan dan mengambil keputusan dengan benar. Lebih lanjut baca (Yoh 8: 14, 17:3-4; Luk 4:43)

3. Motivasi
Ada kalanya seorang direktur atau kepala departemen sebuah perusahaan entah dimiliki oleh lembaga gereja atau lembaga lainnya tidak mau “bukan tidak bisa” memberikan motivasi yang dapat ditiru oleh para pengikutnya, kita sebut di sini pengikut bukan bawahan untuk meninggikan yang rendah dan tidak merendahkan yang tinggi. Datang ke kantor dengan seenak dan sekehendak hatinya, kalau pengikutnya datang jam 7 pagi, kalau pemimpin boleh jam berapapun, itulah pemimpin dunia. Sangat berbeda dengan kepemimpinan Yesus Kristus. Yesus terlebih dulu menguduskan dirinya karena Ia ingin pengikutnya turut mengukuskan diri. Yesus tidak pernah menghakimi dengan “tangan salah maka tanga harus dipotong” tapi Ia menghakimi dengan cara yang bijaksana dan benar agar cara inipun akan ditiru oleh para pengikutnya. Lebih lanjut baca (Yoh 5: 30; 17:19,26)

4. Partisipasi
Coba kita lihat teman-teman kita yang telah berhasil menjadi seorang pejabat atau anggota dewan atau apasajalah yang mereka sebut sebagai pejabat akan merubah lifestyle serta gaya hidupnya setelah menjadi pemimpin. Semua pengikutnya harus memberi hormat walapun dia sendiri tidak pernah menyapa pengikutnya dengan bersahabat. Mobil harus diganti dengan yang baru, rumah harus dicat setiap tahun karena anggarannya harus dihabiskan, dan banyak lagi hal-hal yang tidak menggambarkan kepemimpinan kristiani. Yesus telah memberi teladan yang baik buat kita. Coba kita bayangkan, adakah seorang manusia yang kaya raya harus mau hidup miskin disepanjang hidupnya? Yesus telah melakukan itu buat kita, Yesus menunjukkan bahwa Ia juga turut berpartisipasi sebagai orang miskin. Adakah seorang manusia yang gagah perkasa, sakti mantra guna harus mati oleh tusukan tombak dan tancapan paku di kayu salib? Hanya Yesus yang mau untuk itu. Baca lebih lanjut (Yoh 15:15-16; 17:22; 1 Kor 3:9)

5. Konsentrasi
Dalam hidup ini, tekadang kita sangat susah untuk menentukan dan memusatkan pikiran dan konsentrasi kita. Tatkala seseorang yang telah memegang jabatan yang tinggi sangat mudah untuk melihat banyaknya uang dan kuasa yang bisa ia gunakan untuk keperluan pribadinya. Antara sumpah atau janji jabatan dan tindakannya juga tidak pernah terkonsentrasi pada sumpah atau janji jabatan yang pernah ia ucapkan. Kita mendengar di beberapa mediamasa, anggota DPR yang korupsi, menteri yang korupsi bahkan yang lebih parah lagi mungkin ada juga pengurus gereja yang telah melakukan korupsi hanya kita tidak mengerahuinya. Jika kita menjadi pemimpin, tetaplah teguh pada sumpah atau janji yang pernah diucapkan. Begitu halnya dengan janji yang pernah diucapkan tatkala kita menerima baptisan kudus, kita telah berjanji untuk mengikut Yesus dengan sepenuh hati namun tatkala kita melihat uang yang melimpah kita sangat mudah melupakan janji tersebut. Terkadang kita sering melakukan pekerjaan yang tidak menunjukkan anak-anak Tuhan, perjudian, prostitusi, korupsi, dan gila hormat tetap saja kita lakukan. Yesus mengajarkan agar kita tetap konsentrasi hanya satu nama Yesus kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tidak ada nama lain lagi pada diri kita. Baca lebih lanjut (Luk 9: 49-51; 77,62)

6. Meditasi
Dalam satu hari kita diberikan waktu 24 jam, dalam satu minggu ada 7 hari. Terkadang karena kita terlalu sibuk atau menyibukkan diri, kita menjadi lupa bahwa tubuh kita yang duniawi ini dan pikiran kita yang penat ini butuh juga waktu istirahat. Ada yang sangat sibuk mengejar kehormatan duniawi, ikut partai ini itulah sampai sampai gereja hanya dikunjungi jika ada keluarga yang menikah, dan hari Natal karena kebetulan Libur Nasional. Ada yang sangat sibuk dengan lemburan, ada yang sangat sibuk dengan sekolah atau kuliah karena kebetulan kuliahnya Sabtu dan Minggu, ada yang sibuk ini dan itu, tentunya ada juga yang memang malas datang ke gereja. “Hari sabat diciptakan untuk manusia bukan manusi untuk hari sabat” istilah ini akan mengingatkan kita bahwa Tuhan telah menciptakan manusia tentu juga ada siklus istirahat harian yang namanya tidur, siklus mingguan yang namanya hari minggu untuk merenung di gereja dan bertemu dengan teman-teman dan juga mendengar Firman Tuhan yang disampaikan lewat kotbah seorang pendeta. Tubuh dan pikiran kita juga perlu penyegaran, mengingatkan kembali firman Tuhan, bertemu dengan teman-teman dalam pertemuan yang rohani. Lebih lanjut baca kisah Marta dan Maria (Luk 5:15-16; 10: 40, 41-42)

7. Rekreasi
Menurut teori leisure yang telah berkembang di eropa, ternyata rekreasi memberikan dampak yang positip terhadap keharmonisan rumah tangga, perilaku kerja sehingga pekerjaan yang dilakukan setelah melakukan rekreasi lebih efektive dan efesien. Coba kita bayangkan, orang eropa cukup bekerja satu minggu saja untuk dapat menghidupi keluarganya selama satu bulan. Sangat berbeda dengan kita di Indonesia, waktu kita dari pagi sampai petang, dari senin sampai minggu kita habiskan untuk bekerja namun hasil yang kita dapatkan tidak seberapa. Akan sangat parah lagi jika kita melihat perilaku kebanyakan para PNS kita, sudah banyak waktu yang dikorup, waktu kerja digunakan untuk main catur, baca koran dan ngobrol yang bukan-bukan, mudah mudahan hal ini tidak dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Ada yang beranggapan bahwa untuk mengetahui sebuah lembaga atau perusahan sehat atau bukan, cukup dengan melihat perilaku seorang pemimpinnya, misalnya: apakah pemimpinnya bisa istirahat dengan tenang? Apakah ia punya waktu untuk keluarganya? Apakah ia punya waktu untuk ke “gereja”? dan banyak lagi indicator yang cukup sederhana namun dapat menunjukkan hal yang sebenarnya. Apa benar Yesus juga menyarankan kita untuk meluangkan waktu untuk rekreasi? Ketika Yesus mengajak para muridnya pergi ke tempat sunyi untuk dapat istirahat, dapat menunjukkan Yesus juga menyarankan agar kita juga perlu melakukan rekreasi dan istirahat. Lebih lanju baca (Markus 6: 31-32)

Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Yesus Kristus adalah kepemimpinan yang sangat sederhana sehingga setiap orang yang ingin meneladaninya mampu untuk melakukannya. Identifikasi diri adalah symbol kejujuran, Misi adalah symbol kesanggupan mengambil pekerjaan, Motivasi adalah symbol memberi teladan yang baik, Partisipasi adalah symbol kebersamaan, Konsentrasi adalah symbol memegang prinsip awal, Meditasi adalah symbol perenungan, dan Rekreasi adalah symbol penghargaan akan waktu dan keluarga serta relasi.

———————–
Penulis: Dosen Tetap STIM Dhyana Pura

About Admin

Kontak Person: Rai Utama, Mobile Phone 081337868577 email; igustibagusraiutama@gmail.com

Posted on February 9, 2008, in Artikel and tagged . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
    &
    MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

    1. Sadari mengapa kita perlu mencari Tuhan ?, Hal ini supaya kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggalkan untuk yang masih hidup, kok enak yah !, ilmu (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun ke seseorang)..
    2. Bagaimana cara yang benar untuk mencarinya ? (bias melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) serta berdo`a agar diberikan kemudahan dan petunjuknya.
    3. Ada “filosofi” atau hukum alam yang kita harus terima, dan bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
    a. Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll..
    b. Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
    c. Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
    d. Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
    e. Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW).
    f. Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
    g. Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau dibayangkan seperti Bapak baiknya (kelakuannya).
    h. Tuhan
    i. Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam kehidupan kita.
    j. Tuhan itu maha kuasa sekali, sehingga tidak perlu membutuhkan bantuan seperti menjadi “PELAYAN TUHAN”. karena tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? atau dimana tempatnya ?, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ? (walo hanya sebutan saja Bapaku di kerajaan Syurga).
    k. Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya).
    l. Secara nalar (logical) setiap siapa yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA, atau dihapus dengan dengan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran.
    m. Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layar, atau seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?,
    n. Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
    4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
    5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya.
    6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun.
    7. Tetapi Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenar atau diridhoinya..
    8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ?
    9. Silahkan baca Al Qur`an dan dalami Maknanya, disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja), di Al Qur`an ada cara-2 mencari Tuhan yang diisyaratkan.
    10. Bandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan proses turunnya ayat juga juga jauh berbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu).
    11. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

    Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
    Wassalam

    Ridhawati
    Flexi; 022 7204941
    E-mail; ridha@telkom.co.id

  2. sangat sederhana tapi mencakupi semua hal dan jujur….

  3. Eh Ridha, kalo ngomong ngaca dulu yah…

    Ngaku2 kitab dari Tuhan, eh nyatanya Qur’an pernah dimakan kambing tuh.

    Ngaku2 buat seluruh manusia, tapi tulisannya hanya boleh tulisan cacing…

    Kasian yah kamu Ridha, nyembahnya dzat. Berapa nomor atomnya? Berapa masa atom relatifnya? Masuk Golongan/Periode berapa?

    Ngaca dulu soal agamamu disini:
    http://www.indonesia.faithfreedom.org

  4. otoman antarman

    ngaca paan!!!loe yang ngaca slagi bisa,, coz di neraka tidak ada cermin ntar buat loe…!!!

  5. loe yang ngaja slagi sempet,,ntar di neraka loe gak kebagian cerminnnnn.

  6. Tuhan Yesus yang mencari dan menyelamatkan umat manusia dari dosa dan hukuman neraka, jadi mengapa harus mencari lagi keselamatan?

  7. Ridha tidak salah, karena itu yang paling benar bagi dia. Setiap orang punya standar kebenaraan masing-masing menurut suara hatinya. Yang menjadi persoalan adalah sejauh mana kita mengolah hati kita. Kalau sama-sama mengolah hati saya yakin agama apapun yang kita anut akhirnyakita akan ketemu dengan Tuhan, karena suara hati adalah suara Tuhan. Oleh sebab itu Ridha, terima kasih anda menunjukkan jalan kpd orang lain yg menurut anda benar, yang tidak setuju tidak usah marah, olah hatimu sehingga semakin dekat dengan kasih sejati yang adalah Allah sendiri. Ingat orang jawa bilang “sengit ndulit”, “sebel ngethemel”, “jeleh pekoleh”, “sebah mamah”, dsb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: